
Pukul 6.00 WIB, Elsa sudah selesai merias dirinya. Riasan tak mengundang siapapun, dia juga tak pernah ketinggalan mengepang rambutnya. Lanjut, Elsa sarapan roti yang dioles selai coklat di kamar tidur. Elsa sering menyetok susu kotak, roti, dan selai di laci nakas kamar. Cukup dua roti dan satu kotak susu bisa mengenyangkan sarapan pagi.
Setelah kenyang, Elsa menghampiri paman dan bibi untuk berpamitan sekolah. Paman menyuruh Elsa duduk sejenak dan ingin berbicara dengan Elsa.
"Elsa, mari sini sebentar. Maafkan paman kemarin belum ada waktu untuk Elsa. Bagaimana dengan sekolah barumu? Elsa punya banyak teman? Elsa suka sekolah barunya?"
Elsa hanya mengangguk dan menunduk.
"Elsa, di sini tidak ada lagi yang melukaimu. Elsa harus berani. Kamu gadis hebat. Elsa jangan takut untuk bercerita dengan paman dan bibi." Paman menegaskan." Kami menyayangi Elsa."
Elsa tersenyum bahagia mendengarkan pernyataan sayang mereka seperti menunjukkan dia tak sendirian. Kebahagiaan menyeruak begitu saja hanya dengar kata itu. Elsa tak akan pernah sanggup membalas kebaikan paman dan bibi. Elsa juga tak ingin memberikan beban apapun kepada mereka termasuk dengan kondisinya yang belum bisa keluar dari bayang-bayang masa lalu.
"Sudah jam 6.30, segeralah berangkat. Jangan lupa untuk bahagia." kata bibi Andre sembari memberi senyum hangat serta pelukan kepada Elsa. Elsa mengecup ubun-ubun tangan paman dan bibinya.
Elsa berjalan agak buru-buru meski jarak rumah dengan sekolah sangat dekat. Dia tak nyaman dengan hiruk pikuk sekitar. Terlalu ramai untuk Elsa. Akhirnya gerbang sekolah pun terlihat, Elsa bergegas seketika ke kelasnya.
Setiba di kelas, Hannah langsung menyambutnya dengan celoteh. "Kau ini!Tumben baru datang. Abis nongkrong ya? Kok gak ajak aku? Atau abis stalking cowok? Kok gak ngasih tau aku?" selidiknya yang membuat Elsa terkejut masuk kelas.
"Aku dari rumah saja." jawab Elsa ketakutan. Hannah melihat Elsa yang gugup. "Kamu takut sama aku?" tanyanya sembari tertawa. "Hari gini masih takut orang? Expired !! " lanjutnya asal.
Elsa pun hendak memilih tempat duduk yang masih kosong. Namun Hannah segera menarik tasnya dan meletakkan di bangku. "Eh, duduk di sampingku sini. Aku mau cerita banyak soal Kak Roy."
Sebenarnya Elsa tidak terlalu nyaman dengan Hannah. Lagi-lagi Elsa tak punya keberanian untuk menolak. Elsa menurut. Dia duduk di samping Hannah di urutan baris kedua. Elsa terpaksa mulai mendengarkan ceramahnya.
__ADS_1
"Hari ini Kak Roy keren banget. Tadi pagi juga sudah giat latihan basket. Semangatnya itu loh. Patut diapresiasi. Sekarang aku nunggu pembukaan perekrutan anggota cherleader. Aku sungguh-sungguh mau daftar jadi team cherleadernya. Terus aku akan teriak namanya kencang-kencang. Iiihh Kak Roy. Gak sabar jadi ceweknya." ceritanya gemas. "Nanti anterin aku ngintip Kak Roy ya. Sama ikut nyari info cherleader ya." Elsa pun mengangguk dengan terpaksa.
Kemudian dua cewek di depan mereka menoleh ke belakang, ke arah Elsa dan Hannah. Cewek satunya terlihat tomboy karena model gaya rambutnya seperti anak laki-laki, namanya Niken dan satunya suka memainkan rambutnya manja dan melakukan kipas-kipas cantik, Loretta namanya.
"Eh, kamu Hannah dan siapa sampingnya?" tanya Loretta mengawali.
"Elsa." sahut Hannah.
"Kalian mau gak ikut Diklatgab SAKA?" ajak Loretta.
Elsa dan Hannah saling berpandangan. Mereka baru mendengar jenis latihan itu. Niken mengambil inisiatif menjelaskan. "Diklatgab saka itu salah satu kegiatan rutin tahunan Pramuka di Gudep kita. Kegiatannya seru banget. Nanti kalian akan mendapat banyak materi dan teman baru juga. Pastinya nanti akan ada tantangan yang seru. Kita nanti akan menjelajah hutan. Terus nanti itu kalian akan dibina dan mendapatkan materi sesuai SAKA yang akan kalian pilih." penjelasan yang tak sampai dipemahaman mereka.
"Gudep itu apa? Saka itu apa? Serunya kayak gimana? Ada acara makan-makannya gak? Nanti di hutan itu mirip acara camp gitu kah? Terus lagi, itu acara apaan sih? Nongkrong-nongkrong di hutan atau gimana sih? Dengarnya aku kok banyak bingungnya deh." cerewet Hannah.
"Terus serunya dimana?"
"Dah, nanti kalian tau sendiri. Yang penting kalian harus ikut." perintah Loretta sembari membalikkan badan lalu kipas-kipas cantik. Niken juga membalikkan badan.
"Idih pemaksaan." Hannah sewot.
Niken berbicara pelan ke Loretta. "Jujur ya. Aku gak suka kamu gak ngasihkan undangannya ke pembina sini. Kalo Nathan tahu pasti marah-marah."
"Yang penting kan kamu gak bilang dan aku udah ngajak dua orang." tukasnya cepat.
__ADS_1
"Ngajak apanya? Pemaksaan iya." balas Niken. "Kamu harus sadar ya, berkali-kali Nathan menjelaskan, dia hanya menganggap kamu teman. Jadi kenapa kamu masih berharap bahkan takut tersaingi? Terus kamu cuma nyuruh aku bilang ke mereka kenapa? Apa karena Elsa cupu dan Hannah agak aneh dan bodoh terus kamu mengajaknya? Kamu gak berfikir di sekolah sana juga pasti ngajak cewek?"
Loretta menghentikan aksi kipasnya. Saingannya bisa jadi bukan Elsa dan Hannah, tapi bisa dari sekolah lain. Bodohnya baru memikirkan hal itu. Loretta menggigit jarinya. Dia tak ingin Nathan menjadi milik orang lain. Hanya dia yang harus memiliki Nathan. Jika itu sampai terjadi dia tak akan terima.
---
Elsa dan Hannah sudah sampai di kantin. Elsa hanya memesan air putih seperti biasanya. "Kamu gak punya duit? Kok dari kemarin minumnya air putih." Elsa hanya diam. Ketika Elsa mau menundukkan kepala, Hannah mengomeli, "Kamu gak usah sering-sering nundukkan kepala kalo sama aku. Aku gak suka. Aku gak galak kok. Cuma pandai bercerita." perintah Hannah. "Jadi kamu mau ikut apa tadi? Diklat apa tadi? Lupa aku."
"Diklatgab Saka. Iya aku mau ikut." Seketika Elsa berbicara agak panjang.
Hannah bengong, "Kamu tertarik kegiatan-kegiatan pramuka? Di hutan banyak nyamuk, Elsa!"
"Nyamuk tidak menggangguku."
Hannah memukul jidatnya. "Astaga. Elsa, di hutan itu dingin. Gak cuma banyak nyamuk, bisa-bisa ada ular, terus lagi nanti itu kamu jalan di tempat-tempat gelap. Ada kuntilanak baru tau rasa ntar."
"Gak apa-apa. Dia hanya melihat saja. Kamu di rumah aja. Aku ikut."
Elsa baru saja berbicara banyak dengannya tapi sudah membuat Hannah kesal.
"Iyah deh aku ikut juga. Gini-gini aku teman yang baik lho. Abis ini kamu harus nemani aku ngintip Kak Roy lho."
Elsa tak menanggapinya karena dia ingin Hannah lebih baik di rumah. Bukan berarti Elsa tak menyukai Hannah. Elsa tidak menyukai suatu kedekatan.
__ADS_1
Alasan Elsa ikut kegiatan Diklatgab SAKA hanya sederhana. Dia hanya ingin mengulang kegiatan lintas alam saat kelas lima SD. Elsa dengan ceria menyanyikan lagu-lagu Pramuka yang kini sudah lupa liriknya. Dia menyukai hutan karena udaranya sejuk, dia menyukai sungai karena dingin dan jernih. Baginya hutan menyenangkan dan dia tak akan dikecewakan.