
Ketika bangun arka sudah tidak ada, sepertinya semalam dia tidak tidur disini,
aku beranjak keluar untuk mencari arka, kulihat mobilnya masih, berarti dia masih dirumah,
ku lihat sofa juga tidak ada, iseng aku membuka kamar tamu, kulihat arka tertidur disana.
ku tutup kembali pintu kamar tamu, entah kenapa hatiku sakit mendapati arka
tidur tidak di kamar kami. Aku tidak mau ambil pusing, aku melangkah ke dapur
untuk membuat sarapan pagi, tidak lama ku dengar derit pintu kamar tamu terbuka,
itu berarti arka sudah bangun, dia melangkah ke kamar mandi tanpa menyapaku,
padahal kalau tahu aku sedang masak dia selalu memelukku dari belakang,
entahlah mungkin dia kecewa karena aku selingkuh dengan dimas,
aku harus bisa menerimanya.
Arka selesai berpakaian menuju meja makan, dia diam sedari tadi,
dia memang memakan makanan yang aku sediakan, tapi mulutnya diam seribu bahasa,
seolah- olah aku tidak ada disana, “ ar, are you okay ?” tanyaku,
arka memandangku, tatapan matanya kosong tidak bergairah,
“ ya, aku baik- baik saja “, arka menjawab kemudian beranjak mengambil tas kerjanya dan keluar tanpa
pamitan kepadaku. Hari ini aku harus kembali bekerja, aku juga bersiap- siap untuk berangkat.
Seharian ini tidak ada chat atau telpon dari arka, biasanya setiap hari dia selalu
mengingatkan ku makan, banyak minum, istirahat atau sekedar mengajak makan
siang keluar. Hmm….kenapa dengan arka, lalu kenapa aku merasa ada yang hilang,
apakah aku sudah membuka hati untuk arka, lalu dimas ? , ah dimas akan
melangsungkan pernikahan dengan gadis pilihan orangtuanya, iya karena mereka
dijodohkan secara bisnis, begitulah sekilas cerita dimas jika ku tangkap dari ceritanya.
__ADS_1
Pulang ke rumah aku menjalankan ruinitasku seperyi biasa,
seolah- olah tidak ada yang terjadi antara aku dan arka.
Aku memasak untuk makan malam kami
dan membersihkan rumah, aku dan arka memang belum mau mengambil
asisten rumah tangga, karena kami hanya berdua saja, jadi aku dan arka akan
saling membantu pekerjaan rumah.
Sudah jam 8 malam tapi arka belum juga pulang,
aku menelponnya ada nada tidak aktip di gawainya, masakan yang sudah aku buat
sudah dingin dan arka belum juga pulang, sampai jam menunjukkan pukul 11 malam
kudengar deru mobil masuk, tidak lama kemudian sosok arka muncul, dengan kemeja
kerjanya yang sudah keluar dan tidak rapi, arka masuk dan langsung menuju kamar
tamu, kutunggu dia tidak kembali, akhirnya ku longok dan dia sudah tertidur,
arka seperti itu sampai besok dan besoknya lagi, kami tidak bisa selalu begini, aku harus bicara dengan arka.
“ ar, aku butuh bicara sama kamu “ , arka menjawab malas “ aku capek besok saja “ dia melangkah
ke kamar tamu dan menutup pintu bahkan menguncinya, dia tidak mau diganggu.
Ya sudahlah aku tidak akan memaksanya, besok libur jadi aku harus bisa menahan
arka untuk membahas ini, jangan sampai hanya akan menjadi bom waktu bagi
hubungan kami. Paginya aku sudah menunggu arka dengan sarapan kesukaannya,
kubuatkan nasi goreng untuknya, arka keluar dari kamar dan langsung menuju
kamar mandi, selesai mandi arka menghampiriku, agak tidak terurus arka, brewok
mulai tumbuh, sepertinya dia tidak pernah mencukurnya seperti kebiasaannya
selama ini yang selalu tampil rapi.
__ADS_1
Arka duduk dihadapanku dan mulai memakan sarapan favoritnya,
aku ikut makan dengannya dengan posisi saling berhadapan,
kami makan dengan membisu, selesai makan, arka pindah ke ruang tengah,
aku menyusulnya, aku harus menyelesaikan masalah membisunya arka,
“ ar, ayo kita bicara, kamu sudah 4 hari ini diem aja,
pulang pun selalu malam dan melewatkan makan malam di rumah, kenapa ar ?”,
tanpa menoleh arka yang duduk sambil menangkupkan tangannya menjawabku,
“ aku….hanya kecewa….aku tidak pernah menyangka akan menerima takdir
menjadi mandul dan istri ku tidur dengan laki- laki lain secara sadar,
kamu tahu…aku merasa tidak berguna sebagai seorang suami, aku gagal dalam semua hal
sebagai seorang suami, bahkan istri ku pun tidak mencintai ku, tapi aku ingin
mempertahankan keluarga ini. Kamu pikir aku bisa bertahankah ?”,
arka memandangku dengan sangat memelas, aku mendekatinya ku raih dia kedalam
pelukanku, kami saling berpelukan, aku tahu kami sama- sama sakit ,
arka menyandarkan kepalanya dibahuku sambil berkata,
“ jangan mengasihi aku…itu semakin membuat aku sakit .” arka selemah ini,
ya Tuhan apa yang sudah aku lakukan, aku ikut menangis . Arka sudah agak reda ,
aku menyodorkan gelas isi air putih kepadanya, dia menghabiskan isi gelas,
kemudian beranjak “ aku mau ke toilet dulu, malu aku harus menangis di
hadapanmu” selorohnya sambil berlalu pergi, aku tersenyum mendengarnya.
Hari ini aku dan arka menghabiskan waktu di luar, kami seperti sedang kencan,
sudah lama kami tidak pernah melakukannya, kami ingin sejenak melupakan kemelut rumah
__ADS_1
tangga kami. Kami tertawa- tawa lepas, arka selalu menggandeng tanganku, baru
kali ini aku merasa lepas jalan dengan arka.