First Love "Di Bulan April"

First Love "Di Bulan April"
SIAPA??


__ADS_3

Langkah kaki ku terus di basahi air laut yang menepi, jejaknya terhapus begitu saja tanpa meninggalkan Bekas.


Mataku menatap indahnya sinar matahari yang mulai meninggi dan memberi kehanganan melepas dinginnya pagi.


Aku terus melangkah menyisir pantai menikmati pagi yang datang begitu indah.


Sampai langkah kaki ku terhenti oleh suara yang memanggil nama ku dari kejauhan.


"Rii... Riri" ucap seseorang yang samar-samar ku pandangin berlari kecil ke arah ku.


Semakin mendekat Aku mulai menegenali siapa yang datang menyapa ku.


"bang Farel?" ucap ku terkejut tapi merasa bahagia karena lama tidak berjumpa dengannya.


Pelukan erat yang akrab mendarat pada ku.


" ahh makin cantik saja adek ku ini" ucap bang Farel.


" bisa aja" sahut ku tersenyum.


"kamu datangnya kapan? kok gak ngasih kabar" ucap nya.


" kemaren, Riri kira tante udah ngasih kabar Abang" sahut ku.


" hemm gak ada" ucap nya menghela nafas.


" terus kok Abang tau Riri di sini?" tanya ku sambil memainkan air pantai.


" tadi pas pulang ada ibu kamu di depan halaman, makanya Aku tau kamu di sini" sahutnya.


Kami berjalan bersama menyisiri pantai sambil bercerita banyak hal sampai matahari sudah pada tempatnya dan panas mulai menusuk kulit.


" pulang yuk" ucap bang Farel.


" he em" Aku mengangguk dan mengikuti langka bang Farel dari belakang.


Sesampainya di rumah, Aku langsung berjalan menuju kamar dan mengambil handuk, langkah kaki ku terhenti ketika mendengar getar ponsel yang tepat berada di atas meja rias kamar ku.


" Kangen".


"K A N G E N"


"Rii?"


" Syang".


" Aku telpon boleh?"


"Sayanggggggggg".


Spam pesan yang manja datang terus menerus dari Raidil membuat Aku tersenyum lebar, Aku duduk dan mengurungkan niat ku untuk pergi mandi.


Aku lebih memilih menghabiskan waktu ku dengan Raidil walau hanya lewat ponsel.


"Aku juga kangen" balas ku dengan Pipi yang bersemu merah.


Tak lama setelah ku kirim, ponsel ku kembali bergetar mendapat telepon dari Raidil


"bilang apa tadi" ucapnya berusaha mengulang apa yang kirim kan pada nya.


"Kangen" sahut ku singkat.


" kangen siapa?" Godanya.


" kamu" ucap ku.


" kamu siapa?".


" Ya kamu lah" ucap ku.


" siapa?" tanya nya terdengat sambil tersenyum.


"Raidil idwanjaya" sahut ku gemas.


" Ahh sayang banget jauh kaya gini, coba kalo dekat" ucapnya lesu.

__ADS_1


" kalo dekat kenapa?" Tanya ku tersenyum bersemu.


" Bisa..." ucapnya menggantung.


" bisa apa?" tanya ku penasaran.


Hahahah


Tawa taidil begitu renyah terdengar di telingaku sehingga membuat Aku pun ikut tertawa mengikutinya.


Dengan handuk yang masih berada di pundak kanan aku melupakan segalanya dan hanya berpikir tentang Raidil.


***


Makan malam tiba kami duduk bersama di atas meja makan yang di penuhi dengan berbagai macam hidangan.


Obrolan hangat tak pernah absen dari meja makan membuat semuanya terlihat bahagia.


"Riri gimana? apa udah punya pacar?" tanya tante Erna setelah mengintrogasi bang Farel tentang kekasihnya.


" emhh" Aku tersenyum malu.


" udah " sahut ibu lantang.


"bahkan sering main ke rumah" tambahnya membuat ku malu.


" bu..." ucap ku sedikit tertunduk


" Hahaha beneran?" ucap bang Farel


" iya" sahut Ayah.


" wihh berani juga ni anak" ucap bang Farel sambil mengusap dan mengacak-acak rambut ku.


" kapan-kapan kenalin yah, abang mau lihat selera kamu gimana Rii" ledek bang Farel.


" apa sih bang" ucap ku sambil mengaduk makanan ku dengan senyum kecil di bibir.


" cakep rel, kamu kalah" ucap Ibu tertawa kecil.


" ihh beneran, iya kan yah" ucap ibu.


" he emm" ayah mengangguk dengan sambil mengunyah makanan.


Canda dan gurauan itu berlanjut sampai ke ruang keluarga.


" Bu, riri balik ke kamar yaa" ucap ku sambil berjalan meninggalkan semuanya.


Aku duduk menghadap pantai memandanginya dari balik jendela kaca, dengan tatapan merindu membuat ku terbayang akan wajah Raidil.


" teryata gini rasanya kalo lagi rindu" ucap ku pelan sambil tersenyum tipis dengan tangan yang meraih ponsel yang ada di atas meja.


" Kangen" pesan singkat yang ku kirim pada Raidil.


Tak lama setelah pesan itu ku kirim, ponsel ku dengan cepat kembali bergetar panjang menandakan adanya panggilan masuk.


"tumben ngirim pesan duluan" ucap Raidil lembut dari balik telpon.


" emang gak boleh?" Sahut ku.


" boleh dong, Aku juga kangen" sahutnya terdengar sambil tersenyum.


Pipi ku masih selalu bersemu merah ketika mendengar semua kata indah itu dari bibir Raidil.


" besok rencana balik jam brapa?" tanya Raidil tentang kepulangan ku ke rumah.


"kata Ayah sih pagi, biar gak kemaleman nyampenya" sahut ku.


" emm.. hati-hati yaa.. mungkin besok Aku gak bisa sering ngasih kabar, soalnya lagi sibuk-sibuknya nya" ucap Raidil.


" Sibuk?".


"iya, bantu-bantu acara lamaran sepupu" sahutnya santai.


" Ohh gitu" sahut ku paham.

__ADS_1


"Rii, udah tidur?" ucap bang Farel yang tiba-tiba masuk, membuat Aku sedikit terkejut.


"Siapa?" Tanya Raidil dari balik ponsel.


" Bang Fa-".


" Ahh sayang, Aku kesepian di kamar sebelah , Aku boleh di sini yaa" ucap bang Farel memutuskan ucapan ku pada Raidil, mata ku membulat ketika mendengar kejahilan bang Farel yang menggoda ku dan Raidil.


" Siapa?" Suara Raidil kaku.


" Bang Farel" sahut ku singkat.


Sementara bang Farel tertawa puas tanpa suara.


" kamu lagi telponan sama siapa sih yank" tambah bang Farel masih dengan tertawa.


Sementara di balik telpon ku tidak terdengar suara apa pun kecuali hembusan nafas.


"hallo" ucap ku.


Saat kata itu terucap telpon yang terhubung pada Raidil tiba-tiba terputus tanpa ada sahutan.


"Aaaaa gara-gara abang sih" sahut ku kesal pada bang Farel.


" masa gitu aja marah" ucap bang Farel tertawa puas.


" kan kami baru aja mulai" sahut ku menunduk.


" ehh rii.. masa pacar kamu bodoh? Apa dia gak bisa gunain logikanya" tambah bang Farel.


" udah ahh.. Riri mau tidur aja" ucap ku dengan wajah cemberut.


" yee eelah Rii, masa kamu juga ngambekan" ucap bang Farel.


" Abang keluar aja, Riri mau tidur" sahut ku singkat.


" iya iya..." ucap nya berjalan keluar kamar masih dengan tertawa puas.


Sementara Aku menatap layar ponsel ku berharap Raidil kembali menelpon ku tapi harapan itu tidak kunjung datang setelah hampir beberapa waktu Aku menunggu.


" yank?"


"kamu marah beneran?"


" tadi itu bang farel, abang sepupu Aku"


" balas dong"


" yank?"


" ya udah, selamat malam i love u" ucap ku mengakhiri spam yang ku kirim pada Raidil.


Lama ku tatap layar ponsel ku masih berharap Raidil membalas salah satu pesan ku.


Tetapi, sampai mata ku mulai terpejam balasan itu tak kunjung datang.


" apa beneran marah?" tanya ku dalam hati dengan mata yang mulai menutup perlahan.


*


*


*


*


*


assalamualaikum para reader setia Author,


Author minaminicake ingin mengucapkan selamat hari raya idul Fitri.


Minal Aidin wal-faidzin, mohon maaf lahir dan batin


sampai ketemu lagi di episode selanjutnya.

__ADS_1


tetap dukung author yaa ❤️


__ADS_2