
Suasana kantor agak rame pagi ini karena ada staff yang merayakan ulang tahun,
dan bawaannya menjadi incaran staff lainnya, aku tidak begitu tertarik
dengan perebutan itu karena memang takut nanti berat
badanku akan naik setelahnya, karena biasanya aku kalap dalam proses tersebut,
hihihihi.
Si anak baru yang bernama dimas tidak ikut dalam proses perebutan itu, mungkin dia
masih jaim, kan anak baru. Dia focus pada layar komputernya dan mulai mengerjakan pekerjaannya.
Aku memandangnya tanpa sembunyi- sembunyi, wajahnya manis, lesung pipit yang
menggantung di pipinya menambah daya tariknya, belum lagi hidung bangirnya
hampir sempurna bertengger di wajahnya, aiihh kulitnya hitam legam dengan perawakan
yang tidak terlalu kurus, cukuplah, ku tebak berat badannya di 65-70 an,
mengingat dia punya ukuran badan yang lumayan tinggi, penilaian ku berhenti
ketika meja samping ku menyodorkan makanan , “ Hei bu asmen fokus amat lu
ngeliatin anak baru, ciee cieee cieee, ehem nih yee, nih gue ambilin snack buat
lu ngupi, biar tambah cerah muka lu, siapa tau ada yang nyantol , ye kan yekan. ”,
dwy memberikan 2 macam snack yangdibungkus dengan tissue
sambil memposisikan tempat duduknya disamping ku.
Sampai telepon di mejaku berdering, dari linda asisten pak direksi
yang meminta ku untuk ke ruangannya sekarang.
Aku segera beranjak meninggalkan dwy yang masih asyik mengunyah
__ADS_1
dan berlalu menuju ruangan bos ku di lantai atas ,
untuk mendukung pengurangan berat badanku aku menggunanakan tangga darurat
dengan tidak memanfaatkan fasilitas lift.
Huft sampai juga depan ruangan bos ku,
tapi sebelah ku kenapa ada dimas ya, apa dia juga dipanggil ,
gumam ku.
Aku melirik sekilas wajahnya dia menoleh sembari senyum tipis ke arah ku, koq jadi deg- deg an ya,
tidak ku balas senyumannya , aku balik menghadap ke depan
sembari menunggu pintu direksi terbuka.
“Halo fay, dimas. “ sapa pak agus , direksi ku yang ramah ,
“ Halo pak, selamat siang. “ jawab ku yang juga mewakili dimas
gak sopan untuk ukuran anak baru didepan direksi nggak menyapa.
“ Silahkan duduk, saya ingin discuss beberapa hal penting dengan kalian ,
sebentar ya saya reply email dulu ya. “. Pak Agus beranjak mendekati kami setelah
selesai membalas emailnya.
“ Jadi begini fay, dim, kita kan dapat project order alat berat di kalimantan,
nah untuk proses kedatangan dan setting alat berat kita butuh team yang stay disana
selama alat tersebut terpasang dan berfungsi dengan baik, ya…mungkin sekitar 1 bulan,
saya menunjuk kalian untuk menjadi koordinatornya disana, fay kan sudah terbiasa jadi coordinator lapangan, nah dimas saya harap kamu nanti belajar banyak dengan fay ya sebagai seniormu. “,
Aku masih mencerna ucapan pak agus dan bergumam dalam hati
__ADS_1
“ kenapa harus dimas ya , kan dia anak baru,
kenapa tidak staff lain yang sudah lama bekerja diberi kesempatan ini , aneh …”
“ baik pak, itu kapan ya pak kami harus berangkat “ Tanya ku
sembari mencatat keinginan pak direksi .
“ awal bulan depan, berarti seminggu lagi
ya, nanti akomodasi dan lain- lain biar diurus sama linda ya ,
kalian pelajari dulu tugas kalian disana dan koordinasi dengan team yang sudah ada disana ,
harus lancar ya. “. Dimas yang sedari tadi diam saja, aku jawil
“ dim, kamu nggak ada tanggapan? ”,
“ sementara nggak bu,saya akan mempelajari berkasnya dan mohon bimbingannya. ” jawab dimas
sambil memperlihatkan lesungnya.
“ Hah!! Anak baru koq bisa langsung dikirim gitu sih, enak amat dia,
kasian yg uda lama kerja kan gak dikasih kesempatan. “ complain rosi sewaktu kami chat
di WA grup hore.
“ Wahhh aku sih setuju banget , aiihhhh my dream is cometrue, lu bisa berduaan
doski terus doongg, aaahhhh semoga ya saaayyy. “ Indah terlalu ngebet untuk
urusan satu ini.
“ Ya ude jalanin aje, itung2 lu cari pengalaman baru juga kan di pedalaman sana,
tapiii yaa siapa tahu Indah bener, siapa tauu kan yaaak, namanya juga usaha kuy. “ ita
berseloroh yang ku sambut dengan emotikon melet.
__ADS_1