
Delvia gadis cantik yang memiliki kehidupan sederhana hanya bersama kakaknya, Delvia hidup berdua dengan kakaknya mulai dari umur 10tahun dikarenakan orang tuanya telah tiada karena kecelakaan oleh sebab itu Dion sebagai kakak sekaligus wali dari delvia sangat menyayangi delvia dan selalu memberikan hidup yang cukup walaupun sederhana...
"Delvia cepatlah ini hari kelulusanmu" teriak Dion yang sedari tadi menunggu Delvia di meja makan untuk sarapan.
"sebentar kak ini agak sulit" jawab delvia dari dalam kamarnya karena ia kesulitan memakai kebaya untuk kelulusannya.
Dion sudah menyuruh Delvia ganti baju dan berdandan si salon namun delvia menolak karna tak ingin menambah biaya pengeluaran.
setelah beberapa menit akhirnya persiapan delvia sudah selesai.
"sudah siap, sarapan dulu" tegur Dion saat melihat adik sematawayangnya keluar dari kamar.
selesai sarapan merekapun berangkat ke gedung pesta kelulusan Delvia...
"Delvi sebelah sini" teriak kedua sahabat delviaa michel dan lala sambil melambaikan tangan saat melihat dion dan delvia.
"kak ayo temanku di sana" ajak delvia sambil menggandeng tangan kakaknya.
seusai acara kelulusan Delvia langsung berpamitan pulang pada kedua sahabatnya karna ia tak suka mengadakan acara ataupun ikut-ikutan konvoi.
"chel, La, aku pulang duluan yah" pamit Delvia
"yah kok pulang sih Del, emang kamu ngak ikut bareng kita" sahut michel dengan kecewa.
"ngak chel, maaf yah lain kali aja lagian nga ada untungnya buat aku" tungkas Delvia.
"Ihhh enak tau Del, kita bisa liat cowok ganteng, bisa nambah kenangan sama bisa cari gebetan" seru lala dengan nada manjanya.
"benar tu Del kata lala" tungkas michel.
"eh ia tumben lala pinter" sambung michel yang sadar lala benar, biasanya lala orang yang paling lalot dan ngak nyabung kalo lagi bicara.
" aku memang pinter kali" seru lala percaya diri.
"iaia kamu pinter kok, tapi aku beneran ngak pengen ikut maaf ya" Delvia mencoba mengontrol suasana.
"udah ya aku udah di tunggu kak dion, Bye" lanjut Delvia sambil berlalu melambaikan tangan karna Dion sudah menunggu dan membunyikan klakson motornya.
"bye" ucap lala sambil melambaikan tangan.
"jangan lupa besok kita kekampus" teriak michel mengingatkan rencana mereka besok, lalu di iyakan Delvia dengan memberi isyarat ibujari.
Pagi ini Delvia kelihatan sangat bersemangat menggunakan rok mini hitam dan baju berwarna pink dengan dandanan seperti biasa bedak tipis dan lipstik menambah kecantikannya pagi itu.
"kak aku mungkin agak telat pulangnya soalnya kata michel kita mau jalan-jalan sehabis dari kampus" Delvia angkat suara di tengah perjalanan ke kampus.
"iya ngak apa-apa asalkan jaga diri baik-baik" jawab dion yang menyetujui perkataan delvia.
__ADS_1
"ohiya kak bukannya kampus LoyalDiamon mahal yah" tanya delvia.
"jangan tanyakan hal itu lagi, kakak mau yang terbaik untuk kamu" jawab dion sambil tersenyum.
"kakak selalu memberikan yang terbaik, aku harus berusaha agar bisa membalas jasanya selama ini" guman Delvia dalam hati kecilnya sambil tersenyum.
mobil dion kini berhenti di sebuah gedung besar yang bertuliskan *LoyalDiamon University*
"aku pergi dulu kak" ucap Delvia sambil mencium tangan kakaknya.
"hati-hati dan jaga diri baik-baik" seru Dion.
langkah kaki Delvia mulai maju mengarah ke sekitar arah kampus....
"besar dan mewah sekali, apa disini khusus anak orang kaya" guman Delvia yang kagum melihat sekeliling kampus.
"Via..." teriak salah seorang yang berada di belakang delvia membuatnya segara menoleh ke arah suara tersebut.
"kemari" panggil michel sambil mengisyaratkan tangan untuk kesana kepada delvia.
"michel" Delvia berucap sampil menuju ke arah michel.
"kau tidak bersama lala" tanya Delvia.
"ini aku baru mau menanyakanya" ujar michel.
setelah panggilan telvon berakhir michel dan Delvia pergi ke gerbang kampus karna lala berpesan agar menunggunya di depan gerbang, sekitar 10 menit menunggu akhirnya lala tiba di kampus.
"kau lama sekali" gerutu michel yang sedikit kesal.
"maaf aku kan tidak tau akan selama itu" ujar lala sambil tersenyum.
"yasudah ayo kita keliling kampus" ajak Delvia.
lala dan michel mengiyakan dan merekapun berkeliling kampus, sekitar 30 menit keliling kampus merekapun memutuskan untuk istirahat.
"aku lelah" rengek lala.
"iya aku juga lelah, ayo kita mencari tempat makan aku haus dan lapar" ucap delvia yang merasa lapar karna memang dirinya orang yang banyak makan.
"baiklah ayo kita liat dena kampus arah menuju kantin" jawab michel sambil membuka dena kampus mencari jalan ke kantin kampus.
"kalian duluan saja aku ingin ke toilet" ujar delvia.
"tapi bagaimana kau mau menyusul kita apa kau tidak takut tersesat?" tanya michel.
"tenanglah aku punya dena di tasku" jawab delvia sambil mencari dena di dalam tasnya.
__ADS_1
"baiklah cepat menyusul yah" seru michel sambil berlalu.
Delvia mulai mencari toilet dia sangat buru-buru karna mungkin sudah tak tahan.
"akhirnya ketemu" delvia berucap pelan dan terlihat lega.
Delvia melihat ke arah dena menyusul kedua temannya ke kantin kampus dia juga sudah sangat lapar.
**DUKkk**
"auuu" delvia berucap saat dirinya menabrak sesuatu.
"kau tak apa-apa nona" ucap seorang lelaki berperawakan tampan bertubuh macho dan sangat lemah lembut kepada wanita.
"astaga tampan sekali" guman delvia dalam hati.
"nona,, hey apa kau baik-baik" tanya pria itu sambil melambaikan tangannya di depan wajah delvia.
"oh,,ya, i-ya aku baik-baik saja" delvia sadar dari lamunanya.
"maaf aku tidak sengaja menabrakmu aku baru saja mau masuk kampus ini jadi aku tak melihatmu dan hanya fokus melihat ke arah dena saja" penjelasan delvia panjang lebar membuat pria itu tersenyum.
"iya tidak masalah" ujar pria itu.
"baiklah kalau begitu saya permisi" delvia berucap sambil menundukan tubuhnya dan berlalu.
"hey tunggu" kaki delvia berhenti berlangkah dan menoleh kearah suara yang menyuruhnya berhenti.
"siapa namamu" tanya pria itu.
"Delvia" jawab delvia.
"aku bayu" ucap bayu sambil berlalu meninggalkan delvia yang masih mematung dan merasa bingung dengan situasinya.
Bayu adalah pria tampan dan bekharisma yang paling populer di kampus dia adalah pemain basket dan mahasiswa jurusan bisnis.
Delvia kini telah sampai di tempat tujuannya yaitu kantin kampus delvia melihat lala dan michel duduk menunggunya delviapun segera melangkahkan kaki kearah sahabatnya duduk.
"ayo pesan makananya aku sudah sangat lapar" ujar delvia.
"iya kami kan menunggumu tadi makanya belum pesan" sahut michel.
"maaf aku kelamaan soalnya ada kendala di jalan" ujar delvia.
"yasudah pesanlah setelah itu kita pergi belanja dan pulang" seru lala.
mereka bertiga segerah memesan setelah selesai mereka langsung berangkat menuju tempat perbelanjaan mereka.
__ADS_1