
Yang kesal karena jarang update, tolong ditahan. Aku bawa sisi terang cerita ini untuk kalian. Selamat membaca!!
***
Baru pukul empat sore, tapi Daren sudah sampai dirumahnya. Renata tentu saja bingung, anak laki-lakinya itu jarang sekali pulang sore. Dia bahkan sering menghabiskan waktunya sampai malam dengan seseorang yang Renata kenal sebagai Raya.
Daren mendudukkan tubuhnya di sofa dan bersandar. Menunjukkan kalau ia sedikit kelelahan. Sebagai seorang ibu, jiwa-jiwa penasaran terhadap anak pastinya sangat mengganggu. Sama halnya seperti Renata.
Renata ingin bertanya, namun ia memilih membiarkan Daren istirahat lebih dulu. “Kak, mama habis masak. Mau makan dulu, atau mandi dulu?” tanya Renata saat ia baru saja duduk di sofabed tepat disebelah Daren.
“Aku mau istirahat dulu, Ma.” Daren bangkit dari tempat yang didudukinya. Lalu berjalan menjauhi Renata bersama tas gendongnya yang ia bawa dengan tangan kanannya. Baru dua langkah Daren berjalan, ia berbalik lalu melihat Renata yang masih memperhatikan Daren. “Ma, kalau aku bosan main sama Raya, itu wajar?”
Renata diam untuk sejenak, senyum kemudian muncul menyusul sebelum ia bicara. “Wajar kok, memangnya sudah nggak suka sama Raya lagi?” goda Renata.
“Nggak tahu, aku cuma nggak ingin ketemu Raya.” Ujarnya. “Aku nggak tega kalau ngomongnya begitu, jadi aku bilang kalau aku punya pacar, dan aku mau antar pacarku.”
Renata tidak marah mendengar ucapan Daren yang berbohong. Niat anaknya baik, tidak mau melukai perasaan Raya—perempuan yang Daren suka— kan?
__ADS_1
“One day, tell her about this. Kamu nggak boleh selamanya bohong ke dia, kan?” Renata tersenyum kemudian sebelum Daren akhirnya menaiki tangga untuk menuju ke kamarnya.
***
PANTI ASUHAN CINTA HATI
Sudah tiga tahun, Daren selalu datang kesini untuk sekadar main bersama banyak anak panti. Seperti halnya hari-hari yang lain, Daren datang kesini setelah beberapa bulan disibukkan dengan kuliahnya yang tugasnya makin menumpuk.
Di depan Daren, banyak anak panti yang tengah mengantri menerima banyak baju yang ia siapkan sebelum datang kemari. Mereka berbaris dengan rapi, memang anak-anak yang patuh. Tangan Daren memberikan satu paket yang terakhir dengan nama Ella. Seorang anak perempuan berumur lima tahun yang menarik perhatian.
Senyum Daren mengembang, sekedar berbagi ternyata memberikan banyak efek untuk hidup Daren. Untuk sesaat, Ia bisa mengalihkan pikirannya yang penat oleh banyak urusan yang membuatnya kalut.
Tanpa semua orang sadari, Daren mendekati anak itu dan menggendongnya. Anak kecil itu tertawa melihat Daren yang tersenyum. Daren mengaku, anak ini cukup menggemaskan diumurnya yang ke satu tahun.
Masih membawa anak kecil yang entah namanya siapa, Daren berjalan mendekati Mamanya. “Ma, lihat. Lucu, kan?” tanya Daren.
Renata mengangguk senang, tapi terlihat ada yang kurang tatkala ia tidak melihat anak ini membawa baju atau sebagainya. “Dia belum dapat baju atau gimana Daren?”
“Belum dapat, mungkin ini anak baru,” ujar Daren yang juga tidak tahu. “Ma, lucu ya?” Renata mengangguk, dia setuju dengan apa yang anaknya katakan. “Boleh dibawa pulang, nggak?”
Pandangan keduanya bertemu, “Kamu serius?” anaknya terdengar seperti orang yang bercanda.
__ADS_1
“Serius lah, Ma.” Ujar Daren.
“Kalau mau, Mama bantu urusin” kalau sudah ditawari bantuan seperti ini, untuk apa Daren menolak lagi.
“Yaudah, kita bawa pulang aja” Renata tersenyum mendengar jawaban anaknya. “Aku mau kasih namanya Raya,”
Renata melotot mendengar celotehan Daren yang ngawur, “Jangan asal kalau ngomong, ih!”
“Habis aku kangen Raya, Ma” jawabnya singkat.
***
Jangan marah, ya. Kalau saya suka hilang-hilangan. Btw, ini hadiah untuk kalian karena cerita ini bisa nangkring jadi juara 10 besar di DKI Jakarta.
Dan ditengah musibah ini, aku mau memberi kalian satu hadiah lagi. Ada yang mau ending versi Daren dan Raya? Kalau ada yang mau, aku akan usahakan buat.
Satu lagi, yang mau baca karya terbaru aku. Bisa buka ceritaku 'BREAKFAST MATE' tentang Natya dan Genta yang dulunya sama-sama dijodohin. Pokoknya harus banget dibaca!!
See you in the last episode, Aning.
__ADS_1