Fly With Me (REVISI)

Fly With Me (REVISI)
Episode 29


__ADS_3

Kasih bonus dah karena udah komentar.


***


“Jangan berusaha alihin pembicaraan, Araya.”  Usai mendengar perkataan Daren itu, Raya menjadi kicep. “Kemarin kemana?”


“Kan aku main sama Reza.”


“Kemana?” tanya Daren lagi.


“Ke pantai. Eh, kamu kemarin bawain martabak ya?” trik baru Raya, dia mau mengalihkan pembicaraan diantara keduanya.


“Enggak, siapa kali itu. Aku aja lagi di luar negeri.” Ngeles, Daren tak jujur kali ini.


“Pantesan nggak jadi nyusul, padahal pantainya bagus loh, di hias-hias gitu.” Raya menyengir. “Aku sama Reza, ya kayak kamu sama aku, kita cuma teman.”


“Kalau aku beda.”


“Apa yang bikin beda.” Nampak tak seperti sebuah pertengkaran, keduanya sekarang malah asik mengobrol tanpa ingat masalah mereka.


“Aku lebih ganteng.” Sangat percaya diri seperti biasanya.

__ADS_1


“Tapi Reza lebih baik dari kamu, dia mau antar aku kemana pun, kalau nggak sibuk.”


“Aku juga bisa, mulai besok kamu akan aku antar kemana pun.”


“Tapi aku nggak mau diantar kamu, soalnya kamu sibuk.” Ujar Raya yang diakhiri dengan kekehan khasnya. “Jelek banget kamu kalau keseringan lembur.”


Daren memejamkan matanya, perempuan itu tak sedikitpun merasa berdosa karena membuat Daren tak bisa tidur dalam beberapa hari. “Serah deh, aku mau tidur.”


“Di sofa?” tanpa membalas pertanyaan Raya, Daren membaringkan tubuhnya dan meletakkan kepalanya di paha milik Raya yang terbalut dress tiga perempat. Raya tidak kaget, sikap Daren yang tak bisa di tebak sudah jadi makanannya sejak dulu.


“Reza melamar kamu?” pelan namun suara itu dapat mengetuk perasaan Raya yang dalam. Pria yang memejamkan matanya itu menanyakan hal yang selama ini Raya pikirkan. “Di terima?”


“Kalau mau sama Reza, ya sudah.”


Raya tau, Daren akan bicara seperti itu. Larangan itu semuanya hanya larangan tanpa arti. Senyuman miris itu muncul, “Niatnya juga aku mau terima, lagian kayaknya sekarang waktunya aku harus cari suami juga, iya kan?”


“Tanpa cinta?” kelopak mata yang terpejam itu kembali terbuka, Daren menatap perempuan cantik yang ada didepan wajahnya. Raya tersenyum, sebuah hal yang selalu Daren rindukan adalah senyum itu.


“Tanpa kamu ketahui, aku udah lama mencintai Reza. Tapi, demi Aila aku ngalah.” Raya berbohong, rasanya tidak etis menerima Reza yang jelas-jelas belum Raya cintai.


Raya tentu tidak mau menyakiti hati orang lain, termasuk hati Reza. Dia masih menyukai Daren, pria itu.

__ADS_1


“Really?”


“Kenapa aku harus bohong sih? Seandainya aku ngaku kalau aku cinta sama Reza pun, dia nggak akan membenci aku kok, Daren. Kamu jangan terlalu khawatir ya.” Panjang lebar Raya bicara.


“Terus kamu ninggalin aku?” pertanyaan Daren yang menjebak selalu membuatnya menemukan jawaban paling kreatif.


“Enggak kok, aku bakal sering-sering ajak Rachel main. Tapi mungkin nanti aku lebih sering ajak Reza, nggak apa-apa kan?”


“Dia anak aku, harusnya ajak aku.” Ujar Daren dengan nada marahnya.


“Oh yaudah, gimana kalau kita mainnya berempat? Atau berlima aja, sekalian aku ajak Aila. Dia juga suka kesepian kalau dirumah.” Yang ini bukan solusi untuk Daren, pria itu kembali memejamkan matanya karena terlalu kesal dengan Raya.


“Bodo lah, terserah kamu.”


Dia marah. Pikir Raya.


“Yaudah, kamu maunya gimana, sayang?”


***


Komenin lagi biar update lagi, hehe 

__ADS_1


__ADS_2