
Masa idahku telah selesai, dimas melamarku secara resmi ke ibu dan ayah,
orangtua kami telah menentukan hari pernikahan kami, dimas ingin secepatnya,
dan minggu depan sudah ditentukan, semua di urus oleh wedding organizer,
dimas ingin dirayakan sebaik mungkin,aku hanya di suruh fitting baju saja.
Tiba harinya, aku dan dimas melangsungkan pernikahan di gedung mewah,
dimas tidak menyembunyikan andra, dia memperkenalkan anak kami,
aku bahagia sekali, ayah ibu, team hore dan mama papa arka juga datang memberikan restunya,
hanya arka yang tidak kelihatan, aku tidak pernah bertemu arka sejak melahirkan,
arka seperti pergi dan menghindariku, mungkin untuk saat ini lebih baik seperti ini,
kelak aku yakin aku akan bertemu dengannya.
Acara pernikahan berjalan lancar, dimas mengundang kolega dan teman- temannya,
sungguh pesta yang mewah menurutku, aku tidak tahu berapa yang dimas keluarkan untuk acara ini,
dia tidak pernah mau menjawab jika kutanya jawabannya selalu,
" kamu itu tidak bisa aku lampaui nominalnya ".
Selepas acara, dimas membawa kami kerumahnya,
aku lelah sekali rasanya , acara pernikahan selesai sampai malam,
aku harus ganti sampai 5 baju, mungkin karena usiaku yang sudah tidak lagi muda.
Setelah menikah dimas memang memboyongku dan andra ke rumahnya,
sudah lengkap ada baby sitter dan asisten rumah tangga lainya,
dimas sudah tidak memperbeolehkan ku bekerja, andra sudah tertidur dikamarnya,
__ADS_1
sebelum masuk kamar, aku sebentar melihatnya, nyenyak sekali tidurnya,
disampingnya mb yem tertidur sambil duduk, ku bangunkan mb yem dan menyuruhnya
agar tidur di bed yang sudah disediakan di samping andra, malam ini sepertinya
andra harus tidur bersama mb yem, karena aku yakin dimas akan meminta haknya
malam ini meskipun aku tahu diapun lelah.
Dimas selesai mandi, dan dengan santainya dia bertelanjang tanpa sehelai kain ketika keluar,
aku jenngah melihatnya, segera kusambar handuk dan masuk ke kamar mandi,
dimas hanya terkekeh melihatku , aku keluar dari kamar mandi dan melihat dimas sudah memakai celana boxer dan masih bertelanjang dada, dia sedang pura- pura asyik dengan HP nya,
aku tahu dia hanya pura- pura, karena matanya mengikuti langkah ku,
aku pura-pura cuek dengan penampilan dimas meskipun dadaku berdebar hebat,
aku menuju ke nakas untuk mengambil hair dryer dan mengeringkan rambut,
belum sempat ku raih hair dryer kulihat dimas beranjak dan dia pasti mau menghampiriku,
dia tahu aku sedang mengerjainya, dimas menangkap dan memelukku dari belakang,
“ terimakasih ya, untuk semuanya, untuk mau menemani kesakitan ku,
untuk mau menerima ku menjadi suamimu dan menjaga benih cinta kita di rahim mu tanpa kehadiranku “,
dimas mulai menciumi leher dan telingaku, tanganku sudah merinding dibuatnya,
“ dim, aku belum mengeringkan rambut “, aku mencoba melepaskan diri dari pelukan dimas,
tapi rasanya percuma, dia sudah lebih kuat memelukku dan lama- lama aku mulai terbawa,
ku balikkan badan untuk menghadapnya, dimas mulai mengecup bibir ku perlahan,
aku mulai membalas ciuman panasnya dan memindahkan tanganku ke lehernya,
__ADS_1
tangan dimas sudah bergerilya melepas piyamaku, aku sudah menggelinjang ketika dimas mulai menyentuh tubuh
telanjangku dan meremas dadaku, dia menaikkan badanku ke atas perutnya,
dan mulai melancarkan kembali aksinya, di ciumi dan dihisapnya dadaku kuremas rambut dimas demi menahan hasratku, kubiarkan dimas mencumbuku, sampai akhirnya dimas membawaku ke ranjang mewahnya,
dan melepas celana satu- satunya yang menempel ditubuhnya,
dimas mencumbui seluruh tubuhku tidak ada yang terlewat,
kami menuntaskan hasrat dan kerinduan kami dan melakukannya berkali- kali sampai kami sama- sama lemas.
Dimas tertidur dengan membawaku kedalam pelukannya, nyaman sekali berada di pelukan dimas,
mungkin inilah pelabuhanku yang terakhir dan Tuhan telah mengembalikan posisiku ke sebenarnya meskipun
dengan proses yang tidak mudah, tetapi akhirnya cinta kembali ke asalnya.
Sudah 3 bulan aku menjalani pernikahan dengan dimas, dimas tidak mengijinkan ku untuk
bekerja, aku hanya boleh fokus pada andra dan dia, terkadang ibu mengadakan pertemuan dengan
sahabat- sahabatnya yang sudah pasti mama arka juga ada, aku meminta ijin dimas
untuk ke rumah ibu membawa andra supaya mama arka juga bisa melihat andra dan
ikut menimangnya, aku hanya mendengar dari cerita mama kalau arka pindah kerja
di Singapore, dia memilih menjauh untuk melupakanku dan menghindariku, mungkin
ini adalah yang terbaik untuk aku dan arka, aku tetap ingin mempunyai hubungan
baik dengan arka, bagaimanapun juga kami pernah menjalin rumah tangga.
Aku berharap rumah tanggaku dengan dimas adalah yang terakhir,
semoga cinta kami tetap abadi sampai maut memisahkan.
__ADS_1
TAMAT
( terimakasih yang sudah mampir untuk membaca karya pertama ku ini, semoga sudi untuk like dan ditunggu masukannya ya . )