
Besok aku harus ke bogor untuk cek lapangan progress dari proyek yang dulu pernah aku
cek dengan dimas, kalau dulu aku dengan dimas, sekarang aku dengan team lain,
kami berempat dan aku cewek sendiri, jam hampir menunjukkan pukul 17.00 ketika
lisa sekretaris dimas menghubungi line ku pak direktu meminta aku ke ruangannya,
dimas mau discuss apa ya manggil aku, segera aku beranjak untuk naik ke ruangan direksi,
sampai di depan pintu direksi, lisa menelpon dimas untuk memberitahukan kalau aku sudah sampai,
“ silahkan masuk bu fay, pak dimas sudah menunggu “ ucap lisa sambil membukakan pintu untuk ku.
“ sore pak dimas “ sambutku begitu masuk ke ruangan dimas,
ku lihat dia berdiri dari meja kerjanya menuju sofa yang ada diruangan itu dan mempersilahkan aku duduk
“ silahkan duduk bu fay “ kami duduk berhadapan , aku memandang dimas , begitupun sebaliknya,
dan terucap kata manis dari bibir mungilnya “ I miss you “, wajahku merona, segera kualihkan dengan
bertanya padanya “ hhmm bukan tempat dan waktu yang tepat, ada apa ya bapak
memanggil saya ?” , “ kamu besok ke bogor ya ? maaf ya aku nggak bisa nemenin,
tapi aku mau kamu check beberapa point, bisa lihat ke lap top ku sini deh “ .
dia menyuruhku mendekat disampingnya , aku beringsut mendekatinya,
aku duduk disamping dimas. “ section ini terakhir aku mendapat laporan mesin masih
bermasalah sewaktu di coba “ dimas menjelaskan dengan menggeser duduknya mendekatiku,
aku mengambil alih mouse dimas dan menggesernya untuk melihat lebih dekat,
aku mendongak untuk bertanya ke dimas, dan baru menyadari kalau jarak kami sangat dekat sekali,
aku melongo mendekati dimas mencium pipiku, aku menggeser tubuhku menjauhi dimas
__ADS_1
“ hmmm sepertinya kamu mengambil kesempatan, saya pikir bapak bisa mengirim gambar ini by email ke saya pak dimas “ ,” Nggak dong, lebih afdol ketemu dan menjelaskan secara langsung bu fay “ dimas nyengir
memandangku, air phone nya berbunyi , dimas berdiri untuk mengangkatnya, tiba-tiba pintu terbuka.
“ Halo dimas, mamah sengaja langsung kesini , nggak pulang ke rumah dulu, lihat nih siapa yang mamah bawa “ ternyata mamahnya dimas, aku langsung berdiri untuk memberi salam, dan ternyata beliau tidak sendiri ada
seorang wanita cantik mengikuti langkahnya dibelakang, wanita itu mendekati dimas dan langsung memeluk dan cipika cipiki dengan dimas “ hi dim, how are you , you look so great, wow tambah tampan ya, sepertinya kita semakin cocok. “ aku membuang muka berupaya untuk pura- pura tidak melihat adegan itu,
hatiku panas bukan main, aku cemburu, dimas ku lihat salah tingkah, aku tahu posisi ku,
dan memecah pertemuan itu “ maaf pak dimas mungkin file nya bisa di emailkan kesaya,nanti saya pelajari dahulu pak, permisi “ aku menundukkan kepala kepada semua orang yang ada disitu dan segera beranjak keluar tanpa menunggu jawaban dimas.
Aku menggapai lift secepat mungkin untuk meninggalkan lantai tersebut,
aku mendamaikan perasaan ku sendiri , aku harus bisa menghadapi hal- hal
seperti ini, bukankah hal seperti ini juga bisa terjadi, dadaku masih bergemuruh,
aku memegang pipiku yang tadi sempat dicium dimas, ku gosok dengan jengkel pipiku.
Sampai mejaku kulihat hp berbunyi, ada chat masuk dari dimas “ sorry, itu tadi Jennifer, dia anaknya temen mamah ku, kami kuliah bareng sewaktu di London, jadi stylenya memang seperti itu ketika ketemu aku, jangan
danmembuka laptop ku untuk kembali bekerja, nanti saja kubalasnya.
Akhirnya selesai sudah persiapan dokumenku untuk check lapangan besok,
ku angkat tanganku untuk merelaksasikan badan, aku menggapai gawai ku ,
ku balas chat dimas “ its okay , I’m fine .” kulihat chatku langsung dibaca dimas,
padahal ku check di jadwal perusahaan, jam ini harusnya dimas masih meeting dengan client,
aku bersiap untuk pulang, aku harus fit untuk persiapan business trip besok,
sesampai di parkiran ku lihat dideretan mobil direksi masih ada mobil dimas
tapi kenapa lampu remnya masih nyala, dari belakang aku bisa melihat dimas
duduk di posisi driver, dan disebelahnya …siapa ya dari belakang kulihat
__ADS_1
seperti Jennifer, ku lihat Jennifer mendekatkan kepalanya ke dimas,
mereka dekat sekali, sepertinya dimas sedang memperlihatkan sesuatu di hp ke Jennifer,
kenapa dimas tidak berusaha menjauh , harusnya bisa kenapa posisi mereka sangat dekat,
bahkan Jennifer mulai menggelendot ke dimas, apa-apaan ini, dimas sepertinya juga menikmati.
Ku starter mobilku dan pergi meninggalan gedung parkir dengan kegalauan.
Bogor siang ini tidak begitu panas, aku dan team tiba di lapangan, kami berlima
orang, ada rio, arka, iwan dan andi, mereka dari team engineering,
kami berkumpul sebentar untuk koordinasi, setelah selesai kami berpencar ke lapangan,
aku hari ini menggunakan kostum PDL lengkap dengan sepatu boots dan topi proyek,
supaya safety, arka yang mendampingiku, kami bertemu jika hanya ada meeting,
tapi untuk dilapangan baru kali ini kami bekerjasama. Arka sigap sekali, dan dia engineer cerdas, aku suka bekerjasama dengan dia, arka mungkin seumuran dimas,
“ bu fay kita rehat dulu ya, saya sudah pesan minuman dan snack di direksi keet, ayo bu “ ajak arka kepadaku,
kami berjalan beriringan menuju direksi kit, arka ternyata sangat humoris, kami ngobrol banyak hal ngalor
ngidul sampai 3 orang team kami menyusul kami diruangan ini dan menambah keriuhan.
Jam 7 malam kami memutuskan untuk selesai dan besok kami lanjutkan kembali,
perusahaan sudah membokingkan hotel untuk kami. Sebelum menuju hotel kami makan malam di warung kaki lima, buatku menyenangkan pergi dengan mereka, mereka membuat ku lupa dengan dimas, kami bahkan berjanji untuk melanjutkan group ini jika dijakarta nanti untuk sekedar hangout bareng.
Setibanya di hotel gawaiku berbunyi, telp dari dimas, kuangkat sambil berjalan menuju kamar ku, “
halo dim, ada apa ?”, “ ada apa ? kamu nggak ada kabarnya seharian ini, kalau nggak aku telp jangan- jangan kamu nggak telpon aku “ , aku diam sejenak mendengarkan dimas yang sepertinya agak marah karena seharian ini aku tidak memberi kabar apapun ke dia,
“ sorry lapangan tadi padat sekali, kami baru keluar dari proyek jam 7 malam dim “ jawabku mencoba memberi penjelasan keluar jam 7 malam , dan ini sudah jam berapa kamu belum menghubungi aku sama sekali , atau waktu dibogor dan j akarta beda ya ? “ , aku diam beberapa saat sebelum menjawab dimas “ dim, aku capek sekali hari ini, boleh kita bahas kalau sudah di jakarta ?, besok aku pulang koq dim, besok kita dinner bareng bisa ? “ tanya ku dengan lirih, aku harus segera mandi dan tidur, badan dan pikiran ku lelah sekali hari ini,
dimas tidak menjawab pertanyaan ku, dia memutuskan panggilan secara sepihak.
__ADS_1