FAY, CINTA YANG KEMBALI

FAY, CINTA YANG KEMBALI
selamat tinggal arka


__ADS_3

Hari ini aku diperbolehkan pulang setelah 1 minggu di rumah sakit,


sampai dengan seminggu itu dimas yang menemaniku, arka dan keluarganya seperti di telan bumi


sama sekali tidak menjengukku, apakah kisahku dengan arka harus berakhir


seperti ini ? aku tidak ingin akhir yang seperti ini, setidaknya aku dan arka


masih bisa berhubungan baik seperti adik- kakak.


Untuk sementara aku pulang ke rumah ibu ,


karena statusku yang belum sah menjadi istri dimas


dan proses perceraianku dengan arka yang masih dalam proses.


Iseng aku menelpon no arka, nada nomer yang anda hubungi tidak terdaftar,


apakah arka mengganti nomer hp ? ku ulangi sekali lagi dan feedback yang sama yang aku dengar.


Dimas setiap hari datang ke rumah untuk melihat sang buah hati kami


Diandra fayana subrata, dimas memanggilnya Andra,


dia sangat perhatian kepada kami, dimas pun sangat memanjakan andra,


aku , ibu dan ayah, dia melengkapi semua kebutuhan kami,


dimas tidak sabar untuk segera memboyongku ke rumahnya,


mama dimas tidak kalah heboh, setiap datang selalu membawa hadiah untuk andra dan aku.


Proses perceraianku telah selesai, aku tidak pernah datang ke persidangan, begitu juga

__ADS_1


dengan arka. Aku selalu ingin menemui arka dan orang tuanya setidaknya kami


pernah menjadi keluarga selama 3 tahun lebih.


Hari ini aku ingin berkunjung kerum ah arka, dimas awalnya melarang,


sampai akhirnya dia mengijinkan dengah syarat aku mengajak teman,


aku mengajak rosi yang hari ini free dan bisa menemaniku, baby boy andra aku


titipkan ibu dan mama yang kebetulan sedang datang berkunjung.


Aku dan rosi berdiri di rumah yang sebelumnya lumayan sering aku kunjungi,


mama arka adalah orang yang hangat dan penyayang,


aku  menyayanginya dan lagi pula dia juga adalah sahabat ibu ku,


aku tidak hubungan ini berakhir seperti ini,


Ku tekan bel rumah, tidak lama kemudian muncul mb surti asisten rumah


tangga arka,  “ loh mba fay, kenapa nggak langsung masuk saja mba “,


ujar mba surti sambil membukakan gerbang untuk ku “,


mama papa ada mba surti ?”,  tanyaku,


“ ada mba, ibu dan bapak sedang santai di taman belakang .”, aku masuk, rosi


kusuruh menunggu di beranda depan,  “ lu tunggu sini ya, gue masuk dulu “ .


Aku masuk perlahan ke rumah , ku lihat mama dan papa sedang duduk,

__ADS_1


ku ucapkan salam sambil menjabat tangan mereka, kulihat mama kaget,


“ ma, pa fay boleh duduk ?”, tanyaku, mama yang agak bengong kemudian buka suara,


“ oh  yaya tentu fay, sini- sini duduk sini ", ajak mama kepadaku,


aku mulai membuka pembicaraan,


“ ma, pa, fay sebelumnya minta maaf dan ampunan kepada mama papa untuk apa yang telah  terjadi antara fay dan arka dan fay berharap mama papa tetap bisa menjadi orangtua buat fay karena fay menyayangi mama dan  papa ”.


Sampai sini aku tidak mulai tidak bisa mengontrol emosiku,


tangisku pecah dan tidak dapat kulanjutkan kata- kata yang sudah aku susun sejak semalam,


mama menghampiri dan memelukku.


Kami bertangisan, “ maafin arka juga ya fay, kami juga ada andil salah dalam kemelut rumah tangga


kalian ”,  mama memintakan maaf arka kepadaku, aku mencium tangan dan pipi mama,


aku memeluknya kembali, “ ma, tetap sayangi fay ya…cucu mama sudah lahir,


fay pulang ke ibu, mama kapan waktu kesana ya…”, harapku kepada mama,


mama mengangguk, aku beralih memandang papa, beiau berkaca- kaca memandangku,


" Pa, maafin fay belum bisa berbuat yang baik ke papa.." ujarku,


papa memeluk ku sebentar, " Fay, kamu anak yang baik,kamu tetap anak papa ".


Aku berpamitan karena kasihan jika harus meninggalkan andra terlalu lama.


Aku dan rosi beranjak pergi meninggalkan rumah arka, kapan waktu mungkin

__ADS_1


aku  bisa bertemu dengan arka, jika tidak untuk saat ini, selamat tinggal arka,


terimakasih untuk tiga tahun bersamaku.


__ADS_2