Gadis Malang (Hanya Aku)

Gadis Malang (Hanya Aku)
kasalahpahaman


__ADS_3

delvia kini sudah berada di tempat tidur yang telah diganti itu andika memindahkannya di tempat tidur karna tak tega melihat delvia tidur di sofa tak lama setelah itu delvia mulai sadarkan diri.


''dimana aku?...awww!!!!'' delvia merasakan sakit dibagian kepalanya saat dirinya mencoba untuk bangun dari tempat tidur dan mengurungkan niatnya untuk bangun.


delvia menyapu ruangan itu dengan matanya tiba-tiba delvia sangat terkejut saat kedua matanya mengarah tepat di sofa dan melihat sosok laki-laki yang terlihat sangat nyenyak tidurnya yang tak lain adalah andika.


''astaga apa yang terjadi padaku? apa yang sudah kulakukan?'' delvia berteriak kaget dan bertanya pada dirinya sendiri sambil mengingat-ingat apa yang terjadi dan delvia pun teringat dengan pria tua yang menjebaknya dan dirinya meminta bantuan pada andika dan setelah itu dirinya tak ingat lagi apa yang terjadi.


delviapun mulai menangis dengan sejadi-jadinya ditambah lagi dirinya melihat baju yang dia kenakan sebelumnya sudah diganti yang baru dirinyapun mulai salah paham kepada andika dan tambah menangis histeris saat melihat andika rasanya sekarang dunianya sudah hancur


''hey diamlah ini masih tengah malam lebay sekali kau ini'' teriak andika yang terganggu dengan suara tangisan delvia yang memenuhi ruangan itu.


''tolong jelaskan padaku apa yang terjadi?'' tanya delvia dengan terisak-isak.


''yang terjadi sudah jelas seperti yang kau lihat dan kau pikirkan'' andika mencoba menipu delvia.


''apakah kita melakukannya?'' tanya delvia pelan bahkan hampir tak dapat didengar karena suaranya semakin serak.


''lalu apa lagi kalau tidak melakukannya? kau sudah seperti orang gila yang kelaparan'' bohong andika yang mulai tersenyum licik dalam hati.


delvia malah lebih menangis tapi dirinya tak menyalahkan andika karna dirinya tau kalau itu bukan kesalahan andika melainkan kebodohannya tiba-tiba delvia mrngangkat kain di tempat tidur itu seakan mencari sesuatu.


''apa kau membodohiku'' tanya delvia saat melihat apa yang dia cari tak terlihat disitu.


''maksudmu'' andika bertanya seakan heran dengan prtanyaan delvia.

__ADS_1


''kau pikir aku bodoh mana mungkin kita melakukannya dan tidak ada tandanya?'' delvia mulai mencari kebenaran dengan mata yang masih terus mengeluarkan cairan beningnya dan selalu di tepir tangan mungil delvia.


''kau bisa tanya kepada pelayan kalau dimanakasur yang tadi diganti'' sahut andika dengan santainnya dan langsung memanggil salah satu pelayan yang tadi untuk ditanyai.


delvia serasa tak percaya dengan perkataan andika dan dirinyapun bertanya untuk memastikan walaupun sebenarnya dirinya malu.


''mba dimana kasur yang tadi ya?'' tanya delvia langsung pada intinya karna dirinyasangat penasaran dengan kejadian yang sebenarnya.


''maaf mba kasur yang tadi sudah dibuang karena sudah basah'' jawab pelayan itu dengan jujur dan seadanya.


''kau boleh pergi'' andika menyuruh pelayan itu pergi dan melihat delvia yang kembali menangisi apa yang terjadi pada dirinya.


''dia begitu bodoh'' guman andika sambil tersenyum serasa menang membodohi delvia.


''apa kau gila aku sudah kehilangan harga diriku dan kau masi meminta hal-hal yang tambah membuatku pusing apa kau ingin membunuhku'' delvia mulai emosi dan lebih menangis membuat andika tak tega melihatnya.


''sudah kubilang jika kau ingin menjadi kekasihku maka akan ku anggap semuannya clear hanya 3 bulan saja apa kau tau jika kejadian malam ini kulaporkan kepada manager atau kepada pemilik club ini maka kau akan dituntut karna aku adalah tamu VIP dsini'' jelas andika yang setengah mengancam karena delvia tak tau talau om andika yang mempunyai club itu.


''sudah kubilang kau tak akan menjadi kekasihku bagaimanapun caramu membuatku mati pun aku tak akan mau karna aku lebih memilih mati dari pada harus menjadi kekasihmu pria playboy dan brengsek sepertimu tak pantas memiliki kekasih'' teriak delvia tak setuju dengan penjelasan panjang lebar andika.


''aku akan ganti rugi soal hanphone itu dan soal kejadian ini tolong jangan beritahu siapapun anggap saja bayaran karena kau telah mendapatkan kesucianku'' delvia berkata sambil mengusap airmatanya dan beranjak pergi dari ruangan itu.


andika tak menahannya karena dia sudah memahami sikap delvia yang keras kepala andika memang orang yang cepat mengetahui sikap dan sifat orang-orang sekitarnya.


 

__ADS_1


.


.


.


rumah andika...


andikapun memutuskan untuk pulang karena dirinya sudah mempunyai jalan pikir sendiri untuk masalahnya kali ini.


''dasar anak kurang ajar.. mau jadi apa kamu'' teriak yohan ayahnya andika saat melihat andika yang baru pulang ditengah malam dan dalam kedaan mabuk.


andika tidak mabuk dirinya hanya meminum segelas alkohol akar mulutnya berbau alkohol dan pura-pura mabuk agar ayahnya semakin marah kepadanya.


''setiap malam selalu seperti ini... bikin malu saja... ingat statusmu kau ini anak orang nomor 1 dinegara ini kau juga sudah memiliki calon istri seharusnya kau itu lebih dewasa'' ayah andika marah besar tapi andika tak memperdulikan ayahnya dan langsung berjalan menuju ke kamarnya.


andika tak ingin dijodohkan ayahnya maka dari itu andika yang dulunya orang yang dermawan menjadi anak yang ******** karena tak ingin kisah cintanya di urusi oreh orang tuanya, andika memiliki kekasih bernama shiva tapi tak direstui oleh orang tuanya entah kenapa andika pun tak tau kenapa orang tuanya sangat tidak mau andika berhubungan dengan shiva akhirnya shiva menyerah dan pergi meninggalkan andika tapi  beberapa hari setelah shiva meninggalkan andika, shiva mengabari andika untuk menunggunya selama 3tahun dari situlah andika merubah sikapnya agar orang tuanya tak mau menjodohkannya lagi namun rasanya usahanya sia-sia sudah 2 tahun shiva pergi dan hanya sisa setengah jalan lagi untuk menunggunya namun ayah andika bersikeras untuk segerah menikahkan andika dan andikapun tak punya pilihan lain tapi sekarang dirinya telah mendapatkan jalan keluar.


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2