First Love "Di Bulan April"

First Love "Di Bulan April"
RAIDIL


__ADS_3

Thitttt...thiiitttt...


Thiittt...thhiiittttt..


Suara klakson motor matic terus berbunyi di belangkang mobil bang Farel.


" Itu cewe kenapa sih?" ucap bang farel heran.


"Rii.. kamu kenal dia?"


"Dari tadi berisik" ucap bang Farel membuat ku menatap ke arah kaca spion mobil.


Mata ku terus memperhatikan seorang wanita terus membunyikan klakson berusaha mendapat respon.


"Jessi!" ucap ku dengan sedikit terkejut.


"Bang.. minggir bang.. minggir" ucap ku pada bang farel untuk menepi saat mengetahui bahwa jessi lah yang terus membunyikan klakson.


"Kenal?" tanya bang Farel


"Temen Riri" sahut ku singkat.


Tak lama setelah mobil bang Farel menepi, jessi berlari kecil ke arah ku.


"Aarhh.. Rii" ucap jessi dengan nada suara yang ngos-ngosan seperti seseorang yang habis berlari.


"Haii jess" sapa ku dengan senyum hangat dan tangan yang membuka pintu mobil tanpa keluar.


"Ri..ri" sahutnya dengan memberikan sedikit pelukan.


"Aku dapat cerita dari teguh kalo kamu ada di warung mba ita, tapi pas di samperin kata Della baru aja jalan".


"makanya ngebut.. ngejar ni mobil" jelasnya dengan detail.


"Nafas dulu jess"


"Aku gak pernah ngebut, makanya sampe gini ni nafas" sahutnya.


"Kamu apa kabar?" tanya ku pada jessi.


" Baik Alhamdulillah, Aku seneng bisa ketemu sama kamu".


"Ada yang mau Aku berikan buat kamu Ri"


"Makanya Aku sampe ngos-ngosan gini bawa motor"


"Hmmm" ucap ku bingung.


" Tapi Aku gak bawa barangnya" tambahnnya.


"Apa?" Tanya ku penasaran.


"Kamu lusa bisa ke sekolah? Atau Aku aja yang ke rumah?" tanyanya.


" Aku besok balik ke semarang" sahut ku singkat.


" Hah.. aduh.. gimana dong?"


"Aku hari ini sampe besok bakal kemah" sahutnya sedikit panik.


" Emang apaan jess, penting banget yaa" tanya ku.


"Aku gak tau penting gak nya, tapi ini dari Raidil" sahutnya membuat jantung ku tiba-tiba berdegup dengan tempo yang cukup cepat.


"Raidil?"


"Iya Raidil, gimana dong?" tanyanya pada ku yang membuat Aku bingung.


" Aku juga gak tau jess, kalo Aku ngambil ke rumah kamu sekarang gimana?" tanya ku.

__ADS_1


"Habis ini Aku balik ke sekolah langsung berangkat Rii"


"Duh.. gimana yaa" ucapnya yang sama bingungnya dengan ku.


" Kamu tau rumah Riri?" sambung bang Farel.


"Tau kak" sahut jessi menatap ke arah bang Farel yang tepat ada di belakang ku.


"Yaudah lusa kamu antar aja ke rumah" ucap bang Farel.


" Nanti kalo udah di rumah, abang kirimkan ke semarang Rii" tambah bang Farel memberi solusi.


"Gimana?" tanyanya padaku.


"Iya bang" sahut ku singkat.


"Yaudah kalo gitu, lusa balik langsung ku antar deh" ucapnya.


" iya, semoga acara kemahnya lancar ya jes" ucap ku.


" amin, makasih ya Rii, Aku balik ya rii.. maaf banget gak bisa ngobrol lama-lama, Aku harus siap-siap" ucap jessi kembali memeluk ku.


" Iya jess gak apa-apa kok".


"Aku seneng kamu baik-baik aja, Aku pengen ngobrol lebih lama tapi keadaan gak mendukung banget" tambahnya.


" Bisa kita sambung kalo Aku udah balik ke sini" sahut ku.


" Bener yaa.." ucap jessi dengan tatapan hangat.


" Iya".


" Yaudah, Aku balik yaa.. bey rii" ucapnya melambaikan tangan.


" Bey jess" sahut ku dengan tangan yang menutup pintu mobil.


Jantung ku terus memacu dengan hentakan yang sama sejak tadi.


Pikiran ku terus mengarah pada sesuatu yang ada pada jessi.


Tentang "Raidil".


***


Semua waktu dan kesempatan yang ku punya selama dua hari kini berakhir, tante Erna sudah siap dengan semua barang begitu juga bang Farel yang siap mengantar Aku dan tante ke bandara.


Ku pandangi ketiga sahabat ku yang masih mengenakan seragam sekolah siang itu, tatapan penuh kesedihan mereka berikan pada ku.


" Kalian kok ngeliatnya gitu?" tanya ku.


" Tante, riri bakal balik lagi ke sini kan?" tanya Lila dengan nada bergetar.


" Tentu saja, kan ini rumahnya" sahut tante Erna.


"Kalo udah nyampe kabarin ya Rii" ucap Ema.


" Iya pasti kok " sahut ku singkat.


"Cepat balik ya Rii" ucap Della dengan pelukan hangat yang kemudian di susul dengan Ema dan Lila.


Dengan perlahan dekapan itu melonggar berganti dengan lambaian tangan tanda perpisahan sementara, harap ku begitu.


" Tante".


"Hmmm?"


"Apa nanti Riri bisa sekolah lagi?" tanya ku Dengan mata yang memandang ke arah luar jendela mobil.


"Kita bicarakan itu nanti ya Rii" sahut tante Erna.

__ADS_1


"Riri pasti sekolah lagi kok" tambahnya.


Jawaban itu sedikit membuat ku lega di tengah pikiran ku yang terus memikirkan Raidil.


"Baik-baik kamu di sini ya rel" ucap tante Erna sambil memeluk bang farel.


" Siap ma" sahutnya.


" Cepat sembuh ya" ucap nya pada ku.


" Iya bang" sahut ku singkat.


" Em.. bang?".


" Hmmm?"


"Tolong yaa" ucap ku.


" Aaa... Iya" sahut bang farel seolah mengerti apa yang ku maksud.


" Makasih, maaf riri ngerepotin" ucap ku.


"Jangan terlalu banyak pikiran yaa" ucap bang farel sambil membelai pucuk kepala ku.


"Yaudah Ayok Rii" ajak tante Erna sambil memutar kursi ku.


Kami pergi meninggalkan bang Farel yang melambaikan tangannya ke arah kami.


" Tante? Apa kita akan lama di semarang?" Tanya ku.


" Nanti kita tanya dokter Arya ya " sahut tante Erna singkat dengan tangan yang mendorong kursi rodaku.


Duduk bersender dengan tangan menopang pipi, ku pandang hamparan awan putih yang ada di sekitar,


Indah dan tenang membuat rasa nyaman di hati namun tidak berlaku untuk ku saat ini.


Aku terus merasakan kegelisahan karena rasa penasaran yang berkecamuk di pikiranku.


Rasa kecewa karena keadaan bercapur rindu membuat Aku ingin segera mengetahui apa yang ada pada Jessi.


"Rii? kenapa?" tanya tante Erna yang melihat ku dengan bingung.


" gak apa-apa kok tan" sahut ku dengan kembali memalingkan wajah menatap keluar jendela pesawat.


" Yakin?" tambahnya.


" Heem" Ucap ku singkat dengan kepala yang mengangguk pelan.


Mata ku terus menatap Awan yang mengikuti ku atau mungkin Aku yang mengikutinya, ku pejamkan sesaat merasakan hati ku yang menahan Rindu.


Rindu yang teramat dalam pada Raidil.


Aku berharap hari ini lekas berakhir secepatnya, dan berganti dengan hari Esok saat paket yang akan di kirim bang Farel sampai di tangan ku, menjawab semua rasa penasaran ku tentang apa yang ingin Raidil berikan atau sampaikan padaku.


Setidaknya Aku bisa berharap tentang bagaimana aku bisa menghubungi atau tau tentang kabarnya.


*


*


*


*


Assalamualaikum para Reader, sapa hangat dari Author Minaminicake buat kalian,


Bagaimana kabar dan keadaan kalian?


Jangan lupa tetep selalu dukung Author yaa❤️

__ADS_1


__ADS_2