
delvia kini telah siap di depan cermin dengan make up yang membuatnya terlihat sangat cantik dan gaun yang membuatnya lebih menarik dan menawan.
"astaga aku tak menyangka kisah hidupku akan seperti ini" guman delvia yang tanpa sadar membuatnya menitikan air mata.
"del kenapa menangis sayang" tanya dion yang baru saja masuk dan melihat adik kesayangannya tengah menangis meratapi kisah hidupnya.
"ngak kak delvia hanya bahagia dan terharu saja" ujar delvia bohong.
"kakak juga bahagia jika kamu bahagia" ujar dion tulus sambil memegang bahu delvia dan memapahnya berdiri.
"sudah siap" tanya dion sambil menatap lekat adik perempuannya itu dan hanya di respon sebuah anggukan pertanda kesiapannya.
dion mengantar delvia untuk bertemu andika dan melangsungkan acara sakramen pernikahan setelah selesai semuanyapun begitu bahagia dengan suasana haru itu tapi tidak dengan delvia dirinya merasa kisah hidup bahagia dan segala impiannya berhenti disini.
"aku sudah melakukan sebisaku untuk kakak" guman delvia menghibur kehancuran hatinya.
acara resepsipun sementara berlangsung di rumah mewah itu yang hanya di isi keluarga dari kalangan atas sedangkan dari pihak delvia hanya hadir dion dan kedua sahabatnya.
"del selamat yah" ujar lala dengan sangat bahagia dan gembiranya.
"del slamat yah kamu pasti bisa lalui ini kalau ada sesuatu yang kamu butuhkan katakan saja" ujar michel saat memeluk sahabatnya itu.
"makasih yah" balas delvia rasanya dia ingin sekali menangis.
"eh iya uang kalian sudah aku tranfers kemarin... makasih yah" ujar delvia membuka obrolan dengan kedua sahabatnya.
"oh aku pikir mamaku yang kasih" ujar lala saat mendengar perkataan delvia.
"memangnya kamu ngak butuh del kalau masih butuh ambil saja" ujar michel tak tega.
"ngak apa- apa aku udah ngak perlu kok lagian uang itu sudah lama andika pulangkan tapi aku lupa tranfers ke kalian" jelas delvia.
"jadi uangnya andika kembalikan?" tanya michel.
"iya itu jadi hadiah buat aku waktu orang tuanya menyukaiku lagian kan untuk apa aku ganti ponselnya kalau aku udah memberi diri sebagai gantinya" jawab delvia dengan sangat jujur namun membuatnya sakit hati.
"yang sabar yah del" michel kembali memeluk sahabatnya itu sedangkan lala sudah pergi mengisi perutnya yang sudah tak mau berkompromi.
__ADS_1
"chel aku ke toilet dulu yah" pamit delvia saat dirinya berasa ingin pergi ke toilet.
delvia segera bergegas ke kamar kecil dan andika yang melihat hal itupun mengikuti delvia karena memang ada hal yang ingin dia katakan pada delvia.
"del tunggu" tangan delvia tiba- tiba ditarik seorang laki- laki saat dirinya memasuki lorong menuju ke kamar kecil.
"bayu" delvia berucap saat melihat lelaki yang menahannya yang tak lain adalah bayu.
"jadi ini alasan kamu tak menerimaku?... ternyata ada yang lebih kaya dariku dan kau masih tak mau jujur" ujar bayu kecewa dengan delvia.
"bukan begitu bay" delvia mencoba menjelaskan namun bayu tak mendengarkannya dan langsung pergi dengan perasaan kecewa.
"apa andika sengaja mengundang bayu dan mempermalukanku" guman delvia sambil menitikan air mata bukan karena bayu tapi karena dia merasa andika terlalu mempermalukannya.
"sebegitunya kah dia mencintai bayu" guman andika yang tak tau kenapa merasa kesal dan panas saat melihat delvia menangis karena pria lain.
andika tadinya mengikuti delvia dan saat hendak memanggil delvia dirinya mengurungkan niatnya karena melihat bayu juga mengikuti delvia jadi dirinya terpaksa mengintip pembicaraan delvia dan bayu.
andika memutuskan untuk pergi dari sana setelah delvia kembali bergegas menuju toilet seusai menangis.
"kakak tidak memberiku penjelasan?" tanya clara yang masih sangat ingin tau dengan apa yang terjadi.
clara adalah adik shiva, orang yang shiva percayai untuk menjaga dan mengontrol andika selama shiva tak ada.
clarapun sangat merasa gagal menjaga kekasih kakaknya itu karena sekara entah bagaimana andika telah menikah.
"kakak tau kamu bingung kakak akan menjelaskannya... ayo ke taman" ajak andika membawah clara ke tempat yang sepi.
andikapun menjelaskan semuanya kepada clara rencananya dan juga alasannya menikahi delvia hingga akhirnya clara mengerti dan andika memintannya untuk menjelaskan dan membicarakan ini semua dengan shiva.
akhirnya andika dan clara langsung kembali ke dalam rumah tempat acara itu agar tak terlalu membuat orang panik dan curiga.
maaf kalau ngak sesuai yah ini visual saja
ini visualnya delvia cantik tapi sederhana.
__ADS_1
ini visualnya andika terlihat angkuh.
ini visualnya shiva terlihat sangat anggun.
ini visualnya bayu sangat sopan.
ini visualnya lala sangat manis dan imut.
ini visualnya michel terlihat agak tomboy.
ini visual revan.
ini visual vano.
ini visual farel.
ini visual clara.
mohon dukungannya yah 💕
__ADS_1