FAY, CINTA YANG KEMBALI

FAY, CINTA YANG KEMBALI
si Anak baru


__ADS_3

Suasana kantor agak rame pagi ini karena ada staff  yang merayakan ulang tahun,


dan  bawaannya menjadi incaran staff  lainnya, aku  tidak begitu tertarik


dengan  perebutan itu karena memang takut nanti berat


badanku akan naik setelahnya, karena biasanya aku kalap dalam proses tersebut,


hihihihi.


Si anak baru yang bernama dimas tidak ikut dalam proses perebutan itu, mungkin dia


masih jaim, kan anak baru. Dia focus pada layar komputernya dan mulai mengerjakan pekerjaannya.


Aku memandangnya tanpa sembunyi- sembunyi, wajahnya manis, lesung pipit yang


menggantung di pipinya menambah daya tariknya, belum lagi hidung bangirnya


hampir sempurna bertengger di wajahnya, aiihh kulitnya hitam legam dengan perawakan


yang tidak terlalu kurus, cukuplah, ku tebak berat badannya di 65-70 an,


mengingat dia punya ukuran badan yang lumayan tinggi, penilaian ku berhenti


ketika meja samping ku menyodorkan makanan , “ Hei bu asmen fokus amat lu


ngeliatin anak baru, ciee cieee cieee, ehem nih yee, nih gue ambilin snack buat


lu ngupi, biar tambah cerah muka lu, siapa tau ada yang nyantol , ye kan yekan. ”,


dwy memberikan 2 macam snack yangdibungkus dengan tissue


sambil memposisikan tempat duduknya disamping ku.


Sampai telepon di mejaku berdering, dari linda asisten pak direksi


yang meminta ku untuk ke ruangannya sekarang.


Aku  segera beranjak meninggalkan dwy yang masih asyik mengunyah

__ADS_1


dan  berlalu menuju  ruangan bos ku di lantai atas ,


untuk mendukung pengurangan berat badanku aku menggunanakan tangga darurat


dengan tidak memanfaatkan fasilitas lift.


Huft sampai juga depan  ruangan bos ku,


tapi sebelah ku kenapa ada dimas ya, apa dia juga dipanggil ,


gumam ku.


Aku melirik sekilas wajahnya dia menoleh sembari senyum  tipis ke arah ku, koq jadi deg- deg an ya,


tidak ku  balas  senyumannya , aku balik menghadap ke depan


sembari menunggu pintu direksi terbuka.


“Halo fay, dimas.  “ sapa pak agus , direksi ku yang ramah ,


“ Halo pak, selamat siang. “ jawab ku yang  juga mewakili dimas


gak sopan untuk ukuran anak baru didepan direksi nggak menyapa.


“ Silahkan duduk, saya ingin discuss beberapa hal penting dengan kalian ,


sebentar ya saya reply email dulu ya. “. Pak Agus beranjak mendekati kami setelah


selesai membalas emailnya.


“ Jadi begini fay, dim, kita kan dapat project order alat berat di kalimantan,


nah untuk proses kedatangan dan  setting  alat berat kita butuh team yang stay disana


selama alat tersebut terpasang  dan  berfungsi dengan baik, ya…mungkin sekitar 1 bulan,


saya menunjuk kalian untuk menjadi  koordinatornya  disana, fay kan sudah terbiasa jadi coordinator  lapangan, nah dimas saya harap kamu nanti belajar banyak dengan fay ya sebagai seniormu. “,


Aku masih mencerna ucapan pak agus dan  bergumam dalam hati

__ADS_1


“ kenapa harus dimas ya , kan dia anak baru,


kenapa tidak staff  lain yang sudah lama bekerja diberi  kesempatan ini , aneh …”


“ baik pak, itu kapan ya pak kami harus berangkat “ Tanya ku


sembari mencatat keinginan pak direksi .


“ awal  bulan depan, berarti seminggu lagi


ya, nanti akomodasi dan lain- lain biar diurus sama linda ya ,


kalian pelajari dulu tugas kalian disana dan koordinasi dengan team yang sudah ada disana ,


harus lancar ya. “. Dimas yang sedari tadi diam saja, aku jawil


“ dim, kamu nggak ada tanggapan? ”,


“ sementara nggak bu,saya akan mempelajari berkasnya dan mohon bimbingannya. ” jawab dimas


sambil memperlihatkan lesungnya.


“ Hah!! Anak baru koq bisa langsung dikirim gitu sih, enak amat dia,


kasian yg uda lama kerja kan gak dikasih kesempatan. “ complain rosi sewaktu kami chat


di WA grup hore.


“ Wahhh aku sih setuju banget , aiihhhh my dream is cometrue, lu bisa berduaan


doski terus doongg, aaahhhh semoga ya saaayyy. “ Indah terlalu ngebet untuk


urusan satu ini.


“ Ya ude jalanin aje, itung2 lu cari pengalaman baru juga kan di pedalaman sana,


tapiii yaa siapa tahu Indah bener, siapa  tauu kan yaaak, namanya juga usaha kuy. “ ita


berseloroh yang ku sambut dengan emotikon  melet.

__ADS_1


__ADS_2