
Setelah selesai dengan semua kegiatan ku, ku tarik nafas ku dengan dalam.
Dengan memasang wajah elegan Aku berusaha menganggap bahwa tidak ada yang terjadi, sementara Raidil memalingkan wajah dengan daun telinganya yang masih memerah.
"ada apa Dil?" tanya ku berusaha melepaskan kecanggungan di antara kami.
"ah gak " sahutnya singkat.
" maksud ku ada perlu apa ke sini?".
" aaa hahaha .. mau ngajak belajar bareng" ucap nya dengan menepuk tas yang di sampingnya.
"hah?" Sahut ku kebingungan.
Jujur Aku benar-benar terkejut dengan kedatangan Raidil yang tanpa memberi kabar lebih dulu pada ku, karena itu Aku melakukan kesalahan yang memalukan tadi.
Dan entah mengapa Aku kembali mengingat kesalahan itu.
"iya.. Aku mau ngajak belajar bareng" jelasnya.
" Ahh oke " ucap ku dengan masih tersenyum kebingungan.
Raidil mengeluarkan semua buku yang ada di dalam tas, sementara Aku duduk diam dengan masih merasa heran dan bingung.
"Ri kamu ngelamun lagi?" tanyanya tanpa melihat ke arah ku.
"Ah gak kok".
"terus kenapa diam aja?" tambahnya.
" cuma bingung aja" sahut ku.
" Bagian mana yang bingung? sini Aku jelasin" dengan mendekat kan wajahnya tepat di depan wajah ku sampai hanya tersisa beberapa senti saja.
DEG
" sebentar, Aku ambil buku dulu" ucap ku sambil berdiri meninggalkan Raidil menuju kamar ku.
Ku kipaskan tangan ke arah pipi ku yang memerah dan terasa panas, mata ku tertuju ke depan cermin yang memantulkan diri ku sedang tersipu malu.
"bisa-bisa dia begitu" ucap ku dalam hati dengan tangan yang masih mengibas-ngibas ke arah pipi.
Aku kembali menuju ke arah ruang tamu dengan beberapa buku pelajaran di tangan ku,
" kita belajar apa ?" tanya ku.
" yang kamu gak bisa apa?" Sahutnya dengan wajah yang menatap tersenyum ke arah ku.
" Aku ngikut kamu aja".
" Aku udah pintar dari lahir Ri, Aku kesini buat ngajarin kamu" dengan senyum meledek Raidil menatap ke arah ku.
" maksud kamu Aku bodoh?" sahut ku dengan wajah datar, tidak ku pungkiri bahwa Aku memang tidak terlalu pintar.
" hahaha kamu yang bilang gitu yaa, bukan Aku" sahutnya dengan tertawa lepas.
Aku kemudian duduk tepat di depan nya dengan nafas berat
" ngambek?" tanya Raidil.
"hah apa? ya gak lah" sahut ku tanpa menatap ke arahnya.
__ADS_1
" eleh" godanya.
" ih apa sih dil, kamu tu aneh tau gak" sahut ku sedikit tersenyum.
"aneh?" ucap nya.
" datang suka tiba-tiba, gak ngasih kabar dan sekarang dengan suka rela mau ngajarin padahal Aku gak minta" ucap ku sambil membuka lembar halaman buku.
" hehehe" Raidil hanya tertawa mendengar ucapan ku.
Kami duduk bersama sambil mengerjakan beberapa soal yang kemungkinan akan keluar besok di ujian,
Tampak Raidil sangat serius menjelaskan apa yang membuat Aku bingung,dan hanya dengan wajah nya yang serius ketika belajar sudah mampu membuat jantung ku berpesta ria.
" yang ini gimana?" tanya ku dengan menunjuk satu soal di buku yang berada tepat di depannya.
" yang mana?" Sahut Raidil sambil membenarkan rambut ku yang tiba-tiba terurai jatuh menutupi pipi kiri.
Aku terdiam merasakan tangan Raidil yang menyusuri rambut di area telinga kiri ku, dan membuat Aku sedikit kegelian.
Dia menatap ku lekat tanpa berkedip dengan wajahnya yang cukup dekat.
" Ah maaf" ucap ku menyadarkan keterdiaman antara Aku dan Raidil.
Sementara Raidil hanya tersenyum menatap ke arah ku seolah-olah dia tau apa yang Aku rasakan.
" sebertar Aku ambilin minum dulu" ucap ku meninggalkan Raidil sendiri di ruang tamu.
Sesampainya di dapur, Aku segera mengambil minuman dan beberapa cemilan dari dalam lemari pendingin yang ku sajikan di dalam nampan.
sebelum kembali ke ruang tamu, ku sempatkan untuk berjongkok menghadap ke arah lemari pendingin yang terbuka berharap dinginnya udara yang keluar mampu meredakan panas di tubuh ku.
" terlalu bahaya sedekat itu dengan Raidil" ucap ku dalam hati sambil menggelengkan kepalaku.
" sorry lama" ucap ku sembari menuangkan minuman kedalam gelas Raidil.
" gak apa-apa kok" sahutnya sambil tersenyum dengan tangan yang merapikan buku yang ada di atas meja.
"lhoh kok di rapiin, udahan?" tanya ku bingung.
" he em , Aku mau ngobrol aja sama kamu Ri" sahut nya dengan mengambil minuman yang ada di tangan ku.
Mata ku kemudian tertuju pada bibir Raidil yang basah dengan minuman, dinginnya air Es yang ku tuangkan pada gelas Raidil membuat bibirnya menjadi merah merona.
Melihat itu Aku tanpa sengaja menggigit bibir ku perlahan,
" Sadar Rii" ucap ku memejamkan mata ku.
"kenapa Ri?" tanya Raidil yang rupanya menyadari tingkah ku.
" Haha gak apa-apa kok" sahut ku kaku.
***
Lama ku palingkan wajah ku dari tatapan Raidil yang sedari tadi masih menggoda ku dengan Senyumannya, mampu membuat ku benar-benar merasakan gugup dan canggung yang luar biasa.
" Ri hobby kamu apa?"tanya Raidil memecah keheningan di antara kami.
" baca buku" sahut ku singkat.
"warna?" Kembali Raidil bertanya.
__ADS_1
" Aku suka semua warna yang gelap dan kalem" sahut ku sambil menuangkan minuman pada gelas.
"Hal yang di benci?"
" Di bohongi".
"Hal yang di suka?".
" Tidur seharian waktu libur".
Kami saling bersahutan saat Raidil melemparkan pertanyaan nya pada ku.
" Kamu kok gak nanya balik Ri?" ucapnya heran.
"emang kamu ngasih Aku kesempatan buat nanya?" Balik ku bertanya.
" hahaha yaudah coba tanya Aku" ucapnya.
" Oke, hal yang kamu suka?"
" Kamu" ucap Raidil yang kembali membuat pipi ku merona.
" Hal yang di benci?"
" Ketika gak bisa liat kamu" sahutnya lagi.
"oke stop" ucap ku dengan memalingkan wajah.
"why?" dengan kembali tersenyum manis Raidil menatap ku lekat.
" Aku ngerasa di racun dengan tatapannya" ucap ku dalam hati.
Kami saling bergurau dan mengobrol tetang apa saja, dan hari ini menjadi rekor terbaru untuk ku melihat senyum Raidil lebih dekat.
"Ri?" ucap Raidil dengan tatap serius.
" hmm".
" Caca tadi di sekolah ngomong apa sama kamu?" tanya Raidil to the poin.
" hah" kata itu keluar dari mulut ku karena terkeju.
" kok dia tau Aku sama Caca" tanya ku heran dalam hati.
" Aku ngeliat kamu pergi sama Caca, dan kemudian kamu balik sendiri dengan wajah yang kaku" jelasnya melihat ke arah mata ku dengan serius.
" Aku gak mau ada kesalah pahaman di antara kita, apa lagi kalau itu berhubungan dengan hubungan kita" tambah nya.
Aku terdiam mendengar ucapan Raidil dengan wajahnya yang terlihat sangat khawatir, "bagaimana Aku tidak bisa untuk tidak menyukaimu Raidil " ucap ku sendu dalam hati.
" jelasin sama Aku Ri" ucap Raidil menatap ke arah ku sambil membelai rambutku dengan tangannya yang lembut.
DEG
" hanya belaian di rambut, jantung ku..auhhhh" rintih ku dalam hati.
Aku memejam kan mata berusaha mengendalikan detak jantungku yang tidak karuan, namun apa yang ku lihat setelah membuka mata, wajah Raidil tepat di depan mata ku, sangat dekat.
Bahkan Aku bisa mendengar hembusan nafas dan suara detak jantung nya.
" ohh No.. berarti suara jantungku?" ucap ku dalam hati menyadari bahwa mungkin Raidil juga mendengar degupan jantungku.
__ADS_1
terimakasih atas kesabaran dan kesetiaan kalian yang telah menunggu episode-episode baru dari novel ini.
semoga hari kalian menyenangkan ❤️