
Keesokannya aku berangkat kerja dengan semangat, aku mau mulai membuka hati untuk dimas,
bukankah kami berhak bahagia. Kulihat meja dimas kosong, mungkin dia belum datang.
Sampai jam kerja dimas belum juga datang dan tidak ada penjelasan kepadaku,
iseng aku bertanya ke dwy “ dwy dimas absen hari ini ? ada ijin ke kamu nggak ?”,
“nggak tuh bu, tapi tadi aku tanya ke hrd katanya dia di pindah ke divisi lain, tapi nggak
dijelaskan ke divisi mana “ jawab dwy. Hhmm….kenapa tiba- tiba gitu ya, apa dia
menghindari ku, dia marah sama aku ? sampai pindah ke divisi lain, karena sudah
gak mau lagi melihat ku ? , ada rasa penyesalan dalam hatiku karena perkataan
ku kemarin di bogor sewaktu kami masih dikamar hotel, aku mulai rindu dengan dimas.
Akhirnya dari pak agus brata aku baru tahu kalau dimas sedang training untuk bersiap duduk di jajaran direksi,
dan selepas itu aku tidak pernah bertemu dimas lagi, dimas seperti hilang di telan bumi.
Kabar soal dimas yang adalah putra pak agusbrata sudah tersebar di seantero gedung
ini. “ Bu fay, bagaimana perasaan mu tentang statusnya , duuhh gue ada berbuat
salah atau ngomongin bapaknya nggak ya waktu dimas masih disini, semoga nggak
ah , attuuttt .” dwy berseloroh di depan ku, ku cuekin saja “ jangan- jangan lu
udah tau ya bu soal status dimas sejak dia disini ? iihh tega amat sih nggak
bilang- bilang “ kejarnya “ aku nggak tahu, dan nggak penting juga kan buat
kita misal tahu sekalipun “ jawabku sambil mencoba pura- pura konsen dengan
pekerjaanku, dan berhasil dwy menyingkir ke mejanya dengan setengah bertanya- tanya
dengan pandangan menyelidik ke arah ku.
Sudah sebulan aku tidak pernah tahu kabar dimas, misal pun dia ngantor digedung ini,
kami tidak pernah bertemu di lokasi manapun, padahal aku sangat berharap bisa
bertemu dengannya, bukan tidak berusaha, aku sering mencuri- curi lihat di cctv
yang ada di ruangan kami, tapi aku tidak pernah menangkap sosoknya, atau dia punya
akses khusus yang tidak terlihat oleh cctv, aneh.
__ADS_1
Team hore jangan ditanya, mereka gemes dengan ku, sok jual mahal, egonya terlalu
tinggi, meskipun finalnya mereka tetap support apapun yang menjadi keputusanku
asal itu yang terbaik untuk ku “ jodoh maut ditangan Tuhan fay, so kita
berharap yang terbaik buat lu, bagaimanapun prosesnya kita tetep support dan ada
buat lu “ rosi memeluk ku, merasakan kegundahan ku.
Aku mencoba memberanikan diri untuk chat dimas, setelah sebulan berlalu, “ Dimas,
kamu gak pernah ada kabar , kamu baik- baik saja ? “ ragu ku kirim atau tidak
pesan ini, masih menggantung di chat wa ku, tiba- tiba kulihat dimas membuka
chat dengan ku, oh my god aku ketahuan jika sedang membuka chat dengan dia,
tapi dia juga ketahuan jika sedang membuka chat dengan ku, tanpa ragu aku klik
send. Kulihat status centang biru berarti dimas membaca chat ku, aku berdebar
menunggu balasan dari dimas, tapi sampai 1 jam ku tunggu tidak ada reply dari
dia. Sampai malampun aku tidak mendapat balasan dari dia. dimas sedang
membalasku, kuanggap seperti itu dan aku harus menerimanya, sudahlah aku harus
1 bulan telah berlalu dari aku mengirimkan chat ke dimas, jadi sudah 2 bulan aku
tidak bertemu dengannya, aku sudah sedikit terbiasa dan mulai mengikis perasaan
ku kepadanya.
Akhir tahun adalah libur panjang kantor, kami libur 8 hari, aku mau pergi sejauh
mungkin, melepas penat ku, aku melakukan single trip ke banyuwangi, aku
mengambil paket liburan 5D4N, dari bandara aku dijemput oleh tour leader, aku akan
bergabung dengan peserta tour lainnya. Aku check in hotel dan beristirahat
sejenak, karena sorenya kami akan bertolak ke kawah ijen dengan menumpang
minibus yang disediakan oleh tour and travel, aku melihat sekilas sepertinya
ada 8 orang dalam minibus ini itupun termasuk driver dan asistennya, aku belum
sempat beramah tamah dengan para peserta tour lainnya, mungkin nanti akan ada
__ADS_1
sesi itu.
Menjelang isya kami sampai di basecamp, hawa dingin menyeruak masuk ke tulang ku,
aku merapatkan jaket tebal yang ku pakai, kami berkumpul dalam satu aula yang sudah
tersedia sleeping bag juga untuk masing- masing peserta, aku tersenyum dengan
seorang wanita disebelahku yang nampaknya juga sendirian dalam tour ini. Kami
disediakan nasi kotak untuk makan malam setelahnya acara bebas, dan jam 1 malam
nanti kita akan mendaki ke Ijen, aku sudah lama tidak naik gunung semoga aku
masih kuat. Dalam aula besar itu ditempati sekitar 20 orang dari beberapa
peserta tour. Setelah makan malam, aku keluar ruangan untuk melihat situasi,
kabut sudah mulai turun membatasi jarak pandang, dalam dingin kabut aku seperti
melihat sosok dimas yang tidak begitu jelas aku mencoba untuk mendekat supaya
lebih jelas, tetapi ketika aku mendekat sosok tadi sudah tidak ada, ah mungkin
perasaanku saja. Jam 12 malam kami dibangunkan untuk persiapan pendakian ke
ijen, gunung ijen berada di 2799 Mdpl, kalau untuk kecepatan standar butuh
waktu 3-4 jam pendakian. Aku membawa tas ransel kecil untuk membawa minum dan snack untuk bekal perjalananku, kami berkumpul dahulu, setelah aku lihat ternyata dalam rombongan kami terdiri dari 3 wanita
dan 5 pria, TL menyuruh kami berdiri melingkar, untuk memperknalkan diri
masing- masing, kabut masih melayang- layang di sekitar kami TL menyuruhku
untuk memulai perkenalan, “ halo aku fayana , kalian bisa memanggilku fay, aku
dari Jakarta “ , orang ke dua , ketiga dan sampai orang kedelapan “ aku dimas
dari Jakarta “ , deg! Aku menoleh ke sumber suara, damn itu dia yang tidak
pernah lepas dari kupluk dan penutup wajahnya ternyata dimas, yang aku lihat
sekilas tadi benar dimas. Aku memandangnya tajam, sosok yang aku rindukan 2
bulan ini, sosok yang menghindariku 2 bulan belakanganb ini, dia seperti
sengaja tidak mau melihat ku, haruskah aku bahagia atau aku malah terganggu dengan kehadirannya mengingat
aku bener- bener pengin quality time sendiri, dan kenapa dia ikut tour ini,
__ADS_1
suatu kebetulan atau apa ya..hhmm……