Gadis Malang (Hanya Aku)

Gadis Malang (Hanya Aku)
tentang rasa


__ADS_3

"kamu sudah sadar del" suara yang mengagetkan delvia dengan tiba- tiba membuatnya keluar dari alam lamunannya.


"michel" delvia berucap saat melihat kearah suara yang mengagetkannya.


"iya memangnya kamu pikir siapa" goda michel yang menebak bahwa delvia berpikir dirinya adalah bayu.


"bukannya kamu dihukum?" tanya delvia mengelak godaan michel.


"kamu pingsannya terlalu lama sampai- sampai aku dan lala selesai di hukum jangan- jangan kamu pura- pura pingsan ya" jelas michel.


"enggak lah masa aku segitunya sama kalian....eh iya lala dimana?" ujar delvia.


"lala beli makan sama minuman sebentar lagi juga pasti muncul" jawab michel.


"owhhh" delvia mengangguk pelan.


"eh iya kata kak bayu dia minta maaf karena ngak bisa temani kamu soalnya dia punya tugas penting" ujar michel menyampaikan pesan dari bayu.


"iya" ujar delvia singkat.


"oh iya kata bayu kamu harus baca pesannya soalnya tadi dia minta nomer kamu" sambung michel yang baru teringat akan masalah pesan.


"oh iya nanti aku lihat kalo udah balik ke ruangan kita" jawab delvia karena tas dan ponselnya berada di ruangan kelasnya.


"del kayaknya bayu tertarik deh sama kamu" michel memberi tau delvia tentang pendapatnya.


"mana mungkin" jawab delvia singkat.


"mungkin saja, kau kan cantik dan juga baik hati" michel meyakinkan.


"walaupun dia mengatakan perasaannyapun aku tak akan menerimanya" ujar delbia dengan menatap ke luar jendela.


"kenapa tak di coba dulu? lagian bayu itu baik dan sangat cocok denganmu" michel membujuk delvia.


"aku bukannya tak ingin mencoba sebuah hubungan aku tau bayu itu sangat baik dia beberapa kali menolongku... kau tau waktu aku menyelesaikan tugas yang ketinggalan itu dengan bantuannya tapi..." delvia menggantung perkataannya dan melamun meratapi nasibnya rasanya sesak sekali dan ingin menangis.


"tapi apa del" tanya michel yang penasaran.


"apa kau lupa tentang andika" lanjut delvia.


"maaf del aku lupa" ujar michel yang merasa sedikit bersalah.


mereka terus bercakap- cakap sampai lala membawahkan beberapa makanan dan minuman yang dengan segera mereka makan dan minum, seusai itu mereka segera bergegas mengambil tas di dalam ruangan, michel dan lala pulang duluan karena delvia masih ada urusan di perpustakaan.


*ting*

__ADS_1


suara 1pesan masuk saat delvia menyalakan ponselnya.


"hy del maaf yah tadi ngak sempat nungguin kamu sadar... aku mau ngajak kamu ketemuan nanti sore di cafe dekat kampus kalo boleh sih...


bayu. " delvia sedikit tak percaya dengan yang dia baca delvia tak menyangka bahwa bayu mengajaknya bertemu.


"iya boleh kok lagian aku belum sempat bertrimakasih sama kamu


delvia" delvia membalas dan menerima ajakan bayu.


"oky kalau gitu sampai ketemu


bayu" delvia masih sangat senang dan tak percaya bahwa bayu segera membalas pesannya.


delvia merasa sangat bahagia karena baru kali ini ada pria baik yang dia kagumi mengajaknya bertemu, namun senyuman bahagia itu hilang saat dirinya mengingat perjanjiannya dengan andika.


"kenapa sih hidup itu rumit" delvia mulai menitikan airmata untung saja perpustakakan sedang sepi jadi tak ada yang melihatnya dengan keadaan seperti ini.


delvia kini menenangkan dirinya dan segera kembali ke tujuan awalnya untuk mencari dan mempelajari tugas kulianya.


tak terasa waktu sangat cepat berlalu padahal delvia merasa baru saja berada di perpustakaan kini dirinya harus segera bergegas menepati janji temunya dengan bayu kebetulan tugasnyapun selesai tepat waktu.


"ahh bayu" ujar delvia yang berpapasan dengan bayu yang sama- sama ingin memasuki cafe.


"delvia... kebetulan sekali" ujar bayu dengan senyuman manisnya.


delvia dan bayu memilih tempat duduk di pinggiran jendela kafe yang menghadap jalanan agar terlihat lebih rileks dan nyaman untuk bicara, bayu menanyakan makanan dan minuman yang delvia inginkan lalu memesankan pesanan mereka.


"astaga itu kak bayu" salah seorang wanita di kafe yang merupakan penggemar andika sekawan.


"siapa wanita itu" tanya seorang wanita lagi.


banyak sekali cibiran- cibiran negatif dan positif orang- orang saat melihat bayu dan delvia berada di dalam kafe itu dan duduk berduaan seperti orang pacaran, hal itu membuat delvia merasa risih dan tidak nyaman.


"tenang saja buat dirimu santai" ujar bayu menenangkan delvia sambil memegang tangan delvia yang sedari tadi bergetar di lipat diatas meja.


Deg... Deg... jantung delvia serasa ingin lepas dan terbang karena kekagetannya.


*CEKREKKK*


seseorang berhasil mengabadikan momen itu tanpa sepengetahuan delvia dan bayu.


"ah i__ya" ucap delvia gugup dan segera menarik tangannnya.


bayu sedikit kecewa delvia melepaskan tangannya dan memalingkan wajah tanpa menatap bayu.

__ADS_1


tak berapa lama makanan mereka datang dengan rasa gugup dan canggung delvia menikmati makanan dan minuman yanh disediakan itu begitu pula dengan bayu.


"astaga biasanya ngak secanggung ini" guman delvia yang mencoba menenangkan dirinya.


"del" panggil bayu.


"delvia" panggilnya lagi karena delvia tak mendengarkan panggilan pertamanya.


"ahhh ya iya" jawab delvia segera saat tersadar dari gumanannya.


"aku ingin bicara sesuatu yang penting denganmu hari ini makanya aku mengajakmu kesini" ujar bayu.


"iya bicaralah aku akan mendengarkan" seru delvia.


"kau bukan hanya harus mendengarkan tapi juga harus memberi jawaban" ujar bayu dengan serius namun begitu lembut.


"astaga dia ingin menyatakan perasaannya" guman delvia yang merasa seperti ada kembang api yang meledak di dalam tubuhnya.


"del" panggil bayu lagi.


"ah iya katakanlah" ujar delvia.


"hemm" bayu sedikit bingung dan khawatir dengan sikap delvia.


"begini del entah kenapa aku sangat merasa nyaman dan senang jika bersama denganmu walaupun itu dalam keadaan tak baik di setiap pertemuan kita..." bayu tetap mengutarakan perasaannya dan memberi sedikit jeda.


"aku bingung dengan yang terjadi dan kalau bisa aku ingin mengatakan perasaanku dan menginginkanmu menjadi kekasihku" bayu selesai dengan pernyataan cintanya.


"kan sudah kuduga ini akan terjadi" guman delvia disisi lain dia ingin menjalin hubungan dengan bayu walaupun tak mencintainya tapi bayu orang yang baik tapi disisi lain dia tak bisa menerimanya karena terikat dengan andika.


"aku sebenarnya..."


"aku tau ini terlalu cepat tapi tak ada salahnyakan jika kita mencoba" bayu memotong pembicaraan delvia dan mencoba meyakinkan delvia.


"bayu aku juga merasa hal yang sama tapi aku tak bisa menerima perasaanmu" delvia jujur dengan apa yang ada di pikirannya.


"kenapa?" tanya bayu kecewa.


"apakah ada yang lain di hatimu" sambung bayu yang merasa sangat kecewa karena ada banyak wanita yang mengejarnya tapi saat dia mengejar seorang wanita, wanita itu malah tidak menerimannya.


"bukan seperti itu aku hanya tak bisa menjelaskannya padamu" delvia lebih bingung dengan apa yang akan dia katakan selanjutnya.


"lalu..."


*drtttt... drtttt.... drttt* suara getaran ponsel delvia berhasil menghentikan percakapan bayu.

__ADS_1


"andika" delvia berucap dalam hati saat melihat nama yang muncul menyelamatkannya di layar ponsel itu.


__ADS_2