First Love "Di Bulan April"

First Love "Di Bulan April"
SEMPURNA


__ADS_3

Telapak kaki ku berpijak di anak tangga yang terakhir, perlahan Aku berjalan menyusuri jalan setapak terbuat dari kerikil-kerikil kecil yang menuntun ku ke arah pagar pembatas yang tidak jauh di depan ku, dan mata ku membelalak melihat pemandangan indah dari bukit setinggi ini, rumah dan pepohonan hijau terlihat begitu kecil.


"wah" kata itu terucap keluar dari bibir ku karena kagum.


" suka?" ucap Raidil tepat di samping ku.


Aku mengangguk dengan mata yang menatap ke arah depan.


" sini Ri" ajak Raidil meraih tangan ku mengikuti langkah kakinya ke arah gazebo kecil yang terletak tidak jauh dari tempat ku tadi berdiri.


"Aku baru liat ada gazebo" ucap ku.


" baru Aku keluarin dari kantong" ucap Raidil membuat Aku tertawa.


Kami duduk berdua sambil menatap ke arah pemandangan kota yang nampak kecil dari atas bukit ini,


Angin segar terus menerus menerpa kami berdua seolah menjadi penyegar tersendiri di kala siang itu.


" emm kita ngapain di sini?" tanya ku sambil masih memperhatikan sekitar yang hanya ada 2-3 orang.


"emang maunya ngapain?" ucap Raidil dengan mata yang sedikit menyipit dan tersenyum menggoda.


" kamu mikir apa?" tanya ku yang juga menyipitkan mata sambil tersenyum membalas godaan Raidil


Hahaha


Tawa Raidil pecah saat mendengar apa yang ku katakan.


"Rii"


Raidil bergeser mendekat ke arah ku.


"Hmm" ucap singkat.


Tanpa aba-aba, Raidil membuat ku terkejut dengan membaringkan kepalanya tepat di pangkuan ku.


"Dil" ucap ku tanpa alasan apa yang ingin ku kataka.


" Emm boleh ya gini," ucapnya sambil memejamkan mata.


"besok Aku terbang ke jogja" tambahnya membuat Aku menatap wajahnya yang terbaring nyaman di pangkuan ku.


Tanpa ku sadari jemari- jemari tangan ku neyelusup masuk ke sela rambut Raidil yang bervolume dan lembut.


Menyadari sentuhan tangan ku, Raidil mengerjipkan matanya menatap lembut ke arah ku tanpa tersenyum.


"kenapa?" tanya ku.


" kangen" ucapnya.


bagaimana bisa dia bilang kangen, sementara Aku tepat di hadapannya" ucap ku dalam hati sambil tersenyum heran.


Raidil bangun dan duduk tepat di samping ku dan menyenderkan kepalanya di pundak ku.


"Rii, kamu tunggu di sini sebentar yaa" ucapnya sambil berdiri dan berlari ke arah kedai kecil di ujung jalan yang terlihat sepi.


Aku duduk memperhatikan pemandangan yang memanjakan mata ku sambil berpikir, kenapa di sini sepi? kenapa Aku baru tau ada tempat se indah ini di kota? dan banyak lagi pertanyaan yang menggumpal di kepala ku yang membuat Aku penasaran.


" Rii" Raidil datang dan menepuk bahu belakang ku.


" gitar?" Ucap ku terkejut dengan tangannya yang menggenggam gitar dan membawa beberapa minuman.


" bisa nyanyi kan?" tanyanya.


" Ehh gak" ucap ku gugup.


" dapat gitar dimana? Emang bisa mainin?" tanya ku penasaran.


Hahaha


" Rii ngapain Aku minjam dan bawa gitar ke sini kalo Aku gak bisa maininnya" ucap Raidil menyadarkan ke tidak pintaran ku.


Raidil duduk tepat di hadapan ku sambil memetik senar gitar dan mengeluarkan nada-nada yang memanjakan telinga.


"If I had to live my life without you near me" suara lembut Raidil mengeluarkan lirik itu dengan petikan gitar akustik yang di main kannya.


Angin lembut lagi-lagi datang memberikan kesejukan di sela suara lembut raidil.

__ADS_1


" tau lagu ini?" tanya Raidil menatap ku, dan Aku hanya mengangguk pelan.


Raidil kembali memetikkan gitarnya dengan merdu dan menyanyikan lagu itu dengan penuh kesungguhan.


"If I had to live my life without you near me


The days would all be empty


The nights would seem so long


With you I see forever, oh, so clearly


I might have been in love before


But it never felt this strong


Our dreams are young and we both know


They'll take us where we want to go


Hold me now, touch me now


I don't want to live without you


Nothing's gonna change my love for you


You oughta know by now how much I love you


One thing you can be sure of


I'll never ask for more than your love


Nothing's gonna change my love for you


You oughta know by now how much I love you


The world may change my whole life through


But nothing's gonna change my love for you


Our love will lead the way for us


Like a guiding star


I'll be there for you if you should need me


You don't have to change a thing


I love you just the way you are


So come with me and share the view


I'll help you see forever too


Hold me now, touch me now


I don't want to live without you


Nothing's gonna change my love for you


You oughta know by now how much I love you


One thing you can be sure of


I'll never ask for more than your love


Nothing's gonna change my love for you


You oughta know by now how much I love you


The world may change my whole life through


But nothing's gonna change my love for you.


Song by: george Benson (nothing's gonna change my love for you).


Petikan gitar itu berakhir sama dengan lirik terakhir dari lagu itu.

__ADS_1


Bibir ku tersenyum dengan bulir air mata yang menetes dengan perlahan.


Menyadari itu tangan Raidil dengan cepat mengusapnya.


" Kok nangis" tanyanya membalas senyum ku.


" Aku mudah terharu dengan gombalan kamu dil" ucap ku sambil menyekat air mata yang tadi di usap tangan lembut Raidil.


" Itu bukan gombalan Ri" ucap nya dengan tatapan serius.


Raidil mendekat dan melingkar kan tangannya di tubuh ku.


Pelukan yang mendarat kembali membuat ku merasa nyaman.


" kamu tau arti lagu itu?" tanya nya dengan menopang dagunya pada bahu ku.


" He em" sahut ku mengiyakan.


" Semuanya murni tentang perasaan ku pada mu" ucapnya.


" Selama aku liburan di jogja, jangan nakal, jangan tersenyum pada laki-laki lain" tambahnya yang kemudia melonggarkan pelukan dan menatap mata ku.


Sementara Aku hanya membalas tatapan Raidil dengan bingung.


"oke" ucap Raidil dengan sedikit menekan.


" Iya iya" sahut ku tersenyum.


Kami menghabiskan waktu dengan bercanda gurau dan bercerita tentang apa saja sampai pada akhirnya matahati mulai mendekati upuk barat, warna jingga menghiasi langit sore yang di penuhi awan putih yang juga menjingga.


Aku berjalan mendekati pagar pembatas, berusaha semakin dekat dengan sumber cahaya .


Tangan ku tepat memegang piinggiran pagar dengan mata ku yang tertuju pada matahari jingga sore itu


" cantik yaa?" ucap Raidil yang berdiri tepat di belakang ku dengan tangan yang mengunci tubuh ku dalam pelukannya.


Deg


Jantungnku mulai berpacu tak kala Raidil mengeratkan pelukannya dan membenamkan wajahnya di punggung belakang ku.


"Rii"


Tangan Raidil membalikan tubuh ku menghadap ke arahnya dan membelakangi matahari.


"hem?" Sahut ku dengan menatap mata Raidil.


" beri Aku bekal" ucapnya sambil tersenyum.


"bek-". Kata itu terputus ketika bibir Raidil mendaratkan lebih dulu dan memberikan kehangatan di bibir ku.


Mata ku membulat dan kemudian perlahan terpejam dengan jantung yang selalu berdegup kencang.


Satu tangan Raidil memegang kepala bagian belakang ku dan memperdalam kecupannya, sementara tangan satunya memeluk erat pinggang ku.


Aku terhanyut dalam buaian kasih sayang Raidil sore itu, tubuh ku akan selalu menghangat tak kala dalam dekapan Raidil.


Di temani sore jingga nan indah dan hembusan angin lembut yang menyentuh kulit menjadikan semuanya semakin sempurna dan membuat aku juga semakin tidak ingin jauh dari Raidil.


*


*


*


*


*


*


haiii para reader-reader sayang.


semangat puasanyanya ❤️


autor mau bobo dulu ya, ngantuk 2 hari gak tidur 😢


sehat terus buat kalian, dan terima kasih untuk kesabaran kalian.

__ADS_1


__ADS_2