FAY, CINTA YANG KEMBALI

FAY, CINTA YANG KEMBALI
kami berhak bahagia


__ADS_3

Sambil menunggu hari kelahiran anak ku aku sesekali masih mengunjungi dimas,


progress kesembuhan dimas meningkat kata dokter ini karena kunjungan ku,


hanya aku yang saat ini bisa membantu dimas, dimas sudah mulai bisa diajak bicara dan


mengingat .


Aku merasa sepertinya aku akan  melahirkan, sejak pagi aku sudah bolak balik ke kamar mandi,


aku intens chat dengan team hore mengenai kondisiku,


“ fay, gue uda di depan rumah lu, semua kebutuhan lu masukin tas,


ayo gue anter ke rumah sakit, lu uda harus masuk ",


rosi menjemputku di rumah, aku tidak tahu dimana arka, dia tidak pernah lagi


memberitahuku ketika pulang terlambat, aku  hanya mengirim pesan singkat kepadanya dan


orang tuaku, aku memang sudah mempersiapkan sendiri sejak awal untuk persiapan


melahirkanku di bantu team hore, aku sendiri yang memilih rumah sakit ,


perlengkapan baby dan lainya pun ku persiapkan sendiri,


aku tahu aku tidak bisa mengandalkan arka.


Dan aku sekarang disini, di kamar VIP yang aku pesan, sendirian,


arka tidak membalas chatku, ibu kusuruh besok saja datangnya,


perutku sedari tadi sudah mules dan sakit, dokter menyarankan untuk cesar mengingat kondisi dan usiaku,


aku menurut saja, mana yang terbaik.


Paginya aku bersiap untuk operasi cesar, ibu dan team hore datang


untuk menemani proses ku melahirkan, aku tidak melihat arka maupun orangtuanya,

__ADS_1


perawat mendorongku menuju ruang operasi, dokter sudah bersiap begitu aku


datang, ada beberapa orang disana, ada 1 orang yang berada disamping ku dan


menggenggam tangan ku, mengusap rambut ku, ku pikir perawat yang sedang


menenangkan, aku sudah di suntik bius, aku masih tersadar melihat mata di balik


masker yang sedang menggenggam tanganku, matanya dimas, dan aku sudah tidak


sadar setelahnya.


Aku baru bisa membuka mataku setelah 3 jam, kesadaranku belum pulih ,


lamat- lamat aku bisa melihat ibu, ayah dan team hore, mereka tersenyum


melihatku sudah bisa membuka mata,


“ hai fay, welcome momy, anak mu gantengnya bikin ngiler “ ,


indah mencium pipi ku, dan menyusul yang lainnya,


“ Terimakasih nak, sudah bertahan sampai dengan detik ini, terimakasih sudah


memberi cucu yang ganteng ke ayah ibu ”, ibu mencumiku bertubi- tubi, bahagia


ku di kelilingi oleh mereka , ini sudah cukup bagiku, meskipun aku celingak


celinguk juga karena penasaran, aku benar- benar seperti melihat dimas tadi


sebelum hilang kesadaran karena bius, ida menghampiri ku dan berbisik,


“ gak usah nyari- nyari tadi betul dimas yang mendampingi kamu melahirkan,


dia juga yang mengaadzani anak mu, kayany dia uda tahu kalau itu adalah anaknya,


tapi tadi dia pamit harus segera pergi karena banyak urusan yang harus di


selesaikan, aku melihatnya dia sudah lebih sehat dan penuh semangat fay .”

__ADS_1


ternyata benar itu tadi dimas, aku bahagia.


Malamnya dimas datang membawakan bunga untuk ku, aku tersipu malu,


kami seperti pasangan muda mudi yang sedang berpacaran,


“ hai, kamu gimana kondisinya ?” dimas mendekatiku.


“ Baik dim, terimakasih ya sudah menemaniku tadi pagi  ”,


dimas memegang tanganku dan mengecup keningku “ ,


hmmm arka datang menemuiku, dia sudah mengatakan semuanya ,


aku juga sudah bicara dengan ibu dan ayah juga mama,


aku akan segera membantu arka mengurus perceraian kalian dan setelah selesai masa idahmu


nanti, aku akan melamarmu, aku tidak akan melepaskanmu lagi, aku dan kamu


berhak bahagia, dan aku juga sudah selesai mengurus perceraianku,


jadi ketika aku sakit dia menggugat cerai aku,mungkin Tuhan memudahkan jalanku buat bersatu sama kamu,


kamu tuh jodoh aku meskipun harus mampir- mampir toh tujuan kita akhirnya sama dan bertemu sayang... ”,


aku kaget sekaligus bahagia, dalam 3 jam waktu operasiku banyak hal yang terjadi,


dan dimas telah menyelesaikan semuanya, aku menangis terharu,


aku tergugu, aku tak menyangka endingnya akan seindah ini,


aku takut jika ini hanya mimpi.


Aku duduk dan memeluk dimas, aku mencintai pria ini dan tidak mau kehilangan lagi,


tapi dimana arka, “ dim, arka dimana? aku mau ketemu sama dia,


biar bagaimanapun juga saat ini dia masih suamiku “, dimas mendelik melihat ku,

__ADS_1


ahai cemburu dia, aku tersenyum geli.


__ADS_2