First Love "Di Bulan April"

First Love "Di Bulan April"
COPLE


__ADS_3

Raidil mengusap lembut kepala ku dan duduk tepat di samping ku.


" cie ada bebeb ni ceritanya" ledek Lila.


" ikut gabung yaa" ucap Raidil ramah.


" Gabung aja, biar Riri juga gak ada yang nempelin" ucap Ema menatap gemas ke arah Aldi.


" maksudnya?" tanya Raidil bingung.


"noh" tunjuk Ema dengan bibirnya mengarah ke arah Aldi yang masih curi-curi pandang ke arah ku.


" kaya pernah liat, tapi di mana?" ucap Raidil yang berusaha memulihkan ingatannya tentang Aldi.


" taman, waktu dulu kamu ninggalin Aku sendiri buat cari minum" sahut ku berusaha memperjelas ingatan Raidil.


" aaa iya Aku ingat" sahutnya.


" What!!" Mata Raidil terbelalak tidak percaya ketika memperhatikan Aldi yang masih curi-curi pandang dan tersenyum seolah mengejek ke arah Raidil.


" Udah gak usah di ladenin" ucap ku sambil menepuk punggung Raidil dengan lembut.


" kamu mau makan?" tanya ku.


" suapin punya kamu aja" ucap Raidil sambil menopang pipinya dengan satu tangan dan menatap ke arah ku, membuat pipi ku bersemu kemerahan.


"Aduh mata ku, aduhhh hati ku" ucap Della yang memperhatikan aku yang menyuapkan sedikit makanan ke arah Raidil.


" nasib jomblo gini amat yah" timpal Lila yang memandang ku sambil menepuk-nepuk dadanya yang seakan meras sesak.


Aku dan ema hanya tertawa mendengar apa yang baru saja di ucapkan mereka berdua.


" habis ini kalian mau kemana?" tanya Raidil.


" pulang kayanya, soalnya mobil mau di pake madam" sahut Ema.


"lagian udah sore juga"tambahnya.


" iya niih, Aku juga belum ngasih makan lexci" ucap Della.


"Lexci?" ucap Raidil.


"kadal peliharaan Della" sahut Ema.


" kadal? kenapa gak sekalian buaya Dell" ucap Raidil sambil terkekeh tipis.


"kalo buayanya kaya kamu Aku mau-mau aja meliharanya, kalo gak mau sih yang itu juga boleh" sahut Della sambil menatap ke arah Aldi yang asik mengobrol dengan beberapa temannya.


Kami hanya menggelengkan kepala mendengar perkataan dari Della.


"Riri biar sama aku aja" ucap Raidil.


"Iya iya, bawa deh kalo perlu di kasih rante biar gak ilang" sahut ema tertawa tipis.


" kamu kira aku apaan, pake di rante segala" sahut ku cemberut.


"ini pipi apa squishy" ucap Raidil sambil mencubit lembut pipi ku.


"oh ya ampun, gak kuat.. gak kuat" ucap Della menepuk-nepuk dadanya saat melihat tingkah Raidil.


" Aku mau pulang ajah" timpal Lila.


" ayoo maa kita pulang, aku merasa terzholimi di sini" tambah Lila.


" yaudah , Aku tinggal dulu ke kasir" ucap Ema sambil berdiri sambil tersenyum lebar ke arah ku dan yang lain.


"ehh udah mau bayar? Biar Aku aja" sahut Aldi yang sama berdirinya dengan Ema.


" gak usah, Aku bisa bayar sendiri" ucap Ema ketus.


" jangan gitu dong , kan tadi Aku udah janji mau traktir" ucapnya.


"Iya ma, biar aja dia yang bayar" ucap lila.


" Gini aja, kamu bayarin punya Della lila sama riri, Aku bayar sendiri aja" ucap Ema.


"Riri Aku yang bayar" sahut Raidil cepat dengan tatapan datar

__ADS_1


" sumpah ribet banget sih kalian tuh" ucap Della.


"makasih ya Al udah mau bayarin, kamu bayarin punya Aku sama Lila aja" lanjut Della pada aldi sambil tersenyum.


"Kapan-kapan kalo ketemu lagi, gantian Aku yang traktir kamu" tambahnya sambil berlalu meninggalkan kami.


"Ma Aku tunggu di depan sama Della" ucap Lila.


"oke" sahut Ema singkat.


"Kita pergi juga yuk" ucap Raidil menggegam tangan ku.


" nih Ma, Aku titip sekalian yaa" tambah Raidil sambil memberikan beberapa lembar uang untuk membayar makananku.


" Aku bisa bayar sendiri Dil" sahut ku merasa tidak nyaman.


" Apasih" ucapnya mencubit lembut pipi ku.


"Duluan ya Ma" Aku berlalu meninggalkan dan Ema dan Aldi.


"Ehh tunggu" ucap Aldi yang mengenggam pergelangan tangan kanan ku.


"hey, " Raidil menatap dengan mata gusar ketika melihat Aldi menggenggam tangan ku.


"lepasin gak?" tambahnya.


Dengan perlahan Aldi mulai melepaskan tangan ku,


"kenapa?" Tanya ku.


"ah gak jadi, kapan-kapan aja kalo kita ketemu lagi" ucapnya dengan mengedipkan satu mata kirinya sambil berjalan menuju kasir.


Tangan Raidil mengepal erat memperlihatkan hatinya yang sedikit gusar.


" cemburu yaa?" tanya ku sedikit menggodanya.


"Sedikit" sahutnya jujur sambil menarik lembut tangan ku untuk mengikuti langkahnya.


" Maaf yaa" ucap ku.


"Kamu kan gak salah" sahutnya masih menatap ke arah depan.


"Shuttt" telunjuk tangan Raidil tepat di bibir ku.


Deg


"Kasih kabar ibu sama ayah, kalo kamu pulang Aku yang antar" ucapnya lembut menatap mata ku.


"i-ya" sahut ku gagap.


"kita mau kemana?" tanya ku.


" kemana aja boleh" sahut Raidil santai.


"Kita nyari martabak yuk, ibu nitip itu tadi" sahut ku.


" Martabak kan adanya malam Ri?" Ucap Raidil.


Karena memang penjual martabak atau terang bulan atau apalah namanya di kota ku hanya ada di malam hari.


"Yaudah jalan aja dulu sampe malam" ucap ku santai yang membuat Raidil tersenyum manis.


"Seru hari ini?" Tanyanya.


"He em.. jarang-jarang bisa kumpul sama mereka waktu liburan" sahut ku.


Kami berjalan bersama dengan tangan yang saling bergandengan.


"Kamu jadi ke jogja?" tanya ku memastikan.


" Insya Allah jadi, bakal rindu berat nih kayanya" sahutnya sambil menyenderkan kepalanya dengan posisi yang masih berjalan dan bergandengan.


" Kan bisa telponan dan kirim pesan" ucapku.


"Yaa beda lah" dengan sedikit lesu Raidil menatap ku.


"Beda?".

__ADS_1


" Ya iyalah, gak bisa pegang tangan kamu, gak bisa liat beningnya mata kamu, gak bisa belai rambut kamu, pokoknya banyak" ucap Raidil membuat ku tersipu.


Kami terus mengobrol sambil melangkah beriringan tanpa tau tempat dan tujuan kami, rasa bahagia di hati ku begitu sulit ku gambar kan tetapi tak bisa di bohongi ada sedikit kesedihan karena Raidil akan pergi.


Entah mengapa Aku merasa Raidil seolah tidak akan kembali dalam waktu yang dekat.


"cape gak?" tanya Raidil pada ku.


" gak kok, asal sama kamu" sahut ku dengan membuang wajah.


"Ihh pacar siapa sih? Bisa ngegombal gini?" Ucapnya sambil mencubit gemas hidungku


Kebahagian terpancar jelas di matanya, begitu pula dengan ku.


"Mampir sebentar ke situ" ucap Raidil sambil menarik tangan ku mengikutinya.


"Kemana?" Tanyaku tanpa di jawab Raidil


Setelah beberapa saat kami sampai di depan sebuah toko perhiasan dan aksesoris,


"sini yank" ucap nya lembut.


Deg


Jantung ku seketika berdetak cepat secara tiba-tiba, senyum merekah terukir di bibir ku mendengar kata itu dengan lantang terucap dari bibir Raidil.


padahal kata itu sudah sering terucap dari bibirnya, tetapi sensasi debaran ini tetao terasa sama.


"Mba ada cincin cople kan?" ucap Raidil pada seorang pelayan etalase toko di depan kami,


" Ada, kami juga menyediakan barang-barang cople selain cincin, mau cari yang seperti apa?".


Mata Raidil fokus melirik ke dalam kaca etalase yang di penuhi dengan berbagai cicin, kalung dan barang lainnya.


Sementara aku hanya menatap terpaku dengan apa yang di lakukan Raidil.


"Secepat ini" ucap hati ku sambil tersenyum girang.


" mau buat pacarnya yaa" tanya penjaga etalase sambil menatap ke arah ku dengan tersenyum tipis.


" Ah bukan, mau buat anniversary orang tua di rumah" sahut Raidil santai tanpa menoleh ke arah ku.


" what?, Ya allah Riri, bisa-bisa nya kepedean" ucap ku dalam hati terkejut dengan tingkah ku sendiri sambil memejamkan mata ku rapat di belakang Raidil.


"Ohh, untuk yang ini cople perempuannya berupa kalung" ucap pelayan sambil menatap ke arah cincin yang Raidil pegang.


" Ahh lebih bagus dong, saya ambil yang ini aja" sahut Raidil sambil menyentuh cincin dan kalung yang berada di depannya.


"silakan ke kasir" ucap pelayan.


"Yank, kamu nunggu di situ dulu ya, Aku mau ke kasir" ucap Raidil lembut menujuk ke arah kursi di depan toko.


" Ahh iya" sahut ku yang masih tidak percaya dengan ke pedean ku dalam hati.


" Kok bisa sih rii, kamu mikir Raidil beli in itu buat kamu, jadian aja baru sebentar" ucap ku dalam hati.


Aku duduk dan menunggu Raidil tepat di depan toko dengan masih menghardik diri ku sendiri" bodoh banget sih, untung gak ngomong apa-apa tadi" ucap hati ku dengan lesu sambil menatap Raidil yang masih bersiri di depan Kasir.


"ya ampun, bego kok di jadi in bibit di kepala sih".


*


*


*


*


*


*


assalamualaikum gimana sama puasa kalian para reader? semoga lancar dan kuat sampe akhir yaa..


author nyempetin up episode ini di sela-sela waktu kesibukan author di dunia nyata semoga kalian terhibur.


tetep dukung author dengan like dan komen kalian

__ADS_1


bey.. bey 🖐️


__ADS_2