First Love "Di Bulan April"

First Love "Di Bulan April"
RENCANA LIBURAN


__ADS_3

Sepersekian menit kecupa itu mulai menjauh dari bibir ku dengan perlahan, mata ku yang tertutup kembali terbuka dan menatap wajah Raidil yang memerah menatap ke arah ku.


Tangannya masih menangkup kedua pipi ku, mata kami saling menatap seolah-olah masih terbuai dengan apa yang baru saja terjadi.


Raut wajah Raidil begitu memancarkan kebahagian yang membuat Aku melepaskan senyum hangat di bibir ku.


"ouuhh.. jangan senyum dulu Rii" ucapnya memalingkan wajah dan bersembunyi di balik tangannya yang memeluk lutut.


"hah" kata itu keluar dari bibir ku yang masih kebingungan.


Tangannya mengepal erat tanpa Aku tau artinya.


Tak lama setelah itu dia kembali bangun dan duduk tegap seperti semula, wajahnya di hiasi dengan senyum yang merekah lebar dan daun telinga nya masih me merah.


"kamu gak apa-apa?" tanya ku masih kebingungan.


"Aku gak apa-apa kok, cuma ngerasa malu" ucapnya jujur.


" malu kenapa?" tanya ku penasaran.


"Itu ciuman pertama ku Rii" sahutnya yang berhasil membuat Aku terkejut,tak ingin ada kecanggungan berlanjutan di antara kami, Aku berusaha berhenti bertanya.


Raidil kembali berbaring di atas rumput taman menatap ke arah langit.


"Aku udah nemuin cita-cita yang ingin ku capai" ucapnya.


" apa?".


"rahasia" sahutnya sambil tertawa.


"ih apa sih, udah nunggu dari tadi juga" sahut ku sedikit kesal memberi Raidil toyoran lembut di kakinya


"Rii, ayok pacaran " kembali Raidil bangun dari rebahannya.


"pacaran?".


" sebenarnya Aku maunya ngajak nikah, tapi kita kan masih kecil, masih sekolah, " jelas Raidil sambil tertawa.


mendengar itu, tertoreh lukisan senyum di bibir ku.


"jadi gimana?".


Aku tanpa Ragu mengangguk menjawab pertanyaan Raidil yang membuat dia kembali tersenyum bahagia karena tujuan ku malam ini memang ingin memberikan kepastian pada Raidil tentang hubungan kami.


Mata ku terus memandang wajahnya yang selalu tersenyum ke arah ku. setiap kata yang terucap dari bibirnya mulai menjadi candu bagiku.


"Apa yang membuat kamu suka sama Aku ri?" Tatapnya lekat ke arah ku seolah menanti jawaban pasti yang membuatnya penasaran selama ini.


" karena Cuma kamu yang bisa membuat jantungku selalu berdebar dengan hal-hal kecil" sahut ku serius menatap ke arah Raidil, dan lagi-lagi senyumnya terukir indah.


"Auuh mode ganteng maksimalnya keluar terus dari tadi" ucap ku dalam hati.


"bagaimana dengan Caca?" tanya ku spontan.


" Aku mau saat kita berdua gak usah ngomongin Caca ok" ucapnya dengan tangan mengelus kepalaku.


"emm ok" sahut ku mengerti.


"pulang yuk" ajak ku.


" gimana kalau makan dulu, Aku lapar" ucapnya.


"habis itu pulang" sahut ku.


"kenapa buru-buru sih" ucapnya lemas.


" coba lihat jam".


" oo.. oo.. ayok cepet, nanti kalo kemaleman mati Aku" ucapnya dengan langsung berdiri.

__ADS_1


Aku tertawa kecil melihat tingkahnya yang baru sadar waktu berlalu begitu cepat sehingga saat ini sudah mulai masuk jam malam bagiku.


***


Aku berdiri tepat di depan Rumah ku dengan Raidil yang masih menemani ku.


"masuk sana" ucapnya.


"oke, makasih ya " sahut ku.


"He em buat apa?" tanya sambil tersenyum menggoda seolah memikirkan yang lain.


"semuanya" sahutku singkat.


"yaudah sampe ketemu besok yaa" tatap Raidil dengan hangat.


"He em" kepalaku mengangguk tanda mengiyakan ucapannya.


Perlahan Raidil mulai menghilang di balik persimpangan dan Aku pun mulai berjalan masuk ke rumah.


Ceklekk


"Assalamualaikum" ucap ku sambil membukan pintu.


"baru pulang Rii" tanya Ayah yang masih dudu di sofa ruang tamu sambil membaca buku.


"hehe iya yah, gak telatkan?" sahut ku sambil memperhatikan jam tangan ku yang masih menunjukan jam 9 kurang.


"gak, yang ngantar kamu yang tadi jemput kan" tanya ayah.


" ya iya dong yah, emang siapa lagi?" Sahut ku.


"cie yang habis pulang kencan" sahut ibu yang tiba-tiba keluar dari dalam dan duduk persis di sebelah Ayah sambil membawa beberaa cemilan.


"sini dulu" ucap Ibu yang menghentikan langkah ku menuju kamar.


"kamu kapan libur sekolah Ri?" tanya Ibu.


" Emm.. pembagian raport kan sabtu depan" sahutku.


"Berarti kita liburannya habis pembagian raport aja Yah" ucap Ibu sambil menuangkan minum untuk ayah yang masih asik membaca.


"iya" hanya kata itu yang terucap oleh Ayah dengan mata yang masih saja berfokus pada semuah buku yang cukup tebal.


"liburan, kemana?" Sahut ku dengan girang


"laut kan" tambahku dengan berharap.


"mana ibu tau, tanya Ayah coba?" sahut Ibu dengan mengangkat ke dua bahunya.


tatapan ku mengarah ke pada Ayah yang seolah tak mendengar ucapanku.


"Ayah!"


"hem apa sih?" sahutnya masih dengan mata yang berfokus pada buku.


"laukan yah?" ucap ku sekali lagi.


"Iya iya laut" sahut Ayah tanpa menatap fokus pada ku.


"yuhuuu... Awas aja berubah" Aku melompat dengan girang yang membuat ayah dan ibu terkejut.


"hah apa?" ucap Ayah yang kebingungan dan menutup bukunya.


Aku berjalan masuk menuju kamar dan merebahkan tubuh ku di atas kasur tidur ku.


Pikiran ku mulai membayangkan waktu liburan yang akan datang yang memang benar-benar Aku nantikan.


Drrttt... Drrrtt

__ADS_1


Getar ponsel ku dari dalam tas.


"udah tidur?" pesan singkat dari Raidil menambah rona pipi ku yang memang sedari tadi merasa bahagia.


"belum" sahut ku dengan senyum yang masih melekat.


Tak lama setelah itu dering ponsel ku berbunyi.


"hallo?" sambut ku penuh semangat.


" hallo" sahutan yang sama terdengar sama bahagianya dengan ku.


Bertemu beberapa saat lalu terasa sangat kurang sampai-sampai waktu yang tertera di telpon sudah mencapai satu jam lebih.


Ponsel yang berada di genggaman ku pun terasa mulai demam tinggi.


Begitu banyak obrolan yang berlanjut termasuk rencana liburan Raidil yang akan ke jojga mengunjungi oma dan oppanya minggu depan selepas pengambilan Raport.


"baliknya kapan?" tanya ku yang sedikit merasa sedih karena selama masa liburan Aku mungkin akan berpuasa lama karena tidak bisa melihat Raidil.


" yang pasti sebelum masuk sekolah" ucapnya.


" makanya puas-puasin liat akunya, biar punya bekal" tambahnya sambil tertawa.


" Ih.. kamu aja yang gitu" sahutku menimpali.


"rencananya besok" ucapnya yang membuat Aku kembali mencerna perkataan Raidil.


"apanya?" tanya ku bingung.


" Ngambil bekalnya buat Aku bawa ke Jogja" sahutnya sambil terkekeh.


"cihh" aku ikut tersenyum mendengat gombalan sederhana itu.


"selama Aku di jogja, jangan nakal yaa" pintanya padaku.


"mau nakal sama siapa Aku" sahut ku sambil tersenyum.


"yaudah Aku tutup ya telpon nya" ucap Raidil sedikit membuat Aku kecewa karena hati ku masih ingin berlama-lama dengan obrolan kami.


"hemm" kata itu yang keluar dari mulut ku untuk menggambarkan kekecewaan ku.


" udah malam, kita lanjut besok di sekolah oke" sahutnya yang membuat Aku melirik ke arah jam dinding.


Benar saja tak terasa waktu kembali berjalan dengan cepat sampai-sampai sudah menunjukkan jam yang mendekati tengah malam.


"Good night sayang" kata itu terdengar jelas di telingaku seakan-akan Raidil ada di sini.


Aku terpaku dengan jantung ku yang berlompat kegirangan.


Belum sempat menjawab ucapan Raidil, panggilannya lebih dulu berakhir.


"kayanya bakal mimpi indah nii" celetuk ku dengan menangkup kedua pipiku yang bersemu kemerahan.


"good night to Raidil ".


*


*


*


*


selamat malam juga untuk para Reader ku tersayang


tetap jaga kesehatan dengan cukup waktu tidur.


semoga mimpi indah selalu hadir untuk kalian 😄

__ADS_1


__ADS_2