
Sore harinya tanpa ku komando team hore sudah berkumpul dirumah ku,
rumah yang tadinya hening sontak ramai karena kedatangan mereka,
karena rosi dan Indah membawa serta anak- anak mereka, ibu dan ayah ku senangnya bukan main,
sementara anak- anak sibuk dengan ayah dan ibu ku yangsan gat memanjakan mereka,
para ibu- ibu berkumpul di teras belakang rumah untuk mengabsen oleh- oleh ku.
“ Oleh- olehnya banyak banget siihhh kan jadi enak eike “ ita berseloroh sembari mengunyah
kripik apel hasil oleh- oleh ku, “ so gimana liburan lu , asyik gak tempat- tempatnya, dapet gebetan nggak lu single trip gitu ?” Indah bertanya sambil asyik memilah- milah souvenir gantungan kunci ku
“ hmmm…tempatnya asyik banget,terutama ijen, baluran, kereeenn, dan gue gak sendiri koq disana, tiba- tiba
ada cowok yang nemenin “ aku berbisik ke mereka karena takut Ayah ibu ku dengar
“ whattt!!??” bersamaan mereka membalas ku
__ADS_1
“ sstttt jangan berisik dong ntar nyokap bokap denger nih, ember semua deh mulut lu pada “ ujarku dengan kesal
“ iya gue disana ketemu dimas, gue juga nggak tau kalo dia ternyata ikut trip itu juga,
entah gimana cara dialah ya, so kita ngetrip bareng lah, dan……” aku sengaja berhenti sejenak pada bagian ini, mereka serentak mendekatiku dan koor “ dan !??” ......... “ kami memutuskan jadian dan menikmatinya dengan cara kami masing- masing “ lanjutku.
“ wooowwwwww!” teriak mereka yang lagi- lagi mampu membuat anak- anak mereka kaget dan berhamburan menghampiri mereka
“ ada apa bunda ? koq teriak- teriak sih “ Tanya fadlan ke Indah
“ ohh gak apa- apa sayang, ini loh tante fay cerita serem jadi kita takut gitu, sana main lagi ya “ jawab
Indah, dan serta merta anak- anak itu kembali ke ruang tengah untuk bermain dan mengunyah,
“ iihhhh itu mah liburan asyik , uda pasti deh, wait maksudnya kalian menikmati dengan cara masing-masing gimana tuh? “ rosi bertanya serius kepadaku.
“ ya maksudnya usia kami kan terpaut jauh kan, nikmat ku belum tentu sama dengan dimas, visi dan misi hubungan kita juga gak semua sama karena itu, jadi aku uda ngomong sama dimas kalau nanti aku akan selalu tanya kejelasan hubungan ya dia harus terima, karena memang di usia sekarang kan gue bukan lagi
yang pacaran gitu kaya anak- anak muda, tujuan gue pasti cepet- cepet marriedkan, dan yang harus dimas siapkan mentalnya adalah keluarga, belum tentu kan keluarganya bisa menerima gue. “ jelas ku ,
__ADS_1
Indah menimpali “ gue setuju ama lu fay, emang harus gitu, jadi ribut didepan daripada ribut dibelakang kan “ , rosi yang sedari menyimak sambil manggut- manggut mulai angkat bicara “ hhmmm…semoga nggak rumit ya, secara derajat keluarga juga kan beda, kita mah kan kaum jelantah kan, dia mah ningrat ya nggak sih, tapi kalo cara berpikir keluarganya moderat sih harusnya bisa nerima lu fay, kan bokapnya uda tau dong lu like what secara lu uda kerja ikut bokapnya lumayan lama kan, jadi buat bokapnya dimas lu tuh bukan orang asing, uda bisa mengukur kapasitas lu .” rosi ada benernya aku pikir.
Keseruan team hore berakhir pada jam 7 malan, anak- anak sudah terlihat mengantuk ketika mereka pamit pulang kepadaku.
“ tante kita pulang dulu ya “ vico mewakili teamnya berpamitan kepadaku,
vico adalah anak rosi usianya 5 tahun sedang kakaknya si oyi usia 8 tahun, anaknya
Indah fadlan berusia 5 tahun dan azza 7 tahun, azza wanita satu-satunya di team
hore junior kalau kita sedang kumpul, ku peluk mereka satu persatu “ give me hug sweety “ .
Selesai dengan team hore, aku membantu ibu membereskan rumah ,
setelahnya aku masuk ke kamar, lelah ku belum usai sehabis liburan. Hp ku
mengirim sinyal bunyi pesan masuk, ku buka dari team hore yang mengabarkan
bahwa mereka sudah sampai rumah masing- masing, dan ada dari dimas yang
__ADS_1
mengucapkan selamat tidur dengan di sertai emoticon “ love “, kubalas dengan
emoticon yang sama.