
''astaga sakit sekali'' keluh delvia saat dirinya mulai sadar dengan memegang kepalanya yang terasa sakit.
''dimana ini.. astaga kenapa aku bisa ada disini'' ujarnya lagi saat melihat dirinya berada dalam ruang uks kampus, delviapun mengingat kejadian yang menimpanya sebelum dia tak sadarkan diri.
saat delvia pingsan orang yang membuatnya pingsan dengan bola voli itu langsung membawahnya ke ruang uks untuk segera di obati.
''kau sudah sadar?'' suara seorang pria yang sedang menuju delvia dari arah pintu ruang uks membuat delvia kaget.
''iya.'' jawab delvia
''maaf yah aku tak sengaja melakukannya aku juga heran mengapa kamu ada di dalam arena bermain tadi'' ujar pria itu.
''iya ngak apa- apa kok lagian ini juga salahku aku terlalu asik dengan ponselku'' delvia mencoba membuat suasana tak terasa canggung dan agar pria itu tak menyalahkan dirinya sendiri karna ini bukan murni kesalahan pria itu.
''ehh ia sepertinya kita pernah bertemu'' ujar pria itu dengan menatap lekat wajah delvia yang terlihat tak asing baginya.
delviapun menatap pria itu dengan mengingat- ingat karena delviapun memang merasa tak asing dengan pria itu, delvia kini mengingat hari pertamanya memasuki kampus dan bertabrakan dengan seorang pria yang tak lain adalah bayu, pria yang saat ini ada di depannya pria yang membuatnya pingsan dan yang menolongnya juga.
''iya..iya.. aku ingat kau pria yang bertabrakan denganku waktu pertama aku mengunjungi kampus'' jelas delvia mengingat- ingat kembali.
''oh iya aku ingat sekarang.. kau wanita yang sibuk dengan dena itu'' bayu akhirnya mengingat memang benar dirinya pernah bertemu dengan delvia sebelumnya.
''tak disangka yah setiap pertemuan kita selalu diawali masalah'' ucap bayu dengan senyumnya.
''hmm iya'' ucap delvia sambil mengingat- ingat kembali.
delvia kaget saat bayu mendekatkan wajahnya ke depan wajah delvia, membuat mereka sangat dekat delvia merasa aneh dan mulai berpikiran aneh tentang bayu rasanya dia ingin mendorong bayu tapi belum sempat dirinya mendorong bayu dia kaget saat bayu menyumbat lubang hidung sebelah kiri delvia dengan tisu dan sedikit mengangkat wajah delvia menghadap keatas.
__ADS_1
''maaf kau mimisan'' bayu menjelaskan apa yang sedang dia lakukan.
''oh..i-ya..iya'' delvia menjawab dengan gugupnya karena kedekatan mereka tadi.
''astaga delvia apasih yang kamu pikirkan dasar bodoh'' guman delvia memarahi dirinya sendiri yang sudah berpikiran aneh- aneh.
''astaga tugasku'' delvia mengingat tugas yang harus dibuatnya hari ini.
''astaga apa mungkin sempat tugasnya sulit sekali'' guman delvia saat melihat jam di tangannya.
''tugas apa'' ucap bayu membuat delvia menoleh kearah bayu.
''itu... aku harus buat tugas dokumen bisnis yang aku lewatkan saat aku tak masuk beberapa waktu lalu dan besok terakhir untuk di kumpulkan'' delvia tanpa ragu menjelaskan masalahnya pada bayu.
''aku akan membantumu itu hal yang muda buatku'' bayu menawarkan bantuan pada delvia.
''tidak apa aku kan sudah memotong waktumu dengan masalah ini jadi anggap saja bayar hutang... lagian kalo kamu kerjakan sendiri waktunya tak akan cukup'' jelas bayu yang bersikeras untuk membantu delvia.
''baiklah tapi trimahkasih sebelumnya'' delvia akhirnya menerima bantuan bayu karena jika dipikir- pikir memang delvia membutuhkan bantuan agar bisa selesai tepat waktu.
delvia dan bayu langsung menuju perpustakaan untuk membuat tugas dokumen bisnis delvia, mereka mencari buku- buku yang mereka butuhkan dan segera mengerjakan tugas itu, bayu yang melihat delvia belum terlalu mahir mengetik di labtop membuat bayu mengambil ahli labtop delvia dan langsung mengetik tugas itu dengan telatennya.
''astaga dia pandai dan mahir sekali'' guman delvia saat memperhatikan bayu yang sedang fokus membuat tugas untuknya.
''mengapa menatapku'' perkataan bayu membuat delvia menghentikan aktivitas lamunannya dan segera membuang mukanya ke sembarang arah karena malu.
''aku hanya kagum saja denganmu kau sangat pandai dan telaten'' puji delvia membuat bayu seketika tersenyum tapi masih tetap fokus dengan tugas delvia tanpa berkata apa- apa.
__ADS_1
dua jam berlalu kini jam menunjukan pukul 8malam, tugas delvia telah selesai tinggal dirinya mengeprint tugasnya dirumahnya nanti, delvia dan bayupun keluar dari ruang perpustakaan dengan wajah yang sangat legah dan tenang karena tugas itu telah selesai.
''wah ternyata sudah larut malam yah'' ujar delvia saat melihat langit yang tampak gelap berbintang.
''makasih yah kau mau membantuku aku tak menyangka kau sepandai itu kalau tidak ada kamu entah jam berapa tugas ini akan selesai'' ucap delvia dengan tulusnya kepada bayu.
''iya sama- sama aku juga senang membantumu'' bayu berkata sambil menunjukan senyuman termanisnya di wajah tampannya membuat delvia terpesona melihatnya dan membalas senyuman bayu.
''aku tak enak denganmu kau begitu baik... bagaimana kalau aku meneraktirmu makan mumpung kafe dekat kampus masih buka'' tawar delvia sebagai ucapan terimahkasih.
''boleh juga aku juga lapar'' ucap bayu dan segera menggandeng tangan delvia menuju parkiran dimana motornya terparkir bayu memang tak suka mengumbar kemewahan walaupun dirinya mampu.
delvia terdiam dan mengikuti bayu walaupun dirinya benar- benar kaget saat bayu menggandeng tangannya dan menariknya dengan lembut, delvia dan bayu kini telah tiba di kafe yang mereka tuju dan segerah masuk lalu memesan makanan mereka masing- masing.
''oh iya kita sudah bersama sejak sore tapi aku belum menanyakan kembali namamu soalnya aku lupa maaf yah'' bayu membuka percakapan sambil menunggu pesanan mereka.
''namaku delvia.. tak apa jika lupa kita sudah lama tak bertemu aku juga lupa namamu'' ujar delvia jujur.
''iya yah... namaku bayu..'' bayu memperkenalkan kembali dirinya.
tak lama pelayan datang membawah pesanan mereka, beberapa waktu menikmati makanan akhirnya delvia dan bayu selesai dengan makanan mereka, delvia memutuskan untuk pulang karna dia masih akan mengeprint tugasnya dan harus tidur yang cukup karna besok ada jam kulia pagi dia juga harus mengabari dion, delvia hendak membayar namun sudah lebih dulu dibayar bayu karna bayu tak enak hati jika dibayar wanita walaupun itu hanya tanda teriahkasih tapi bayu merasa tak ingin imbalan sebap dirinya dengan senang hati membantu delvia.
''rumahmu dimana biar kuantar dan kuharap tak ada penolakan karna ini sudah malam'' delviapun tersenyum mendengar perkataan bayu.
''baiklah... aku jadi tak enak denganmu kau banyak membantuku hari ini'' delvia semakin tak enak dengan bayu tapi mencoba untuk tetap seperti biasanya.
''tak apa aku tulus melakukannya kita kan teman'' sahut bayu dan delviapun merasa sedikit lega.
__ADS_1
delvia menunjukan arah rumahnya kepada bayu dan bayupun mengantarnya pulang, sesampainya dirumah delvia bertanya apakah bayu mau mampir tapi bayu tak enak karena sudah malam bayupun langsung pulang dan tak lupa delvia berterimakasih karena bayu sudah mengantarnya dan membantunya.