
Aku chat arka, meminta ijin dan waktu untuk menyendiri seminggu,
dia mengiyakan, entah apa yang mendorongku untuk pergi ke banyuwangi lagi,
aku memgulang trip ku ke ijen, entah apa yang membawaku kembali kesana,
aku hanya butuh udara dingin untuk menjernihkan pikiranku.
Sore hari aku tiba di hotel, semua diatur oleh jasa tour ,
aku sedang tidak mau berpikir, jadi aku pasrah dengan paket yang ditawarkan.
Besok kami akan perjalanan darat ke baluran kemudian lanjut ke ijen
supaya malamnya kami bisa melakukan pendakian.
Baluran masih sama seperti terakhir aku kesini,
aku menikmati dengan hunting photo, bedanya dulu aku datang dengan seseorang ,
saat kami sedang berbunga- bunga , saat kami sedang sama- sama kasmaran,
saat dunia hanya milik kami berdua, aku duduk di gazebo yang menjorok ke laut di pantai bama,
pantai ini berada di kedalaman baluran,
untuk menuju gazebo ini kita harus melalui hutan mangrove,
disini juga di kembangkan jenis mangrove yang langka.
Sambil merenung memandang laut lepas, aku memikirkan masalah ku dengan arka,
apa yang harus aku lakukan, aku sadar dengan usiaku yang agak sulit mencari pasangan hidup,
tapi apakah karena usia aku harus pasrah dengan siapa aku harus bersanding,
apakah aku tidak punya pilihan, apakah aku sudah tidak bisa memiliki
keturunan dari rahim ku sendiri, aku menangis sesenggukan, tiba- tiba ada
seseorang menyodorkan tisu kepadaku, ku raih tisu itu dan ku tengok dimas sudah
duduk di sebrang ku, menatapku, aku menyeka air mataku dan diam kembali aku tak
menggubris kedatangan dimas, meskipun kaget, suasana hatiku lagi nggak mood dan
__ADS_1
terganggu dengan adanya dimas, setelah menyeka air mataku, aku beranjak pergi
meninggalkan dimas sendirian. Aku masuk ke mobil , rombongan kami hanya ada 3
orang, dan aku tidak pernah berkomunikasi dengan mereka, sepertinya mereka juga
sama denganku mengambil paket private trip, jadi hanya datang sendirian, apakah
mereka juga sedang lari dari kenyataan, sama sepertiku.
Kami masih dibaluran, berhenti padang savana,
aku turun untuk mengabadikan pemandangan yang terhampar
di depan mata, menyejukkan sekali.
Kalau tidak salah lihat laki- laki yang sedang membidik dengan kameranya adalah dimas,
berarti dia satu mobil dengan ku ? berarti hotel kami juga sama ? ah dimas selalu bisa melakukan apa saja,
tetapi untuk apa dia mengikutiku, bukankah miggu depan dia akan menikah ?,
entahlah, aku tidak mau menambah pikiranku.
Selesai dari baluran kami langsung menuju ke ijen, sampai di ijen
beristirahat untuk persiapan pendakian dinihari nanti.
Selesai makan aku masuk ke dalam sleeping bag ku,
aku ingin merebahkan tubuhku , aku ingin memejamkan mata
dan membersihkan pikiran ku, di trip ini aku sengaja tidak membawa handphone,
kutinggal di hotel, aku tidak mau diganggu, aku sudah memberitahu arka, ayah
dan ibu supaya mereka tidak khawatir.
Aku terbangun ketika bahuku ada yang menepuknya ,
masih lamat- lamat aku membuka mata dan melihat bahu dimas berlalu,
dimas yang membangunkanku, ku lihat jam tangan menunjukkan jam 1 dinihari,
30 menit lagi kami harus sudah siap untuk naik.
__ADS_1
Aku duduk untuk meregangkan otot, ku kemasi tas ransel ku.
Tepat jam 01.30 kami melakukan pendakian,
waktu memang di buat sesantai mungkin, karena memang di trip ini adalah khusus
yang batas waktunya sangat panjang.
Sama dengan format terakhir aku mendaki ke ijen,
dimas selalu membuntuti dibelakangku, kadang karena jalan ku yang
melambat dan dia cepat dimas hampir menabrakku,
aku bisa mencium aroma tubuhnya dan itu menggugah ingatanku akan dirinya.
Dingin sudah mulai menusuk tulang ketika kami hampir mendekati puncak,
aku mulai menggigil, ku atur nafas dan gerakanku untuk mengusir dingin ini,
sampai dipuncak aku mendekati api unggun untuk menghangatkan badanku,
dan lumayan membantu, dimas tepat disampingku merapatkan tubuhnya,
sedikit hangat yang kurasakan, hatiku pun ikut menghangat,
aku menurut saja ketika dimas menggenggam tanganku, seperti ingin mengalirkan
kehangatan ketubuhku. Ketika sudah mulai menghangat aku melepaskan genggaman
dimas dan melangkah ketepi untuk menunggu datangnya sunrise.
Aku duduk meringkuk , dimas menyusulku dan duduk disampingku, aku tidak tahu apa yang
harus ku bicarakan dengan dimas, menurutku begitu juga dengan dimas, jadi kami
hanya diam saja sejak bertemu di pantai bama baluran.
Kami sama- sama menyaksikan dan mengabadikan moment mahal di puncak ijen,
kami terhanyut dengan perasaan masing- masing.
matahari cepat beranjak naik, dan tiba saatnya kami turun sebelum terik,
kami sampai bawah siang hari dan langsung diantarkan
__ADS_1
ke hotel untuk beristirahat, besok kami masih menyisakan 1 hari tour darat.