
Delvia kini
sudah berada dalam mobil bersama andika delvia meminta andika mengantarnya ke
kafe dekat sekolah andika pun menurut tanpa bertanya ataupun merasa repot
mungkin karena dirinya merasa delvia telah mau membantunya.
‘’sepertinya orang tuaku suka denganmu’’ andika membuka percakapan dan menghilangkan
keheningan didalam mobil itu.
‘’mungkin’’ jawab delvia sambil membayangkan kedua orang tua andika yang sangat ramah tadi,
apalagi mama elie.
‘’apakah kita akan benar- benar menikah’’ tanya delvia sambil menatap ke luar dan
menyandarkan kepalanya di kaca jendela mobil itu.
‘’aku membuat kesepakatan kita menika jika orang tuaku setuju jika tidak maka
perjanjiannya akan berakhir’’ jelas andika.
‘’tapi kau jangan coba- coba melakukan hal yang nanti kau sesali biarkan saja rencana ini
berjalan dengan natural’’ ancam andika yang berpikir delvia akan membuat orang
tuannya tak mau dengan delvia.
‘’tenang saja aku sudah mnyetujui semuanya jadi tak usah khawatir aku orang yang selalu
menepati janji’’ ujar delvia meyakinkan andika.
‘’baguslah’’ jawab andika singkat.
Tak lama mereka telah tiba di depan kafe delvia segera turun dan tak lupa mengucapkan
terimakasih walaupun delvia orangnya terlihat cuek tapi dia selalu tau caranya
bertrimakasih entah dengan siapapun, delvia pun langsung masuk kedalam kafe
sementara andika langsung pulang kembali.
Delvia mencari keberadaan kedua sahabatnya lalu saat telah menemukan sahabatnya delvia
langsung menuju kearah dimana kedua sahabatnya itu duduk, kemudian mereka
memesan makanan dan minuman mereka masing- masing.
‘’del sekarang kamu jelasin ke kita kamu sebenarnya kenapa dan ada masalah apa’’
tanya michel.
‘’gini ceritanya sebenarnya masalah aku dan andika itu belum selesai malah semakin
bertambah besar’’ ucap delvia.
__ADS_1
‘’maksudnya? Kan kamu udah kasih ganti ruginya sama dia kan’’ tanya michel lebih penasaran
dan lala hanya menatap kedua sahabatnya.
Delviapun menjelaskan tentang masalah tawaran andika yang sempat delvia tolak ancaman
andika yang membuat kakaknya susah rencana andika yang ingin meyakinkan orang
tuanya dan semua yang terjadi antara delvia dan andika juga termasuk shiva
kekasih andika.
‘’dan aku tak punya pilihan lain karna dia bukan orang yang mudah dihadapi’’ jelas delvia
di akhir ceritanya.
‘’jadi andika ingin menikahimu’’ tanya michel yang sempat kaget dengan apa yang delvia
ceritakan.
‘’iya’’ jawab delvia tak bersemangat.
‘’wah bagus dong andika kan ganteng tajir macho lagi’’ timpal lala yang tak mengerti apa-
apa.
‘’astaga lala kamu kapan pinternya sih’’seru michel yang jengkel dengan sikap dan sifat
lala.
‘’lah memangnya aku salah dibagian mana?’’ tanya lala yang merasa dirinya benar.
michel mencoba menjelaskan dengan menahan kekesalannya.
‘’ahhh aku tak mengerti kalian saja yang bicara aku tunggu kabar baiknya aku mau makan
saja’’ ucap lala frustasi dengan cerita kedua sahabatnya dan lebih memilih
untuk makan makanan yang mereka pesan tadi yang baru saja diantar pelayan dan ditata
rapi diatas meja mereka, Michel dan delvia pun memilih untuk melanjutkan
percakapan mereka setelah makan karena memang mereka kini sudah lapar.
Seusai makan delvia memutuskan untuk menginap di rumah michel agar melanjutkan
ceritanya di rumah saja supaya lebih nyaman dan bebas untuk bercerita kedua
sahabatnya pun setuju, michel tak keberatan dengan adanya kedua temannya dan
lala sudah dapat ijin dari orang tuanya.
Mereka kini sudah tiba dirumah michel, sebelum sampai dirumah mereka tadi sempat mampir di supermarket untuk membeli cemilan
dan jajanan biar mereka ngak bosan juga biar lebih seru.
‘’jadi gimana del’’ tanya michel.
__ADS_1
‘’yah gitu deh tingal tunggu kabar dari orang tuanya’’ jawab delvia seakan pasrah sengan
keadaan dan situasinya saat ini.
‘’terus kalau orang tuanya mau andika nikahin kamu, kamu bakal setuju gitu? Walupun dia
punya kekasih’’ michel lebih mencari tau sampai keakar- akarnya.
Michel memang orang yang suka ingin tau tapi dia juga peduli dan sangat tidak tegaan
jadi wajar saja delvia tak merasa canggung untuk terbuka dengan michel karna
baginya michel peduli bukan hanya ingin tau masalah orang lalu diumbar- umbar
kepada orang lain michel juga tau menjaga rahasia dan menjaga perasaan orang
terdekatnya.
‘’yah mau
gimana lagi chel’’ jawab singkat delvia dengan wajah sedih, yang membuat orang
prihatin dengan keadaannya.
Michel dan delvia terus saja bercerita sedangkan lala sibuk memakan cemilan sambil menangis dan tertawa menonton
drama remaja yang sempat michel putar.
Sementara andika sedang di panggil kedua orang
tuanya untuk di introgasi mungkin, andika segera keluar dari kamarnya dan
melangkahkan kakinya menuju ruang utama tempat dimana kedua orang tuanya berada
saat ini.
"apa kau serius kali ini!!" tanya yohan papa andika saat melihat anaknya telah duduk di depannya.
"iya nak apa kau serius? sepertinya delvia itu anak yang baik tak pantas untuk dipermainkan" tambah elie mama andika.
"mama dan papa bicara apa sih tentu saja andika serius" jawab andika dengan serius untuk memuluskan rencananya.
"kalau serius kenapa kau tidak melamarnya?" tanya papa yohan kembali memastikan.
"pa, andika bukannya tak mau melamarnya tapi andika hanya mencari waktu yang tepat" andika beralasan sebenarnya dia tak apa jika langsung menikah tapi dirinya tau kalau dia langsung berkata iya mungkin kedua orang tuanya akan curiga.
"kapan waktu yang tepat itu nak" ujar mama elie dengan nada sedikit kecewa dengan jawaban andika pasalnya dia ingin andika segerah menika dengan wanita baik- baik seperti delvia bukan seperti shiva.
"andika juga belum tau dan belum memastikan ma lagian aku dan delvia belum berencana menikah" jawab andika.
"lalu apa mau mu hanya pacaran putus pacaran putus...!!! bikin malu saja" papa yohan mulai terbawah emosi dengan jawaban andika.
"nak mau sampai kapan kamu begini" tanya mama elie yang sangat ingin anaknya berubah dan melupakan shiva.
"baiklah andika akan coba lamar delvia kalau dia mau" ujar andika berpura- pura karena memang andika tau pasti bahwa delvia tak akan menolak.
"baiklah papa tunggu perkembangan hubungan kamu dan delvia 3hari jika tidak ada jawaban atau delvia menolak papa akan segerah menikahkan kamu deng isabel" jelas papa yohan memberi batasan waktu.
__ADS_1
"baik pa, andika akan berusaha mendapatkan menantu mama dan papa" ucap andika seakan- akan menang dengan rencananya kali ini.
mama elie sangat senang mendengar jawaban andika rasanya beban hidupnya sudah banyak berkurang dirinya tak perlu takut dan khawatir tentang masa depan anaknya yang perlu dia pikirkan sekarang adalah membuat delvia menjadi menantunya dan membuat anaknya melupakan mantan kekasihnya, karena mama elie tau bahwa anaknya belum sepenuhnya melupakan shiva.