
Jalanan sudah sepi sewaktu aku keluar dari pintu kantor, jam menunjukkan pukul 19.15
menit, Indah, rosi dan ita masih on the way untuk menjemput ku,
kami membuat janji untuk bertemu di café dekat rumah rosi dan aku sepakat
untuk sekalian menginap disana dari pada pulang ke rumah nggak dapet pintu, hihihi.
Dan akhirnya mobil rosi datang juga, pintu belakang sebelah kiri langsung terbuka
dan menyembul raut ceria wajah ita, “ woiiii cepetan masuk, banyak debu diluar ntar muka
eike kena debu. “ , Indah yang sedari tadi sibuk dengan ponselnya disamping
driver ikut nimbrung. “ gaya lu , muka lu kan dusty proof , jadi debu kaya
kepleset nempel di muka lu. “ , dan kami tertawa bersamaan.
Itulah pertemanan kami yang sudah 10 tahun dengan awal
pertemuan yang berbeda-beda, mereka semua berawal dari temen kos,
dan saling kenal ketika sama- sama pindah kos.
“ Eh tahu nggak sih tadi di office gue ada anak baru coy, ganteng , brondong
gitu, muka tipe gue banget sih. “ timpal ku sambil menata tempat duduk disamping
ita yang masih sibuk dengan pulasan diwajahnya .
“ Terus tuh brondong lu udah pastiin masih perjaka nggak ?” dengan tidak tahu
dirinya Indah memberikan tanggapan, tanggapan yang selalu aneh untuk ibu 2 anak ini.
__ADS_1
“ Maksud lu ? mastiin gimana ? ngaco aja deh lu mah. “ jawabku sambil menonyor
kepalanya yang ada didepan ku.
“ Eehh siapa tahu tuh brondong jadi jodoh lu coy, kan kita kudu mastiin bebet
bobot serta bibitnya, unggul apa nggak ?” Indah masih nyerocos dengan tanggapan
aneh yang langsung disamber oleh Rosi “ terus klo tuh brondong nggak unggul
pegimane dong, udah deh lu fay klo masih nyari dengan pilihan- pilihan yang
sesuai kriteria ya wassalam deh, hidup gak ada yg sempurna kuy, begitu juga
pasangan hidup. “.
Di team hore ini memang aku dan ita yang belum menikah, dan celakanya kami tidak
terbebani , kami enjoy menjalani hidup sebagai jomblo sejati, bukannya nggak
cowok, tapi ya kandas di tengah jalan, sedangkan ita juga masih betah dengan hubungan tanpa syaratnya dengan jack, kendala mereka adalah berbeda keyakinan ,
tahu konskuensinya tapi tetep dijalani, itulah cinta , aneh kadang kan tahu ujungnya agak susah
tetep aja dijalani, hehehehe.
Akhirnya kami telah sampai ditujuan , masuk sembari menebar pesona ke kanan dan ke kiri,
kami memilih tempat duduk dibagian belakang tengah ,
kalau menurut ita itu adalah tempat duduk
ideal untuk memandang dari berbagai sudut.
__ADS_1
“ Sebentar ye gue ngecek anak gue dulu nih, aman nggak sama abahnya , jangan
sampe anak sama abah berebutan makan malam , soalnya tandon anak sama bapaknya
sama aja coy, gede2 semua, heran gue, masak perasaan belum ada 10 menit gue
naro di meja , gue balik kanan uda raib itu makanan di atas piring, dan gue
berakhir dengan makan mie instant , aiihhh hidup gue nikmat banget deh, makanya
gue bilang mau meet up sama kalian Zaki langsung acc, kasian dia sama gue
butuh hiburan katanya, xixixixi. “ sembari menyaut gawainya Indah sudah asyik
berbicara ngegas dengan keluarga kecilnya.
Rosi dan Ita sudah memesan beberapa minuman dan makanan untuk kami, mereka
sudah tahu selera kami semua yang nggak bisa move on dari menu itu- itu saja,
kami sepakat lebih baik pesan yang pasti- pasti aja dari pada coba- coba jatuhnya mubadzir.
Minuman mendarat di meja kami bersamaan dengan
Indah yang sudah selesai dengan urusan keluarganya.
Kami menyesapi minuman masing- masing sambil menikmati alunan live music dari panggung di depan,
sambil sesekali mengikuti senandung sang vokalis.
Tak terasa waktu cepat berlalu, 2 jam sebenarnya belum cukup waktu kami untuk meet
up , tetapi dua ibu yang sudah berkeluarga itu tidak bisa pulang terlalu larut,
__ADS_1
nanti bisa- bisa mereka tidak mendapatkan pintu, jam 21.30 tepat kami keluar
meninggalkan café yang semakin malam semakin ramai.