
Arka pulang hari ini, aku sengaja bilang akan menjemputnya, iya aku sendiri yang
akan menjemputnya. Aku menunggu arka di pintu kedatangan, aku melihatnya dari
kejauhan, dia sudah tersenyum manis kepadaku, ah arka ku apalagi yang harus
kuragukan kepadamu, arka membentangkan tangannya, aku masuk kedalam pelukannya,
bukankah cinta juga butuh sandiwara, cinta juga butuh dipaksakan dan cinta harus mau berkorban.
Sebulan setelah arka pulang dari Pontianak kami memutuskan
untuk menikah, aku pikir sudah tidak ada yang harus aku pertimbangkan lagi, aku
hanya meminta ke arka untuk membuat perayaan sederhana saja, ayah ibu bahagia
sekali mereka terharu melihat aku akhirnya menikah, team hore setia
mendampingiku mereka tahu perasaanku yang sebenarnya, tapi doa terbaik dan
support dari mereka memantapkan langkahku untuk memasuki babak baru dalam
hidupku.
Aku dan arka menempati rumah tinggal arka, dia memang sejak belum menikah sudah
memiliki rumah, aku bisa melihat betapa bahagianya arka, aku telah sepenuhnya
menjadi miliknya lahir dan bathin, arka sebenarnya tidak memperbolehkan ku
bekerja tapi aku memaksa untuk tetap bekerja karena takut bosan jika terlalu
lama dirumah.
Aku tampil menjadi istri yang baik untuk arka,
aku selalu membekalinya makan siang untuk dikantor
dan sebisa mungkin aku sudah dirumah ketika dia pulang kerja,
bahkan ketika dia meminta haknya sebagai suami
aku tidak pernah menolak, aku mencoba menjalaninya
__ADS_1
dengan enjoy, tidak usah bertanya tentang cinta,
buatku tidak selamanya cinta bisa membuat bahagia,
arka juga tidak menuntutku mengenai keturunan, setelah satu tahun usia
pernikahan kami arka pindah kerja,
dia mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.
Setahun perjalanan pernikahan kami belum ada tanda-tanda kehamilanku,
aku sudah pernah mengajak arka untuk sama- sama periksa ke dokter untuk bisa lebih lanjut proses program
hamil, tapi entah kenapa arka selalu menolak dengan berbagai macam alasan.
Untuk dimas sejak kejadian terakhir di kantornya aku sudah putus komunikasi
sama sekali, dan aku juga tidak mau mencari tahu tentang dia, hanya sesekali
aku stalking IG nya, aku pikir saat terakhir ketemu adalah pertemuan terakhirku dengan dia,
aku tidak mau menyakiti arka.
aja sih dan kita diharapkan hadir bersama pasangan atau keluarga masing- masing, kamu ikut ya .” ,
aku mengiyakan, biarlah aku mengenal juga teman- teman arka di kantor barunya.
Sabtu aku sudah berdandan rapi dan tampil cantik
untuk menjadi pendamping arka di acara gathering kantornya,
ini pertamakali arka membawaku ke dalam hubungan sosial pekerjaannya,
ramai sekali suasana, karena beberapa staff membawa keluarga mereka,
jadi banyak anak kecil yang berseliweran kesana kemari, lucunya mereka.
Arka menggandengku dan memperkenalkannya ke beberapa temennya,
tanpa aku sadari arka sudah menarikku kembali untuk diperkenalkan ke rekannya,
“ sayang kalau yang ini kamu gak usah aku kenalin ya, pasti kenal kan the one and only bos keren kita “
__ADS_1
dug!, dimas ada di depanku, kulihat dimas pun kaget berhadapan kembali dengan ku,
aku gagap menyapanya “ oh, hai pak dimas apa kabar ?” kujabat tangannya,
dimas yang bengong segera tersadar dan menjabat tanganku cepat,
“ oh hai , baik, kalian baik- baik kan ?” ,
arka menyahut “ iya pak kami baik- baik pak, dan bu fay ini sudah jadi tulang rusuk saya pak ”,
arka menjelaskan “ oh ya, selamat ya, semoga berbahagia, maaf saya permisi dulu
ya , saya harus menemui pak andy.”, “ oh ya silahkan pak “ orang yang disebut
dimas adalah direktu dimana arka bekerja.
“ kenapa ada pak dimas ya, apa hanya kebetulan dia juga kenal dengan pak andy ya .”
arka bergumam sendiri, sedangkan aku sibuk menata hatiku,
orang yang tidak ingin aku temui meskipun sela- sela hatiku memungkirinya,
meskipun rongga kerinduanku masih menganga untuk sosoknya,
meskipun tidak mau tahu tentang dimas toh pandanganku mengekor ketika dimas pergi,
setelah bertemu dimas aku memilih duduk saja dari pada aku berjalan- jalan dan bertemu dengannya lagi,
aku beralasan capek dengan arka dan kubiarkan dia pergi berkeliling ke tenant- tenant yang tersedia.
Tidak lama arka kembali dan mengajakku pulang.,
“ ternyata pak dimas itu akan menikah dengan anak pak andy, aku tadi dengar dari
staff lainnya, wah dua perusahaan besar akan bersatu .” arka menjelaskan kepadaku,
aku terdiam, demi apa aku harus bersedih, tidak ada yang perlu aku tangisi kan,
aku sudah punya arka dan dimas akan menikah dengan perempuan pilihannya,
cerita kami telah selesai, meskipun ada gamang dalam hatiku,
mendengar dimas akan menikah.
__ADS_1