
Waktu terus berlalu dan aku harus memberikan jawaban ke arka,
besok adalah waktunya,
aku tadi sudah chat arka untuk
menjemputku pulang kerja nanti, aku sengaja tidak bawa mobil hari ini,
akan aku selesaikan secepatnya drama cintaku.
Keesokannya sepulang kerja arka sudah menjemputku, dia berpakaian rapi sekali,
sepertinya dia sengaja bawa ganti baju untuk acara bertemu dengan ku hari ini,
ah arka aku belum bisa membuka hati untukmu, tolong bantu aku.
Arka turun untuk membukakan pintu mobilnya untuk ku,
aku masuk sambil tersenyum paling manis yang aku usahakan.
Kami telah duduk berhadap- hadapan,
“ arka…mungkin saat ini aku belum bisa untuk jatuh cinta sama kamu, tapi aku
harap dengan berjalan bersama aku bisa menemukannya, tapi jika nanti dalam
proses perjalanan kita dan kita memang tidak berjodoh aku harap
kita bisa sama- sama menerima kondisi itu,
begitu juga dengan keluarga kita,
kamu bisa menerimannya ar ?”,
aku telah memutuskan dan menunggu jawaban arka, kulihat mata itu berbinar bahagia,
biar lah aku dicintai tanpa haruslebih dulu mencintai.
“ Aku bisa menerimanya, kelak jika kita belum berjodoh aku pun akan legowo untuk menerimanya begitu juga
keluarga ku kak, terimakasih atas kesempatannya ya. ”, aku tersenyum geli,
Arka begitu bahagia, kami melanjutkan dengan makan malam dan ngobrol santai
untuk bisa mengenal satu sama lain.
Aku masih belum bisa membuka hati untuk arka, aku hanya menjalani saja yang tersedia,
apakah aku salah, aku pikir ini adalah ikhtiar, bukankan tidak semua keinginan harus sesuai ekspetasi kita ?,
gawai ku berbunyi ada pesan masuk, “ malam ini ada waktu, bisa dinner bareng ?” dari dimas,
kujawab dengan berat hati tetapi harus aku lakukan,
“ aku ada waktu, tapi sekarang jika ingin keluar apalagi dengan laki- laki lain setidaknya aku harus ijin
arka…”, dimas membaca pesanku, tapi dia tidak membalasnya.
Hari ini perusahaan dimas memanggil kami untuk pembahasan lebih lanjut dari penawaran perusahaanku,
aku sudah menghadap ke pimpinan jika untuk selanjutnya harus kembali ke team marketing,
karena keterlibatanku hanya untuk menarik minat mereka, dan dari pimpinan setuju.
So marketing lah yang berangkat kesana.
Satu jam kemudian, manajer marketing pak kunto menelpon ku,
“ bu fay, please help us, dari pak dimas tidak mau jika team marketing ganti ,
karena dia merasa sudah discuss diawal dengan ibu,
__ADS_1
jadi maunya orangnya tetap sama yang menindaklanjuti sampai selesai nanti,
ini saya sudah discuss dengan boss , khusus project ini ibu yang akan handle, dengan
konsekuensi bonus marketing di penjualan ini akan masuk ke ibu".
Aku menarik nafas panjang, aku merasa dimas sedang menyalahgunakan haknya sebagai buyer,
“ baiklah pak, untuk yang ini saja ya pak, saya akan berangkat dan team yang sudah disana suruh kembali saja pak, tinggalkan 1 orang untuk notulen saya.” . aku berangkat ke PT Barata.
Sampai disana kulihat lala dari marketing menungguku di pintu masuk,
“ halo bu fay, maaf ya bu mereka maunya sama yang presentasi kemarin supaya lebih mudah followup katanya, aku hanya mengangguk kemudian bergegas menuju ruang meeting mereka,
lala membuntuti langkahku dengan setengah berlari, setibanya disana, ruang meeting masih kosong,
mungkin karena menungguku mereka
ganti kembali ke ruang masing-masing.
Tidak lama kemudian dimas dan
manager accounting datang, aku sekilas bertemu pandang dengan dimas,
aku mengulang melihatnya karena kulihat
penampilannya agak berbeda, oh dia
merubah potongan rambutnya,
kelihatan lebih fresh, aku tersenyum kecil,
kenapa aku bahagia bisa melihat dimas ,
ku tercengang dengan perasaanku dan segera menepisnya.
Pembahasan adalah di seputar negosiasi dan system pembayaran,
lala diajak manager marketing untuk merevisi draft surat kontrak kerja di ruang printer,
aku pura- pura sibuk dengan laptop ku, untuk menghindari bersitatap dengan dimas,
kulihat melirik dan dimas sedang memperhatikan ku,
“ ada apa pak? Ada yang mau dibahas lebih lanjut, kualihkan pandangan ku ke matanya" ,
“ oh nggak, aku hanya kangen aja sama kamu, kalau sekarang bisa cuma lihat saja ya uda aku nikmatin aja buat
ngelihat kamu, salah ?” , aku memandang dimas dengan pandangan lelah,
“ sebahagia kamu aja dim, kamu sudah tahukan kalau aku sudah sama arka, jadi tolong hargai itu ” ,
Aku merengut dengan dimas, tapi kami sama-sama tidak bisa menutupi kalau kami sama- sama kangen,
dimas berjalan ke arahku dan duduk disampingku,
dia duduk santai meluruskan kakinya membuka laptopnya,
dan mulai bekerja. Kami sama- sama asyik bekerja dengan laptop masing- masing,
tanpa menyadari ada seseorang masuk ke ruangan, arka...
dia tersenyum kepadaku,aku sedikit kikuk demi melihat aku dan dimas duduk bersebelahan,
“ sorry pak dimas mengganggu, saya mau ambil berkas yang sudah di tandatangani karena berkas harus dikirim segera “ dimas melongok ke arka, “ oh sorry, saya lupa serahkan ke linda, kamu bisa ambil ke linda ya, saya sudah suruh dia ambil ke ruangan.” “ baik pak, terimakasih , permisi ".
Arka berlalu dari ruangan . dimas menatapku,
“ kamu yakin bisa mencintai arka, aku rasa dia bukan tipe mu .” dimas berseloroh,
tidak kutanggapi omongannya, aku yakin dimas sedang cemburu dan sedang tidak rela
__ADS_1
jika aku jadian dengan arka, tidak lama kemudian lala datang,
“ sudah selesai bu, nanti dari PT Barata akan mengirim SKK yang sudah di sign pak dimas ”,
Jelas lala, aku beranjak untuk mengemasi barang- barangku, selesai berkemas aku pamitan dengan dimas,
“ pak dimas kami pulang dulu terimakasih atas waktu dan kesempatan semoga kerjasama kita
berjalan dengan baik “ aku menyalami dimas,
dia menangkap tangan ku dan menggengam sedikit lebih lama, aku melepaskannya
dan berlalu dari tempat itu, dalam perjalanan lala membahas sosok dimas,
“ duh bu fay pak dimas gantengnya maksimal banget ya, gayanya cool abis, idaman
banget ya, udah punya pacar belum sih dia bu ?” lala bertanya kepadaku,
“ aduh aku kurang tahu ya la, kamu tanya aja sama sekretarisnya " ,
“ masak sih bu, kayanya ibu sama pak dimas deket deh, aku iri deh cara memandang pak dimas ke ibu tuh kaya
ada magnetnya gitu, dia kaya terpesona sama ibu deh ” ,
aku ngakak dengan pembicaraan lala, “ kamu tuh ada aja sih istilahnya, ya wajarlah
kami dekat kan dulu aku kerja disana, itu kenapa bos nyuruh aku yang
market awal dulu.” Lala seperti bisa memaklumi penjelasan ku dan berhenti bertanya tentang dimas,
aku masih menata hatiku setelah bertemu dimas tadi.
Sore ini aku meetup sama team hore,aku butuh hiburan dan advise dari mereka,
mereka sudah tahu kalau aku telah menerima arka,
yang mereka belum tahu adalah hatiku belum beralih dari dimas,
ketika aku menjelaskan perasaanku, mereka saling memandang, rosi yang merasa paling dewasa
membuka pembicaraan. “ fay, akupaham perasaan kamu, kendala di usia pasti juga
mempengaruhi keputusanmu, dan koq ya ngepasin banget mereka datang dengan kondisi dan posisi yang buat kamubingung, kalo gue kasih saran,
follow your heart honey, ikutin kata hatimu,
jika ada pilihan maka pilihlah, kecuali kalau kamu tidak ada pilihan,
tapi ketika yang ingin kamu pilih tidak bisa memenuhi semua keinginanmu
ya kamu harus terima, semua ada resiko yang harus di tanggung, arka dia bisa
memenuhi target tujuan dari sebuah hubungan tapi kamu nggak cinta, dimas dia
belum bisa memenuhi target mu tapi kamu cinta, kan ada konsekuensinya semua,
tinggal kamu mau enyahkan perasaan atau nggak, gitu aja, ini pasti gak simple
fay gue tahu…”,
indah menimpali “ iye…ikutin kata hati lu, mana yang membuat lu
bahagia dan yakin itu yang harus lujalanin fay, menikah itu bukan buat 1-2
hari doang, kan kita penginnyaseumur hidup.” Aku terdiam mendengar nasihat
mereka,
ita yang sedari tadi terdiam memelukku “ kamu berhak bahagia fay….”
Ujarnya, entah kenapa aku jadimelo…kami bertiga berpelukan kemudian tertawa,
__ADS_1
begitulah kami yang tidak bisaterlalu lama bersedih, akan menjadi aneh jika
kami berlama- lama melo.