
Tahun baru semangat baru, begitulah kira- kira slogan kebanyakan orang saat ini,
memasuki area gedung kantor sehabis liburan tahun baru membuatku lebih
bersemangat, baru 2 hari nggak ketemu dimas, aku uda kangen, kira- kira dia
masuk apa nggak ya mengingat sudah hampir 2 bulan aku tidak pernah melihatnya
lagi di gedung ini.
menunggu antrian lift ku lihat dipintu depan ada mobil berhenti,
mobil direksi dan keluar sosok yang kurindukan, jantungku berdegup,
padahal aku sudah berusaha maksimal untuk menahannya supaya gerak gerik kunormal,
ku bawa tas dokumen ke dadaku untuk mengurangi degup ini,
dimas melangkah masuk ke gedung, dia focus kedepan sehingga tidak melihat ku,
dimas berjalan dengan gagahnya , jas dan dasinya sangat matching menambah
ketampanannya, aku segera berpaling dari pandangannya dia melangkah ke lift
khusus direksi yang tidak akan berhenti hanya jika sudah sampai diruang
direksi, , aku harus siap dengan kondisi ini, bukankah aku sudah menyadari
resikonya, apalagi kalau tiba- tiba dimas akan bersikap cuek, aku memasuki lift
menuju ruangan ku, kupastikan hari ini aku akan sibuk, karena banyak pekerjaan
tertunda. Sampai aku tidak menyadari ada pemberitahuan dari HRD jika hari ini
__ADS_1
direksi akan turun untuk berkeliling, ini memang terkadang terjadi ketika
direksi ingin beramah tamah atau mengenalkan seseorang.
Aku terkejut ketika tiba- tiba semua staff berdiri dan mengucapkan salam secara serentak,
aku otomatis berdiri dan masih dibelakang mejaku, aku mendelik ke arah dwy sambil
beringsut menuju depan meja untuk menyapa jajaran direksi,
jajaran direksi ini terdiri dari keluarga pak agus tentunya, adik , kakak dan kulihat anak pak agus
dimas juga ada. Pak agus tersenyum ramah kepada kami,
“ selamat pagi semua, maaf saya mengganggu kerjanya, apa kabar semua ? “
kami serentak menjawab “ pagi pak, baik pak “ seperti koor paduan suara
“ begini saya mau memperkenalkan anak saya Dimas , kalian mungkin sudah kenal wajahnya ya, karena sebelumnya dimas memang mengadakan orientasi lapangan tanpa mengungkap jati diri yang sebenarnya,
menggantikan saya, mohon supportnya ya dari kalian, terimakasih.” tutup pak agus mengakhiri sesi perkenalannya, kulihat semua mata menatap dimas dengan terpesona, hanya aku yang tidak,
aku menunduk dan hanya sesekali melihat pak agus , dimas maju untuk berbicara kepada kami
“ hai halo, mungkin sudah kenal dengan saya ya, jadi mohon supportnya ya teman- teman,
saya berharap saya bisa membawa perusahaan kita lebih baik dan berkembang lagi , terimakasih .” tutup dimas sambil melirik ku, kami saling menatap, dimas tersenyum kepadaku aku membalasnya dengan kikuk,
rombongan direksi kemudian keluar dari ruangan kami.
Tidak terasa waktu menunjukkan pukul 18.30, hari ini benar- benar hari sibuk,
aku meringkasi tas ku dan bersiap untuk pulang.
__ADS_1
Sampai di tempat parkir ketika ingin menjalankan mobil ku, aku melihat dimas dan pak agus dan satu orang perempuan muda, cantik keluar menuju parkiran khusus direksi, setelah pak agus naik mobilnya,
kulihat dimas dan wanita itu bersamaan menaiki mobil yang sama,
dan sama- sama duduk dibelakan supir, ada yang sakit di relung hati sana,
aku mencoba berpikiran positif, mungkin itu saudara dimas atau kebetulan relasi
yang memang harus dimas antar, ah sudahlah aku tidak mau ambil pusing,
kulajukan mobilku dan berharap dimas tidak melihatnya, ku pikir dimas tidak
pernah tahu mobilku. Sesampainya dirumah aku langsung menuju kamar segera
mandi, aku ingin segera merebahkan tubuhku, capek sekali rasanya hari ini,
ditambah pemandangan terakhir tadi diparkiran gedung, membuatku gundah.
Aku sengaja tidak menghubungi dimas, aku mau lihat apakah dia akan menghubungiku.
Menunggu chat dari dimas sampai aku tertidur, paginya aku check ada chat dari
dimas kulihat waktu yang tertera jam 22.40, pastilah aku sudah tertidur, kubaca
chatnya “ miss you .” singkat tapi membuat hati aku berdesir. Aku ragu ingin membalasnya,
masih ada ganjalan dengan apa yang kulihat di parkiran,
aku coba balas chat dimas “ hai, maaf sibuk seharian kemarin, semalam langsung
ketiduran, kamu pulang jam berapa semalam ?” aku berharap dimas membalasnya
dengan jujur, “ aku pulang barengan sama ayah dan lisa sekretarisku jam 6 an kalau gak salah “ jawab dimas,
__ADS_1
dia jujur, jadi itu lisa sekretarisnya, kenapa harus pulang bareng ya, mau tanya dimas aku gengsi, ah biarlah.
Aku beranjak ke kamar mandi bersiap untuk bekerja.