First Love "Di Bulan April"

First Love "Di Bulan April"
ME TO


__ADS_3

Pagi hari ini hawa dingin menusuk sampai ke tulang membuat ku enggan untuk melepas selimut yang memberikan kehangatan di tubuh ku.


"Rii"


Tok.. tok..


" bangun nak" ucap Ibu yang memanggil ku di balik pintu kamar.


"emmm" sahut ku yang samar-samar mendengar Ibu yang terus memanggil.


" udah jam tujuh, mau sampe kapan kamu tidur mentang-mentang libur" ucap ibu semakin cerewet di telingaku.


" hemm" lagi-lagi kata itu yang keluar dari bibir ku.


" gak jadi ya ke pantai hari ini? Yaa sudah" ucap ibu yang mulai menghilang di balik pintu kamar ku.


" ehhh" ucap ku terbangun begitu saja dengan mata yang membulat.


" Riri udah bangun kok bu" ucap ku lantang.


" bisa-bisa nya lupa" gerutu ku dalam hati.


Dengan malas Aku berdiri dan merenggangkan tubuh ku.


Arrggghh


"nikmatnya liburan" ucap ku.


Dddrrttt... Dddrrtt


Getar ponsel ku memberinkan rona bahagia di wajahku.


" sudah bangun?" Pesan singkat dari seseorang yang sudah 3 hari wajah dan senyumnya ku rindukan.


" Belum" balas ku sambil tersenyum.


Ddrrtt... Drrrtt


" Hallo" ucap ku lembut.


"Kamu tu yaa" ucap nya dengan suara yang menekan namun terdengar lembut di telinga ku.


"Hari ini jadi ke pantai?" Tanyanya.


" Iya jadi, kamu lagi apa?" Sahut ku.


"nelpon kamu lah, emang ngapain lagi?" Ucap nya sambil tertawa.


" iya itu juga tau, tapi sambil ngapain?" Sahut ku gemas.


"Rebahan di kamar sambil bayangin kamu juga di sini" suara Raidil memelan dan terdengar lirih.


"Aku kangen rii" tambahnya.


" Aku juga" sahut ku pelan.


Pagi itu terasa menghangat dengan hadirnya Raidil walau hanya lewat udara.


Dia terus berbicara tentang apa saja yang di lakukannya selama liburan di jogja.


Sampai pada akhirnya obrolan kami terhenti ketika AQseorang wanita dengan lembut memanggil Raidil yang terdengar di balik ponsel ku.


"Sia-p"


"Rii, udah duli ya nanti aku telpon lagi" ucap Raidil menghentikan keingin tahuan ku tentang siapa orang yang tadi memanggilnya.


"Iya" sahut ku.


" Happy fun hari ini yaa, aku sayang kamu" ucap nya membuat ku kembali merona


"bey" sahut ku


Ku letakkan ponsel ku di atas meja belajar ku dan keluar menuju dapur.


" jam segini baru bangun, siapa yang mau ngambil kamu jadi istri nantinya?" ejek Ibu dengan tangan yang sibuk menyiapkan bekal makanan.


" mandi gih" tambahnya.


" iya... iya Bu " ucap ku sambil memeluk ibu dari belakang.


" jangan dekat-dekat kamu tu bau iler" tambahnya.


"ehh anak ibu yang manis seperti ini mana mungkin bau iler" ucap ku semakin mengeratkan pelukan ku.


***


Aku menggendong Zira sambil berdiri di depan mobil yang Ayah sewa khusus untuk liburan keluarga ini.

__ADS_1


Sementara Ayah dan Ibu sibuk memasukkan beberapa barang yang kami perlukan untuk mendukung liburan berkualitas kami.


Termasuk sepeda lipat yang rencana nya akan Aku pakai menyusuri pantai yang akan kami datangi.


Torehan senyum kecil mewakili kebahagiaan ku tak kala mobil yang di kemudikan Ayah mulai meninggalkan halaman rumah.


"Ayah udah ngasih kabar erna kan?" tanya Ibu


" sudah kok bu, mereka lagi nungguin kita katanya".


"tante Erna?, Berarti kita liburan ke luar kota dong" ucap ku dengan rona bahagia.


"pantes bawa barang banyak banget" tambahku.


" lah.. bukannya Ibu udah ngasih tau kamu kalo kita liburan ke tempat tante Erna" ucap Ayah.


" kapan ibu ngasih tau?" tanya ku bingung.


" sebelum kamu masuk kamar mandi" sahut Ibu.


" kok riri gak denger?" tambahku.


" huuu kamu aja budek" celetuk ibu.


"hhuuu...tau gitu gak usah repot-repot riri bawa sepeda sendiri, tante Erna kan punya". ucap ku sambil meraih ponsel ku dan membuka beberapa pesan dari teman-teman ku dan juga dari seseorang yang spesial, kalian pasti tau lahh.


" Udah berangkat"


"Nanti kalo udah nyampe hubungin yaa"


" Yank kok gak balas?"


"Udah di jalan ya?"


"Aku rindu"


"RINDU"


"Boleh nelpon gak"


"Yank"


"Sayang"


"Riria amelia"


"Love you"


Spam pesan dari Raidil membuat rona pipi ku memerah.


Berulang-ulang kali Aku membaca pesannya tanpa Rasa bosan


" Pesannya saja bikin deg-degan" ucap ku pelan sambil menggelengkan kepala.


***


tujuh jam perjalanan bukan lah waktu yang singkat untuk di tempuh, tapi semuanya terbayar dengan pemandangan pantai yang indah sepanjang perjalanan menuju ke rumah tante Erna.


"Aku baru nyampe di kota ******" pesan singkat yang ku kirim pada Raidil.


Kembali mata ku memandang luar jendela mobil memperhatikan luasnya tepian pantai yang terbentang sampai pada akhirnya mobil yang Ayah kemudikan memasuki halaman rumah seseorang yang menunggu kami.


" hh kakak, lama banget sih nyampenya" ucap tante Erna yang memeluk ibu.


" kamu kira deket?" sahut Ibu.


" hehe.. ehh Riri makin cantik aja" ucap tante Erna sambil mengelus kepala ku.


" masuk gih, istirahat dulu setelah itu kita makan malam sama-sama" tamba tante Erna.


Aku berjalan tepat di belakang tante, Ayah dan ibu dan memasuki rumah minimalis milik tante erna.


" Rii, kamar kamu di atas yaa" ucapnya.


Aku mengangguk dan pergi berjalan menuju anak tangga yang mengarah ke kamar lantai atas.


Cekkleekk..


Aku memasuki kamar sederhana yang di dominasi dengan warna hijau toska, tas yang terus di tangan ku letakkan perlahan di atas meja di dekat jendela kaca.


Mata ku manatap kagum tak kala tirai jendel ku buka.


Tepian pantai dengan ombak yang memutih menjadi pemandangan yang menakjubkan malam itu.


Aku duduk menghadap ke arah jendela sambil menggenggam ponsel ku.


" hem..belum di balas".

__ADS_1


" apa dia sibuk?" tanya ku dalam hati.


Aku masih menunggu di sela sunyi nya malam itu sampai seseorang mengetuk pintu kamar ku.


Tok.. tok..


" Rii turun, kita makan" ucap tante Erna.


" ahh iya" sahut ku.


Aku beranjak dari tempdiat duduk ku, tetapi kemudian terhenti karena getar ponsel ku.


" Hallo" ucap ku dengan wajah merona.


" Hai sayang, aku rindu" ucap Raidil membuat ku semakin tersipu.


" Sama" sahut ku malu-malu.


Obrolan berlanjut sampai-sampai aku melupakan makan malam yang tadi di tawarkan oleh tante erni.


Satu jam berjalan menuju ke angka dua jam, tak terasa waktu berlalu begitu saja hanya dengan sebuah obrolan pelepas rindu Aku dan Raidil melupakan waktu.


" besok rencana mau ngapain?" Tanya Raidil lembut.


" Jalan di pantai mungkin" sahut ku dengan mata menatap ke arah tepian pantai.


" hmm.. andai saat ini aku juga di pantai yang sama" ucap nya terdengar putus asa.


" nikmati liburan kamu raidil" ucap ku berusaha menenangkannya.


" kayanya kamu gak kangen Aku " ucap Raidil manja.


" ehh kangen tauu" sahut ku dengan cepat.


"terus kenapa gak ada sedih-sedih nya sih" ucap nya seperti orang yang sedang ngambek.


" kamu ngambek atau gimana?" Tanya ku penasaran.


" mana ada orang ngambek bilang" sahutnya membuat aku tertawa.


"heyy jangan ketawa" ucap nya manja membuat Aku semakin tidak bisa menahan tawa ku karena terkejut denga sikap Raidil yang selama ini aku tau cool dan tidak banyak bicara teryata sangat manja.


Setelah puas tertawa, Aku tak mendengar suara apa pun di balik ponsel ku.


" Raidil?" ucap ku.


" Apa kamu tertidur" tambah ku yang masih tak mendapat sahutan apa pun.


" Kamu marah".


" Raidil"


" Yank"


" Sayang" ucap ku berusaha memanggil.


" Mungkin udah tidur" ucap ku dalam hati.


" Ya udah good night and nice to dream, i miss you and i love you" ucap ku penuh kelembutan.


" Me to, and i love you to" ucap Raidil dengan sama lembutnya membuat ku terkejut dengan jantung yang akan selalu berdetak tak beraturan.


*


*


*


*


*


haaii ... haii...


lama yaa nunggu nya? maafkan🙏 Author yaa karena setiap harinya semakin sibuk di dunia nyata jadi jarang ada waktu buat fokus ke novel.


tapi bukan berarti author lupa loo yaaa..


ohh iya.. gimana kabar kalian? sehat kan? apa puasa kalian semuanya lancar?.


terimakasih buat kalian yang setia dan selalu mendukung Autor.


tetap nantikan episode terbaru dari novel ini, kalau kalian merasa autor terlalu lama upnya kalian bisa baca novel ini dengan cara nabung episode atau setelah tamat tapi, sebelum itu kalian jangan lupa tambahkan novel ini pada list favorit kalian supaya kalian tau kapan up dan end nya novel ini. 😉


karna jujur author pun sangat memahami lamanya dan membosankannya menunggu.


semoga kalian tetep selalu sehat.

__ADS_1


terimakasih.❤️


__ADS_2