
Hari ini Ditha sedang menghadapi ujian tengah semester yang di mana pikirannya bukan ke soal ujian melainkan kepada omongan Ezra beberapa bulan yang lalu. Bagaimana bisa dia memberikan haknya kepada Ezra sedangkan pernikahan yang mereka berdua jalani tidak ada unsur rasa cinta maupun rasa suka satu sama lain.
"Lama-lama gua bisa gila kalau terus-terusan mikirin permintaan dia waktu itu," gumamnya seraya mengisi soal-soal ujiannya.
...ΩΩΩ...
Tempo hari pihak sekolah SMA GAMTAR 2 menghubungi Ezra mengenai surat kepemilikan sekolah yang di mana hari sudah akan diresmikan oleh Ezra dan hari ini dia datang ke sekolah tanpa memberitahukan kepada Ditha. Sengaja Ezra tidak menceritakan bahwa dirinya akan ke sekolah karena dia akan memberikan surprise kepada Ditha.
" ... "
"Lagi di toko bunga gua, Bang!"
" … "
"Kepo banget sih lu. Nanti juga lu tau sendiri, Bang."
" … "
Sambungan telepon terputus.
Ezra senyum-senyum sendiri seperti anak muda yang ingin menyatakan cinta kepada kekasihnya. Siapa yang tidak takjub saat melihat bunga yang sangat indah saat ini sedang dia genggam. Usai mendapatkan bunga yang dia inginkan Ezra melanjutkan perjalanannya menuju sekolah SMA GAMTAR 2.
...ΩΩΩ...
Kedatangan Claudia membuat Ditha yang sedang makan di kantin langsung menjadi tersedak. Sudah kesekian kalinya Claudia seperti itu kepadanya entah anak itu kenapa yang jelas Ditha sangat kesal sekali.
"Lu harus tahu, Tha. Ini penting banget!" kata Claudia.
Ditha memicingkan matanya. "Yakin penting?" Claudia mengangguk. "Ya, udah apa?"
Claudia mendekati telinga Ditha. "Pemilik sekolah kita yang baru bakalan dateng hari ini," bisiknya.
"Serius?"
Claudia mengangguk membenarkan. "Iya. Gua tadi habis nguping obrolan pak David sama kepala sekolah kita."
Claudia menjauh dari telinga Ditha.
"Gimana kalau nanti kita bolos aja? Gua penasaran banget sama pemilik sekolah baru kita itu siapa dan orangnya kayak gimana."
"Oke. Gua juga lagi malas ketemu Guru itu," ujar Claudia.
...ΩΩΩ...
Ezra sudah sampai di SMA GAMTAR 2 kini dirinya tengah berjalan untuk memasuki ke ruangan para Guru-guru berada. Yang di mana mereka semua sudah menunggu kedatangan Ezra.
__ADS_1
Pak David yang melihat temannya sudah datang seketika langsung memeluk lengan Ezra, sedangkan yang dipeluk lengannya hanya bisa memutar kedua bola matanya.
"Gua tebak lu kemarin-kemarin habis perawatan," seloroh Pak David.
"Gua tahu lu, Bang. Pasti lu tambah klepek-klepek sama gua!" ucap Ezra dengan percaya dirinya.
Pak David memukul lengan temannya itu. "Kok lu tahu sih?" bisik Pak David yang membuat Ezra merasa jijik. Saat sudah sampai di depan kantor Pak David melepaskan lengan Ezra yang dia peluk tadi.
"Selamat pagi, Pak Ezra!" sapa seluruh Guru-guru SMA GAMTAR 2 saat melihat kedatangan Ezra.
Pintu ruangan kantor sudah tertutup rapat.
"Selamat pagi, Bapak dan Ibu," balas Ezra. "Bagaimana kabarnya?"
...ΩΩΩ...
"Minggir dong!" teriak Ditha karena jalannya dihalangi oleh kerumunan beberapa siswa dan siswi SMA GAMTAR 2. Segera siswa dan siswi di sana memberi akses Ditha dan Claudia untuk berjalan.
"Berarti udah sembuh total dong?"
"Nambah ganteng aja gilaaa!"
"Kira-kira udah nikah belum sih?"
"Iya, gua penasaran. Gua lihat Instagramnya sih postingannya sendirian mulu."
"Mereka lagi ngomongin siapa sih?" tanya Claudia.
"Enggak tahu. Palingan ngomongin anak baru," jawab Ditha asal.
"Emang ada?"
"Enggak tahu, Clau. Lu mah bawel banget, ya, lama-lama!" kesal Ditha yang langsung mendahului Claudia berjalan.
...ΩΩΩ...
"Selamat, Pak Ezra. Anda sudah resmi menjadi pemilik sekolah SMA GAMTAR 2. Saya yakin Anda membawa banyak perubahan dan kesuksesan bagi sekolah ini," ucap kepala sekolah kepada Ezra. Tidak hanya kepala sekolah saja Guru-guru lainnya juga memberikan selamat atas peresmian kepemilikan sekolah SMA GAMTAR 2 tempat mereka mengajar.
Ezra tersenyum. "Terima kasih, Bapak dan Ibu."
Di celah-celah jendela kantor yang tidak terlalu rapat oleh gorden ad dua orang siswi yang sedang menguping pembicaraan orang-orang dewasa di dalam ruangan kantor tersebut.
Keduanya sama-sama menganga dan membulatkan matanya.
"Jadi—"
__ADS_1
"Kok dia nggak cerita sama gua?" potong Ditha. "Jahat banget ih!"
Claudia menarik pergelangan tangan Ditha untuk dia bawa ke rooftop sekolah. Saat sampai di sana keduanya sama-sama berdiri memandangi rumah-rumah dekat sekolah mereka.
"Kayaknya gua jatuh cinta sama, pak Ezra deh!" seloroh Claudia.
"Masa?"
Claudia memicingkan matanya ke arah Ditha. "Sejak kapan, pak Ezra bisa jalan lagi?"
"Sejak … malam … itu."
"Malam pertama?"
Ditha menganggukkan kepalanya membenarkan ucapan temannya itu. Claudia menjatuhkan bokongnya di rooftop.
"Claudia! Dicariin sama, bapak lu itu di kelas!" panggil Zaky. Setelah mengatakan seperti itu Zaky meninggalkan mereka berdua.
"Tumben," sahut Ditha.
Claudia berdiri dari duduknya dan membersihkan debu-debu pada roknya.
"Lu mau ikut?"
"Enggak deh, gua lagi mau disini dulu."
Claudia mengangguk dan dia segera pergi dari hadapan Claudia.
...ΩΩΩ...
"Semoga sukses, Bro!" ucap Pak David saat melihat Ezra senyum-senyum tidak jelas.
"Apaan sih, Bang. Gua cuman kasih bunga doang ke dia, bukan mau nembak."
"Kenapa enggak sekalian? Udah berbulan-bulan masa belum tumbuh perasaan juga," sindir Pak David.
Ezra melenggang begitu saja dari hadapan Pak David. Dia tidak mau dengar omongan-omongan tidak jelas lainnya yang keluar dari mulut temannya itu.
...ΩΩΩ...
Sebuah tangan tiba-tiba melingkar di pinggangnya. Ditha melihat tangan yang berada di pinggangnya itu, kemudian dia memutar balikkan tubuhnya untuk melihat siapa pelaku yang sedang memeluk dirinya. Bibirnya menganga sangat lebar seraya matanya membulat sempurna.
"Buat kamu," katanya seraya menyerahkan bunga yang sangat indah kepada Ditha. Ditha menerimanya dengan senang hati. Ada senyum yang terbit dari sudut bibir Ditha.
"Makasih, Om Ezra."
__ADS_1
Ezra duduk di bangku yang ada di sana sesaat alisnya hampir menyatu. Seperti tidak setuju akan ucapan Ditha barusan.