Fly With Me (REVISI)

Fly With Me (REVISI)
Episode 38


__ADS_3

FLY WITH ME


CINCIN


“Aku bawain kamu oleh-oleh loh, padahal” ucap Reza saat keduanya memasuki apartemen Raya yang kosong. Beberapa bungkus oleh-oleh memang sengaja Raya taruh diatas meja sofa dengan asal.


“Yaudah, kita tukeran oleh-oleh aja, gimana?” tanya Raya kemudian. Reza juga masuk ikut duduk di sofa. Menyandarkan tubuhnya karena lelah usai penerbangan yang lumayan panjang.


Raya menyandarkan tubuhnya di sebuah sandaran sofa yang nyaman. Tangan Raya meraih tas kerja kecil miliknya. Ia mengambil sebuah kapas dan cairan pembersih make up.


Sembari menikmati santai, Raya mengelap makeup-nya yang belum terhapus sejak tadi. Sedikitpun Raya tidak sadar jika Reza sudah memperhatikan tangan Raya yang sibuk mengelap wajah sambil menutup mata.


“Biar aku bantu,” ucap Reza. Mendengar ucapan Reza, Raya bangun dari sandarannya dan melihat Reza yang masih duduk di sebelahnya. Tangan Reza menepuk pahanya, memberitahu supaya Raya berbaring di sana sambil dibersihkan wajahnya.


“Okey, tapi harus bersih ya” Raya memberikan kapas yang semula ia gunakan untuk membersihkan wajahnya. Membiarkan Reza mengambil alih pekerjaannya. Sesuai perintah Reza, Raya akhirnya berbaring di paha Reza yang masih terbalut dengan seragam kerjanya.


“Za?” kelopak mata Raya tertutup, tetapi mulutnya terbuka. Mengajak Reza yang tengah mengelap makeup-nya untuk berbicara.


“Hm?”


“Kamu nggak capek?” tanya Raya lagi.


“Capek kerja?”


“Bukan, capek ngejar aku,” Reza diam di tempatnya. Memandangi wajah perempuan cantik yang sudah beberapa minggu ini ia rindukan. Tidak biasanya Raya menanyakan ini, Reza jadi penasaran dengan isi pikiran Raya yang random.


“Kamu berharap, aku jawabnya apa?” Reza kembali melanjutkan pekerjaannya.


Mendengar jawaban Reza yang menyerahkan segalanya kepada keputusan Raya, tentu saja membuat Raya bingung. Perasaan-nya kepada Daren belum usai, tapi ia juga tidak mau kehilangan Reza yang merupakan orang paling bijak.


“Aku nggak tahu, Za. Egois nggak kalau aku berharap sama kamu juga?” Reza senang, tentu saja. Baginya, hal yang baru saja Raya ucapkan adalah sedikit harapan setelah harapannya hampir pupus. “Za, jangan menyerah dulu ya. Aku lagi berusaha menata hati aku.”


Lagi-lagi, Reza bahagia mendengar ucapan Raya. Perempuan itu tidak membuka kelopak matanya sedikitpun. Membuat Reza semakin penasaran, apakah Raya kerasukan jin yang menyukai Reza?

__ADS_1


“Kamu tahu nggak, alasan aku sampai sesayang ini ke kamu?” Raya akhirnya membuka matanya. Menatap Reza yang sudah selesai membersihkan wajahnya. Tatapan keduanya beradu, tentunya Raya menunggu jawaban Reza tersebut. “Karena, cuma kamu yang nggak pernah senyum ganjen ke aku. It’s mean, kamu galak”


Raya tersenyum dan mencubit hidung Reza yang ada diatasnya. “Aw, sakit”


***


“Cepet amat pulang dari Bali-nya,” Raya cukup kaget saat melihat Aila yang ternyata baru saja pulang, entah darimana.


Sebelum Aila pulang ke apartemen, Reza sudah izin pulang lebih dulu. Katanya, dia mau makan malam dengan keluarganya. Alhasil, Raya membiarkan Reza pulang. Lagipula, keduanya sudah menghabiskan waktu beberapa jam untuk saling mengobrol.


“Gue disana udah dua minggu lebih, tapi tiga hari yang lalu gue baru ke jogja” ucap Aila saat memasuki apartemen. “Wih, ada makanan”


Aila mengambil duduk di sebelah Raya, dan membuka oleh-oleh yang dibawakan Reza untuknya. “Dari Reza, dia habis dari Thailand,” ujar Raya. “Lo di Jogja ngapain aja?”


“Liburan dong. Syuting, terus makan.” ujar Aila yang sudah melahap makanan yang baru saja ia buka bungkusnya. “Gue ke Malioboro, sekalian ke Tebing Breksi. Bagus sumpah, lo kalo pre-wedding disana aja”


“Cuma ke dua tempat?” kini Raya ikut melahap makanan yang tadi dibuka oleh Aila.


Okey, jiwa-jiwa Youtuber-nya keluar. 


“Tayang kapan yang Malioboro?”


“Besok, jangan lupa nonton videonya di channel ‘Trip With Aila’s Gengs’. Sumpah, disana gue cantik banget dong. Gue akuin si Jaki pinter ambil gambarnya,”


Gila, omongan lo sekarang jadi sedikit guna. 


“Kak, masa tadi di depan pintu ada cincin.” lapor Aila yang merasa tidak merasa memiliki cincin itu. “Dari Bang Daren, tapi di taruh di knop pintu. Gue baru tahu pas sampai tadi pagi, terus gue ambil.” Aila bangkit dari tempatnya dan mengambil barang yang ia maksud yang terdapat di kamarnya.


“Serius dari Daren?” Raya mencubit tangannya, ternyata tidak mimpi.


Tak lama, Aila keluar dari kamarnya. Ia membawa sebuah paper bag kecil dan menyerahkannya kepada Raya. Dibuka lah paper bag itu yang berisi sebuah kotak berudu berwarna merah hati.


Dari seluruh isi paper bag berwarna coklat itu, hanya sebuah note kecil yang membuat Raya penasaran. Tangannya meraih catatan itu dan membacanya.

__ADS_1


From : Daren


Hai, maaf aku buat kamu kesal. Let’s talk again, I love you. 


“Cie, dapet cincin dari calon pacar.” Aila yang senang menggoda Raya, dia saja tidak tahu masalah soal brengseknya Daren. Mungkin, Aila juga akan sangat marah ketika mendengar ucapan Daren yang menyakitkan. “Eh, lo udah jadian belum sih sama Bang Daren?”


Raya hanya tersenyum dengan sedikit tawa. Wajahnya memang tertawa, tapi rasanya hambar. Perasaan Raya ikut hambar rasanya. Tidak secepat itu Raya bisa melupakan Daren, tapi ia jadi kesal kalau Daren semudah ini mempermainkannya.


“Gue ke kamar ya, mau bobo cantik” Aila pergi begitu saja usai memakan sekotak kue yang Reza bawa dari Thailand.


Emang dasar, jadi monster kalo udah ketemu makanan. 


Tring


Sebuah pesan masuk ke dalam ponsel Raya yang masih terdapat di dalam tas kerjanya. Ia terlalu malas untuk membereskan seluruh barangnya sejak pulang tadi. Raya hanya mandi dan keramas karena tubuhnya yang lumayan lengket. Dengan malas, tangan Raya meraih tas kerjanya dan memasukkan tangannya mencari ponselnya yang sudah ia nyalakan.


Daren Ganteng 


Sudah terima cincinnya? I’m here, di depan apart kamu. 


Raya bangkit dari sofa itu karena penasaran dengan pesan yang baru saja Daren kirimkan untuknya. Di dalam hatinya, ia sedikit ragu. Apakah kali ini Daren juga akan mempermainkannya? Sejujurnya, Raya sangat lelah dengan permainan ini.


Belum sampai ke depan pintu, Raya berhenti. Amarahnya kembali berkobar setelah datangnya pesan dari laki-laki yang selama ini dicintainya. Sejenak Raya menutup matanya, meyakinkan dirinya bahwa Daren tidak salah sepenuhnya.


Langkahnya kembali Raya lanjutkan. Tangannya meraih knop pintu dan membuka pintu apartemen yang semula tertutup. Seperti dugaannya, Daren ternyata berdiri disana dengan sebuket bunga mawar yang pastinya untuk Raya.


 


***


Hallooooo, 2-3 episode lagi novel ini akan selesai, yeyyy. Endingnya sama siapa nih? Daren atau Reza?


Btw, aku ada rencana untuk lanjutin novel ini yang versi sequel di platform yang oren-oren. Ditunggu ya.

__ADS_1


__ADS_2