FAY, CINTA YANG KEMBALI

FAY, CINTA YANG KEMBALI
hanya ini yang aku bisa lakukan saat ini untuk kamu


__ADS_3

Hari ini begitu banyak email yang harus aku cek, ruangan ku sudah sepi tinggal aku


sendiri waktu menunjukkan jam 19.00, aku menyudahi pekerjaan ku, keluar menuju


tempat parkir aku dikejutkan sebuah mobil yang tiba- tiba berhenti di sampingku,


kaca mobil terbuka, seseorang memanggilku “ boleh minta waktu mu sebentar ? naiklah .”


aku agak ragu kemudian membuka pintu mobil dan duduk disamping dimas,


aku tidak tahu dimas membawa ku kemana, kami terdiam selama perjalanan.


Sampai mobil berhenti di sebuah gedung apartemen, aku tahu itu adalah apartemen dimas,


dimas keluar mobil dan beralih membukakan pintu untuk ku.


“ Aku butuh waktu mu sebentar tapi aku nggak tahu mau bicara dimana, bisa di


apartemenku saja , aku sudah memesan makan malam untuk kita “ jelas dimas,


aku keluar dan mengekor langkahnya.


Dimas membuka pintu apartemennya dengan key card, dia mempersilahkan aku masuk dahulu,


rapi sekali apartemennya untuk ukuran cowok, apartemen yang mewah ,


ada 2 lantai, sangat nyaman, aku melangkah mendekati jendela ,


pemandangan yang menakjubkan dari atas sini, barisan gedung- gedung bertingkat,


hamparan bintang dan bersinarnya bulan dengan bulatan yang penuh,


sungguh pemandangan yang mahal buat ku, lama aku terpesona dengan pemandangan sampai lupa kalau aku sedang berada di apartemen dimas, aku merasa seseorang memeluk ku dari belakang,


dimas memelukku dan menyandarkan kepalanya dipundak ku,


ini adalah posisi paforitnya ketika sedang galau, aku membiarkannya,


ku angkat tangan ku untuk mengelus- elus rambut dimas,


ku dengar dia terisak, kubiarkan dimas melepas lelah dan sedihnya,

__ADS_1


aku perlahan menghadapnya dan meraih kepalanya dipelukanku,


ku usap lembut pundaknya, dimas terisak dipelukanku…aku bisa merasakan kehilangannya,


kami tidak perlu banyak bicara, kubiarkan dimas sampai tenang, perlahan dia menarik kepalanya dari


pelukanku, ku hapus sisa air matanya, ku belai rambutnya.


“ makan dulu yuk dim, energi mu barusan terkuras kamu butuh asupan “ ku gandeng dimas menuju meja


makan dengan makanan yang sudah tersedia, ku siapkan makanan untuk dimas


dan menaruh piring yang sudah terisi makanan didepannya,


kemudian aku menyendok nasi dan lauk untuk ku sendiri.


Dimas makan dalam diam, aku terheran kenapa dimas sangat terpukul sekali,


tatapannya kosong, dia memang memakan makanannya sampai habis tapi tanpa ekpresi,


setelah menenggak habis minumnya aku menyingkirkan piring dimas dan membawanya ke pantry,


aku menghampirinya “ dim, kamu mandi dulu , ganti baju biar enakan badanmu ya…”


ku elus lembut rambutnya, aku benar- benar memperlakukan dimas seperti anak


kecil, sepertinya dimas memang sedang butuh perhatian ekstra.


Dimas beranjak ke kamar mandi, aku membuka lemarinya untuk menyiapkan baju yang nyaman untuk dia


tidur.


Dimas keluar hanya dengan memakai handuk, kusodorkan baju ganti untuknya,


aku keluar kamar untuk memberi ruang ke dimas berganti pakaian.


Ku tunggu sampai 10 menit tidak ada pergerakan,


aku masuk kembali ke kamar, ku lihat dimas sudah terbaring kembali di ranjangnya,


kudekati dia menggeser tempatnya aku duduk di sampingnya “ Tidurlah dim, aku akan pulang kalau kamu sudah tidur “  ku elus- elus rambutnya, dimas melingkarkan tangan ke perutku, aku membiarkannya,

__ADS_1


Dimas rapuh sekali saat ini, tidak lama kemudian dimas sudah tertidur,


tapi tangannya masih melingkar ketat di tubuhku, aku mecoba untuk melepaskannya,


dia malah memperketat pegangannya, sepertinya aku tidak akan bisa pulang malam ini,


aku ikut merebahkan tubuhku di samping dimas, aku pun lelah hari ini.


Keesokan paginya aku terbangun dan mendapati dimas sudah terbangun sambil memandangku.


“ hai, pagi…thanks ya uda mau aku ganggu waktu mu …maaf kalau aku memaksakan kamu


kesini, aku hanya tidak tahu mau kemana dan ke siapa, yang ada dipikiran ku saat


itu cuma kamu, jadi aku datang ke kamu . “ , ku tatap mata dimas,


ah masih ada cinta disana, disaat aku sudah mulai bisa melupakannya.


Aku tersenyum dan beranjak dari sisi dimas “ Dim, aku pulang ya…, aku nggak bawa baju ganti, see


aku tidur masih pake baju kerjaku kemarin, nggak nyaman banget ini “ ujar ku sambil meringkesi tas kerja ku,


dimas bangun dari tidurnya, dan mengambil blazerku, menghampiriku dimas meraih tubuhku dan mengenakan blazer ke tubuh ku, aku dapat mencium aroma tubuh dimas, aku tidak boleh tergoda…dimas mendekatkan


wajahnya ke wajahku, aku tertunduk, dimas meraih wajahku dipaksanya aku untuk menatapnya,


“ Maaf ya, waktu itu ayah sakit dan aku harus membawanya ke Singapore untuk pengobatan,


selama itu juga aku yang merawat ayah dan mengurus semua pengobatannya,


sedari kecil aku dekat sekali dengan ayah, pada saat momen ayah sakit aku tidak mau meninggalkan beliau seharipun, aku sedih ketika kamu mengajukan resign, aku marah besar ke HRD kenapa semudah itu meloloskan kamu, tapi aku bisa apa, kamu sudah memberikan ultimatum dan aku tidak bisa melakukannya, aku pasrah,


aku ikhlas jika kamu ingin lepas dariku, kalau inginku kamu tetap bersamaku beri aku waktu sampai setahun ini untuk menyelesaikan semua peninggalan ayah setelah itu aku akan melamarmu,


itu yang bisa aku janjikan kepadamu, tapi apun keputusanmu aku terima. “  dimas melepaskan pegangannya di bahuku, aku menatap dimas kemudian berlalu “ aku pulang dulu dim….”. dimas menatap dan


melepaskan kepergianku dengan penuh tanda tanya, aku harus jujur jika perasaanku


ke dimas sudah tidak seperti dulu. Biarlah waktu yang menjawab hubunganku


dengan dimas, saat ini aku hanya ingin focus ke pekerjaan baruku.

__ADS_1


__ADS_2