FAY, CINTA YANG KEMBALI

FAY, CINTA YANG KEMBALI
hangout


__ADS_3

Jalanan sudah sepi sewaktu aku keluar dari pintu kantor, jam menunjukkan pukul 19.15


menit,  Indah, rosi dan ita masih on the way untuk menjemput ku,


kami membuat janji untuk bertemu di café dekat rumah rosi dan aku sepakat


untuk sekalian menginap disana dari pada pulang ke rumah nggak dapet pintu, hihihi.


Dan akhirnya mobil rosi datang juga, pintu belakang sebelah kiri langsung terbuka


dan menyembul raut ceria wajah ita,  “ woiiii cepetan masuk, banyak debu diluar ntar muka


eike kena debu. “ , Indah yang sedari tadi sibuk dengan ponselnya disamping


driver ikut nimbrung. “ gaya lu , muka lu kan dusty proof , jadi debu kaya


kepleset nempel di muka lu. “ , dan kami tertawa bersamaan.


Itulah pertemanan kami yang  sudah 10 tahun dengan awal


pertemuan yang berbeda-beda, mereka semua berawal dari temen kos,


dan saling kenal ketika sama- sama pindah kos.


“ Eh tahu nggak sih tadi di office gue ada anak baru coy, ganteng , brondong


gitu, muka tipe gue banget sih. “ timpal ku sambil menata tempat duduk disamping


ita yang masih sibuk dengan pulasan diwajahnya .


“ Terus tuh brondong lu udah pastiin masih perjaka nggak ?” dengan tidak tahu


dirinya Indah memberikan tanggapan, tanggapan yang selalu aneh untuk ibu 2 anak ini.

__ADS_1


“ Maksud lu ? mastiin gimana ? ngaco aja deh lu mah. “ jawabku sambil menonyor


kepalanya yang ada didepan ku.


“ Eehh siapa tahu tuh brondong jadi jodoh lu coy, kan kita kudu mastiin bebet


bobot serta bibitnya, unggul apa nggak ?” Indah masih nyerocos dengan tanggapan


aneh yang langsung disamber oleh  Rosi “ terus klo tuh brondong  nggak unggul


pegimane dong, udah deh lu fay klo masih nyari dengan pilihan- pilihan yang


sesuai kriteria ya wassalam deh, hidup gak ada yg sempurna kuy, begitu juga


pasangan hidup. “.


Di team hore ini memang aku dan ita yang belum menikah, dan celakanya kami tidak


terbebani , kami enjoy menjalani hidup sebagai jomblo sejati, bukannya nggak


cowok, tapi ya kandas di tengah jalan, sedangkan  ita juga masih betah dengan  hubungan tanpa syaratnya dengan jack, kendala mereka adalah berbeda keyakinan ,


tahu  konskuensinya tapi tetep dijalani, itulah cinta , aneh kadang kan tahu ujungnya agak susah


tetep aja dijalani, hehehehe.


Akhirnya kami telah sampai ditujuan , masuk sembari menebar pesona ke kanan dan ke kiri,


kami memilih tempat duduk dibagian belakang tengah ,


kalau menurut ita itu adalah tempat duduk


ideal untuk memandang dari berbagai sudut.

__ADS_1


“ Sebentar ye gue ngecek anak gue dulu nih, aman nggak sama abahnya , jangan


sampe anak sama abah berebutan makan malam , soalnya tandon anak sama bapaknya


sama aja coy, gede2 semua, heran gue, masak perasaan belum ada 10 menit gue


naro di meja , gue balik kanan uda raib itu makanan di atas piring, dan gue


berakhir dengan makan mie instant , aiihhh hidup gue nikmat banget deh, makanya


gue bilang  mau  meet up sama  kalian Zaki langsung acc, kasian dia sama gue


butuh hiburan katanya, xixixixi. “ sembari menyaut gawainya Indah sudah asyik


berbicara ngegas dengan keluarga kecilnya.


Rosi dan Ita sudah  memesan  beberapa minuman dan makanan untuk kami, mereka


sudah tahu selera kami semua yang nggak bisa move on dari menu  itu- itu saja,


kami sepakat lebih baik pesan yang pasti- pasti aja dari pada coba- coba jatuhnya mubadzir.


Minuman  mendarat di meja kami bersamaan dengan


Indah yang sudah selesai dengan urusan keluarganya.


Kami menyesapi minuman masing- masing sambil menikmati alunan live music dari panggung di depan,


sambil sesekali mengikuti senandung  sang vokalis.


Tak terasa waktu cepat berlalu, 2 jam sebenarnya belum cukup waktu kami untuk meet


up , tetapi dua ibu yang sudah berkeluarga itu tidak bisa pulang terlalu larut,

__ADS_1


nanti bisa- bisa mereka tidak mendapatkan pintu, jam 21.30 tepat kami keluar


meninggalkan café yang semakin malam semakin ramai.


__ADS_2