
acara pernikahan delvia dan andika kini telah selesai dan berjalan dengan sangat baik, kini semua tamu sudah meninggalkan kediaman andika dan hanya tersisa orang rumah saja di tambah dengan dion.
"sayang kalian istirahatlah pasti kalian lelah" ujar mama elie pada andika dan delvia.
"iya ma" jawab delvia dan langsung berlalu dari sana bersama andika menuju ke kamar andika.
"bersenang- senanglah" goda mama elie saat mereka berdua sedah sedikit jauh berjalan.
andika dan delvia kini telah berada di dalam 1kamar situasinya terasa sangat canggung cukup lama mereka hanya saling berbuang tatapan andika duduk di tempat tidur mnghadap jendela sedangkan selvia duduk di sofa yang ada di sudut kamar itu sambil menatap potret- potret dan lukisan yang terpajang di sekitar kamar andika.
"mandilah terlebih dahulu karena aku mungkin sangat lama" delvia memecahkan keheningan ruang kamar itu.
"kau saja yang duluan mandiku akan lebihsb lama darimu karena aku mandinya bersih" ujar andika yang berbalik memerintah delvia.
"kau pikir aku mandinya tidak bersih" delvia merasa tersinggung dengan perkataan andika.
"kau yang berkata begitu" andika mengelak seakan- akan tak menyindir delvia.
"terseralah padamu.... baiklah aku akan mandi duluan" ucap delvia mengalah dan langsung mencari pakaian untuk dipakai setelah mandi.
"astaga perasaan aku menaruh lebih dari 5 pasang baju kenapa hanya tersisa ini" guman delvia sambil membongkar koper miliknya yang hanya tersisa baju dalam saja.
"andika" panggil delvia sambil menatap andika dengan tatapan aneh.
"ada apa" tamya andika.
"aku pinjam bajumu yah" ujar delvia meminta tolong.
"memangnya kau tak punya baju" ujar andika heran dengan permintaan delvia.
"aku bawah tapi aku rasa mama mengambil semua bajuku... coba kau lihat hanya tersisa pakaian dalam saja" jelas delvia sambil memperlihatkan isi dari kopernya tanpa merasa malu.
"kau lihat saja di dalam lemariku... tapi bajunya hanya baju laki- laki" ujar andika.
"tidak apa- apa yang penting baju" ujar delvia sambil melangkahkan kakinya menuju lemari pakaian milik andika.
__ADS_1
"dimana kau letakan bajumu" tanya delvia saat membuka lemari pakaian andika yang terlihat kosong.
"yah di lemar..." andika terdiam saat melihat semua pakaiannya sudak tak berada di lemarinya.
andika membuka semua bagian lemari itu dan memang tak ada apapun selain pakaian dalam di laci lemarinya dan baju tidur milik wanita yang sangat seksi tergantung di dalam lemari itu.
"ini pasti ulah mama" ucap andika yang telah mengerti dengan semua kejadian tanpa busana yang dihadapinya.
"lalu kita bagaimana?" tanya delvia dengan tatapan yang tak dapat di artikan.
"yah kita harus pura- pura bermalam pertama" jawab andika membicarakan situasi.
"apa kau gila" delvia setengah berteriak karena tak setuju dengan ide gila andika.
"memangnya kenapa kau mau kita benar- benar melakukannya? lagipula kau tak memiliki perjanjian denganku soal bersetubuh denganku" andika mencoba mengmbuat delvia mengerti dengan sedikit ancaman.
"yah tidak lah" jawab delvia spontan dengan sangat gugup mendengar penuturan andika.
"makanya ikuti saja dramanya jika kau melawan maka jangan salahkan aku meminta hak sebagai seorang suami" ancaman andika lagi lagi membuat dirinya menang telak.
"cepat mandilah" ujar andika dan delviapun mengiyahkan.
"cepatlah" ujar andika singkat.
"baiklah tunggulah aku akan membuka gaun ini membuka semua jepitan rambut ini menghapus make up satu persatu mencabut bulu mata palsu dan yang lainnya" ujar delvia sambil berjalan menuju kamar mandi dan di saat kata terakhirnya dia segera menutup pintu.
"hey buka pintunya" andika mengetuk pintu kamar mandi yang baru saja tertutup itu.
"ada apa" delvia mengeluarkan kepalanya dari balik pintu kamar mandi.
"keluarlah...! aku saja yang mandi duluan" ujar andika yang berubah pikiran setelah mendengar kegiatan- kegiatan yang delvia katakan tadi... delvia memang sengaja membuat andika mandi terlebih dahulu agar handuknya dapat di pakai oleh delvia tanpa bergantian dengan andika saat dirinya selesai mandi.
"tadi kau bilang kau akan lama karena akan mandi dengan bersih aku tak mau biar aku saja yang duluan" delvia berpura- pura menolak dan mengerjai andika.
"aku akan cepat... ayo keluarlah" ujar andika sambil menarik delvia keluar dan masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
__ADS_1
"dasar orang aneh" ujar delvia dengan senyuman karena merasa berhasil mengusili orang aneh yang dia maksud.
delvia duduk di tepi ranjang sambil menunggu andika selesai namun sudah cukup lama andika blm selesai juga delvia sudah merasa sangat gerah dan juga lelah.
*tok...tok...tok* suara ketukan pintu tak mempan untuk andika.
"hey.. cepatlah kau ini seperti tak mandi selama setahun" teriak delvia yang sudah tak memiliki kesabaran dan terus- terus saja berteriak- teriak tak jelas di depan pintu.
"kau ini berisik" delvia dikagetkan dengan suara andika yang sudah keluar dari kamar mandi.
"ahhhh" sontak delvia membalikan badannya saat melihat penampilan andika yang hanya menggunakan pakaian dalam.
"sudahlah perbiasakanlah lagipula hanya melihat tak membuatmu berdosa kan kita nantinya juga akan berakting" seru andika sambil melemparkan handuk di kepala delvia yang masih membelakanginya dan segera menuju tempat tidur.
"benar juga apa katanya aku harus terbiasa mungkin..... ahhh kenapa aku tak membuat perjanjian dia tak boleh menyentuhku dan melihat tubuhku" guman delvia membenarkan perkataan andika dan menyesali perbuatannya.
"kau tak mau mandi" tanya andika membuyarkan lamunan delvia.
"yah mau" ujar delvia dan segera masuk kedalam kamar mandi.
delvia membutuhkan banyak sekali waktu di dalam sana untuk membersihkan tubuhnya secara detail, cukup lama delvia berusaha akhirnya tubuhnya sudah bersih dan tak ada bau keringat maupun sisa make upnya.
"astaga ini seksi sekali dan bagaimana bisa ada baju yang transparan begini lebih baik tidak usa pakai baju saja sekalian" ujar delvia sesaat setelah dirinya mengangkat baju tidur yang di berikan mama elie tanpa sepengetahuannya.
lama berpikir akhirnya delviapun memakainya dan melilitkan handuk di tubuhnya lalu bergegas keluar dan berharap andika sudah tidur, tapi sayangnya saat dirinya keluar andika masih belum tidur bahkan terlihat belum mengantuk sama sekali.
"handuknya lembab di buka saja" ujar andika tanpa menatap delvia dan hanya melihat dari ekor matanya saja.
"enak saja kalau di lepas aku malu" tolak delvia.
"malu ke siapa? lagian aku juga tak akan tertarik dengan tubuhmu yang tak bergizi itu" ejek andika.
"hemmm laki- laki semuanya sama bilangnya tak tertarik tapi pasti setelah dilihat malah menarik" delvia membalas ejekan andika.
"apa yang...."
__ADS_1
delvia belum sempat menyelesaikan perkataannya saat andika menarik handuk yang melilit di tubuhnya dan segera menutup mulutnya lalu menyeretnya ke dekat ranjang.
"kau cantik" ujar andika sambil menatap lekat tubuh delvia yang terlihat sangat seksi itu.