
delvia tengah berada di jalanan dengan perasaan kesal akan perlakuan andika, delvia memutuskan untuk menghubungi michel dan bertanya apakah dia bisa tidur bersama michel karna kakaknya tak ada dan juga michel hanya seorang diri di kosnya michel memang terbiasa hidup mandiri tapi semua kebutuhannya bselalu lengkap.
*drttttt...*drttttt....* hp michel beberapa kali bergetar menerima panggilan dari delvia namun belum ada jawaban dari pemilik hanphone itu.
''apa dia sudah tidur?'' ucap delvia saat beberapa kali tak dapat respon dari michel, delvia mengurungkan niatnya hendak kembali ke rumah.
*angkatlah panggilannya.....angkatlah panggilannya* suara hanphone delvia menghentikan niatnya untuk pulang karna tiba- tiba michel menelpon balik.
''halo chel'' jawab delvia meletakan hanphonenya di telinganya.
''ada apa del telpon tengah malam gini?'' tanya michel dibalik telpon.
''aku di dekat kosanmu ni boleh ngak kalo aku nginep dikosan kamu?'' delvia mulai menerangkan mengapa dirinya menelpon michel.
''yah bolehlah ksini aja nanti lanjut ceritanya dsini'' michel memperbolehkan sahabatnya itu untuk tidur dengannya dan langsung mengakhiri panggilan teleponnya dan menunggu delvia sampai di kosannya.
..........kosan michel.......
''makasih yah kamu udah mau ijinin aku tidur dsini'' delvia mulai membuka obrolan.
''santai kali kayak sama orang lain aja'' jawab michel dengan senyumnya.
''eh ia kamu ko bisa kesini tengah malam? apa kamu takut karna ngak ada kha dion?'' michel mulai bertanya mengapa delvia bisa sampai ke tempat tinggalnya tengah malam seperti ini michel pikir delvia takut sendirian karna dion tidak ada di rumah, delvia memang memberitau kedua sahabatnya bahwa dia tak masuk kampus karna mengantar dion.
''bukan karna itu'' delvia menjawab dengan tatapan kosong kemudian memalingkan wajahnya menghadap michel dengan tatapan penuh kesedihan.
''terus apa'' michel malah lebih penasaran dengan delvia.
__ADS_1
delviapun mulai menceritakan masalah dari awal bertemu andika sampai masalah ganti rugi yang belum sempat dirinya ceritakan dengan detail pada sahabatnya waktu itu dan dirinya mulai menceritakan betapa bajingannya andika dan juga bagaimana detail cerita hingga dirinya bekerja di club itu dan seluruh cerita di dalam club dan pertemuan juga perdebatannya dengan andika delvia menceritakan semuanya panjang lebar membuat michel tercengang mendengar semuanya michel juga merasa simpati terhadap sahabatnya itu.
''jadi sekarang kau sudah tidak suci lagi?'' tanya michel sedikit canggung.
''mana mungkin'' jawab delvia dengan tatapan yang tak dapat di ekspresikan.
''lah terus? aku ngak ngerti cerita mu katanya tadi kamu nangis ngak terima si andika juga kayanya ngak bohong terus'' michel mulai bingung dan tak mengerti sama sekali.
''memang kejadiannya seperti itu, tapi aku tak sebodoh itu untuk percaya sama buaya itu... dia memang berkata kita sudah melakukannya dan aku pura-pura percaya berharap agar dirinya tak lagi meminta ganti rugi tapi ternyata dia lebih licik dariku dan malah hampir menambah kerugiannya katanya dia akan menuntutku'' ucap delvia yang mencoba membuat michel mengerti.
delvia memang tau bahwa dirinya tak melakukan hal lebih dengan andika karna jika dilihat andika tak tidur bersamanya dia juga tak gampang mempercayai orang dirinya juga tak merasakan sakit atau nyeri atau merasa hal yang ganjal pada bagian sel*ngk*ngannya\, delvia hanya berpura-pura agar andika melupakan masalah ganti rugi tapi delvia tak menyangka bahwa andika seperti pohon beringin yang mengerikan dan mungkin banyak dihuni setan karna kelicikan andika yang tiada dua mungkin dibantu setan yang menghuni di dalam tubuhnya.
''oh jadi kamu tau dia bohong dan kamu ikutan main kayak orang bodoh yang percaya agar dapat keuntungan?'' michel mulai mengerti dengan cerita delvia.
''ia tapi nihil'' jawab delvia singkat dengan wajah sedihnya.
''chel'' michelpun menghentikan tawanya saat delvia memanggilnya.
''sorry del'' michel pun sedikit merasa tak enak kepada sahabatnya itu.
''ngak apa- apa kok'' jawab delvia dengan nada tak bersemangat.
''bisa ngak aku minjem 20jt sama kamu?'' sambung delvia yang sudah tak tau harus berbuat apa.
michel kaget mendengar apa yang delvia katakan tapi dirinya berusaha memahami keadaan delvia saat ini.
''aku tak tau lagi harus bagaimana chel aku takut kakakku tau'' delvia mulai menangis membuat michel tambah tak tega.
__ADS_1
''del aku memang punya 25juta di atmku itu buat biaya semester mulai bulan depan yang dikirim orang tuaku aku bisa meminjamkannya tapi bukannya itu tak cukup? atau kita pinjam 20juta lagi sama lala pasti dia punya biar besok kita tanyakan padanya'' delvia mulai memberi solusi kepada delvia bukankah itu yang di sebut sahabat saling membantu.
''makasih chel aku akan mencari pekerjaan dan menggantinya sebelum semester'' ucap delvia dengan sangat bersyukur memiliki sahabat seperti michel dan langsung memeluk michel michelpun membalas pelukan delvia.
''tapi chel apakah lala bisa pinjamkan uang padaku'' ucap delvia sambil melepas pelukannya dari michel.
''pasti bisa lalakan sangat di sayangi tante rani sama suaminya bagaimana ngak anak mereka cuma lala'' michel meyakinkan delvia, delvia sedikit lebih tenang mendengar ucapan michel karna memang dari mereka bertiga lala memang paling berada hidupnya bayangkan saja lala yang lalotnya minta ampun bisa masuk di dalam kampus mahal itu yang kebanyakan diisi dengan anak- anak pinter.
''sudalah ayo tidur nanti kita bicarakan besok dikampus'' ajak michel yang sudah mengantuk dan begitu juga dengan delvia saat mendapatkan jaln keluar dirinya serasa lega dan mulai dirasuki rasa ngantuk.
__ADS_1