Gadis Malang (Hanya Aku)

Gadis Malang (Hanya Aku)
lebih bermasalah


__ADS_3

delvia terus berlari mencari pertolongan dengan sekuat tenaga rasa takut dan rasa cemas dirinya menyusuri setiap lorong ruang vip itu...


''tuan tolong aku kumohon'' delvia memohon saat dia meraih pundak pria yang baru saja ingin masuk kedalam ruangannya.


''kau'' teriak pria itu saat melihat siapa yang meminta tolong padanya.


''kumohon tolong aku'' delvia kembali memohon seakan tak berdaya sama sekali.


mendengar tuan mereka berteriak para pengawal pria itu langsung datang dengan sigapnya dan langsung menjauhkan delvia dari pria itu, pria yang tak lain adalah orang yang membuat delvia sampai matimatian untuk mencari uang membayar hutang yaitu andika. tapi delviapun tak punya pilihan lain selain meminta bantuan andika.


''telepon dokter sekarang'' perintah andika kepada pengawalnya lalu menopang delvia untuk berdiri karna sedari tadi delvia memohon dengan berlutut.


''hey gadis jal*ng kembali kau'' teriak pria tua yang sedari tadi mengejar delvia dengan susah payah.


''maaf tuan perempuan liar ini tidak penurut dan mengganggu anda biar ku bawah dia dan kuberi dia pelajaran'' jelas pria itu sambil mendekat dan ingin memegang delvia tapi delvia dengan cepat menghindar dan bersembunyi dibelakang andika lalu langsung merem*s kuat lengan andika karena terbawah ketakutan.


''ini adalah perempuanku tuan anda tidak berhak menyentuhnya'' bela andika.


''hey anak muda jangan ikut campur urusanku dia itu wanitaku memangnya kau tidak tau siapa aku'' bentak pria tua itu dengan rasa kesal.


''kau yang tidak tau siapa aku'' tegas andika sambil memberi isyarat kepada para pengawalnya untuk membereskan pria tua itu.


''tunggu saja kau ini belum berakhir hey cepat lepaskan aku'' pria tua itu memberontak mengancam dan mengoceh tak karuan.


andikah memapah tubuh delvia yang lebih parah dari sebelumnya karena pengaruh obat yang diberikan pria tua tadi, andika membaringkan delvia di tempat tidur ruangan itu.


''tak kusangka wanita ini berani tetapi terlalu bodoh'' ucap andika pelan sambil senyum sinis menatap delvia.


''kumohon tolong aku'' delvia memohon ''badanku sanat panas'' delvia bangkit dari tempat tidur dan memegang tangan andika dengan tatapan yang sulit diartikan.

__ADS_1


''sial kenapa wanita ini begitu menggoda'' guman andika menatap lekat wajah delvia yang kalah itu sangat terpengaruh dengan obat.


andika hendak mendekat tapi dia mengurungkan niatnya dan pergi mengambil telpon untuk menanyakan apakah dokternya sudah dekat atau belum, dirinya benar-benar bingung harus berbuat apa biasanya dia sangat pandai dalam hal ini tapi kali ini entah mengapa dirinya tak tega dengan wanita yang berada dalam ruangannya itu dan menginginkan bantuannya.


''dok kau sudah dimana?'' tanya andika saat panggilannya terhubung.


''maaf tuan ada masalah pada kendaraanku sepertinya saya akan tiba dalam 30menit lagi'' jawab dokter dengan nada gugup dan takut.


''apa harus selama itu?'' andika berdecak kesal dengan jawaban dokter itu.


''ia tuan tapi saya akan mencari kendaraan lain tapi kalau tidak terjebak macet juga saya akan sampai dalam 15menit'' dokter memberi sedikit solusi kepada andika.


''apakah masih bisa sempat dok?'' tanya andika dengan rasa was-was.


''memangnya kenapa tuan ada masalah apa mungkin saya bisa memberi solusi pertolongan pertama sebelum saya sampai'' tanya dokter dengan sedikit keheranan biasanya jika dirinya terlambat andika akan langsung mencacinya tanpa mendengar alasan apapun.


''tuan lebih baik lakukan saja dengan wanita itu maka semuanya selesa'' jelas dokter.


''itu masalahnya kalau aku bisa melakukannya mana mungkin aku memanggilmu!!!'' andika mulai kesal dengan jawaban dokter itu.


''maaf tuan,,, kalau begitu sedah berapa lama wanita itu meminumnya'' tanya dokter dengan cepat mencairkan suasana.


''sekitar setengah jam lalu'' jawab andika.


''mungkin saya bisa sampai tepat waktu tuan jika memang dosisnya tidak terlalu tinggi saya akan segera tiba disana dalam waktu beberapa menit dan kalau dia sudah semakin terpengaruh obat rendam saja tubuhnya di dalam air dia akan merasa sedikit nyaman dan mungkin bisa lebih berkemungkinan menunggu saya'' dokter memperjelas keadaan delvia sekarang.


''cepatlah kesini tepat waktu jika tidak kau tau akibatnya'' tungkas andika.


''baik tuan saya akan mencari kendaraan dulu'' ucap dokter dan andika langsung memutuskan sambungan telepon.

__ADS_1


andika masih menunggu dokter dan berpikir apa yang harus dia lakukan andika memang banyak bersama wanita tapi tak pernah melakukan apapun kepada para wanita itu dirinya hanya menggunakan wanita-wanita itu sebagai pion untuk membuat ayahnya geram padanya dan enggan untuk menjodohkannya karna dirinya masih setia menunggu seseorang.


''panas sekali'' andika terkejut saat delvia memeluknya dari belakang.


''bagaimana ini dirinya semakin terlihat sekarat'' andika mulai beradu dengan pikirannya.


''seperti ini sedikit nyaman'' delvia memeluk dan mencium pundak andika membuat pria itu sangat merinding.


''tahanlah sedikit dokter akan segerah tiba'' ucap andika sambil menjauhkan tubuh delvia darinya karna entah mengapa delvia mampu membuat andika tergoda berbeda dengan perempuan lainnya namun andika berusaha sekuat tenaga untuk menahannya.


''ikut aku'' andika menarik tangan delvia dan langsung membawahnya kedalam kamar mandi dan segera merendam tubuh delvia agar dirinya sedikit lebih mendingan sampai dokter datang nanti.


andika melakukan seperti yang dokter perintahkan padanya... dan benar saja delvia terlihat lebih tenang dari sebelumnya walaupun dirinya tetap merasa tersiksa. tak selang berapa lama dokterpun tiba di ruangan andika dan andika segerah memopong tubuh delvia walaupun tubuh delvia basah kuyup andika sudah tak perduli lagi dan dokterpun segerah memberi obat dan suntikan agar reaksi obat dalam tubuh delvia berhenti.


''bagaimana dok'' tanya andika


''nona ini baik-baik saja tunggu dia sadar dia sudah akan seperti biasanya walaupun tubuhnya akan terasa sedikit lemas'' jelas dokter mengenai keadaan delvia.


''baiklah dok terimah kasih atas bantuannya hari ini'' andika memberikan dokter upah kerjanya.


dokterpun pamit untuk permisi dengan perasaan keheranan dengan kejadian hari ini karna tak biasanya andika tidak melayani perempuan apalagi perempuan secantik delvia karna setau dokter papanya andika selalu bilang kalau andika selalu ganti perempuan di clup malam itu untuk menemaninya bermalam....


andika menatap delvia dengan tatapan heran dan tiba-tiba dirinya sadar kalau badan delvia masih dalam keadaan basah kuyub...


''tolong atur wanita ini dan segera ganti bajunya jika wanita itu sudah di ganti pakaiannya segera baringkan dia di sofa dan ganti tempat tidur yang basah itu''  perintah andika kepada 2 pelayan wanita yang sempat dia panggil untuk menggantikan pakaian delvia.


 


 

__ADS_1


__ADS_2