Gadis Malang (Hanya Aku)

Gadis Malang (Hanya Aku)
mahasiswa loyaldiamon


__ADS_3

tidak terasa sudah sebulan delvia menjadi mhasiswa dikampus loyal masa ospeknya pun berjalan dengan baik tanpa kesulitan, hari ini seperti biasanya delvia berangkat diantar oleh dion.


''kha hari ini aku mungkin akan pulang telat, soalnya aku mau buat tugas sama michel dan lala'' ujar delvia sambil meminta ijin untuk pulang telat.


''iya kakak juga mungkin pulang telat lagi soalnya akhir-akhir ini pekerjaan kakak semakin banyak'' balas dion.


''baiklah tapi kakak jangan terlalu memaksakan diri biar ngak sakit'' tungkas delvia yang tak tega dengan kakaknya.


''iya tenang saja kakak pasti jaga kesehatan'' seru dion meyakinkan adiknya.


 


 


delvia mendudukkan tubuhnya dengan sangat kasar di bangku taman kampus, iya sejenak memejamkan mata mengistirahatkan tubuhnya dan pikiranya.


*drrrttt...drrrttt* [getaran hanphone]


delvia mencari dimana arah suara getaran hanphone yang sempat ia dengar, delvia sempat melihat hanphonenya namun ternyata bukan dari hanphone miliknya.


''hanphone siapa ini'' guman delvia sambil mengambil hanphone yang terletak di samping bangku taman yang dia duduki.


''hanphone mahal seperti ini pasti punya orang kaya, sayang sekali aku tak sempat mengangkat panggilan tadi, hpnya dikunci bagaimana aku bisa mengetahui pemiliknya'' gumannya lagi saat memperhatikan hanphone yang dia pegang adalah henphone edisi terbaru yang sangat mahal.


''sebaiknya aku bawah ke kantor dosen, biar mereka yang mencari pemiliknya'' delvia berucap pelan dan melangkahkan kakinya menuju kantor dosen.


''dasar pencuri'' hanphone di tangan delvia kini di ambil ahli oleh seorang pria yang meneriakinya pencuri.


''memang yah orang yang rupanya seperti ini sering sekali ingin memiliki barang mahal bahkan sampai melakukan cara menjijikan seperti ini'' sambung pria itu.

__ADS_1


''hei jaga ucapanmu ini salah paham'' delvia membela dirinya.


''apanya yang salah jelas-jelas hanphoneku hilang dan saatku cari ada di tanganmu'' seru pria itu dengan saat sombong.


''walaupun aku tak sekaya dirimu tapi aku tidak mungkin mencuri'' jelas delvia yang mulai kesal.


''lalu jika tidak untuk memiliki hanphone ini bisa jadi kau mencurinya hanya untuk mendapatkan perhatianku'' seru pria itu dean sangat percaya diri.


''CUKUP!!! tutup mulutmu kau pikir aku wanita apa?'' teriak delvia dengan sangat geram.


''memangnya kau pikir kau siapa? aku saja tak mengenalmu untuk apa aku ingin perhatianmu? kau pikir tidak cukup perhatian di sekitarku dan menggunakan cara kotor untuk meminta perhatian apalagi itu darimu'' delvia berdecit kekesalannya sudah tak terkontrol.


''kau..''


''kalau saja aku tau akan  jadi seperti ini sudah tak ku ambil hanphone itu dan sudah ku hilangkan niat baik untuk mengembalikannya'' belum sempat pria itu berucap delvia dengan cepat berbicara dan meraih ponsel di tangan pria itu lalu membuangnya ke tempat semula dan pergi berlalu dari situ.


''hey kau berhenti'' pria itu meneriaki delvia tapi delvia seakan tutup telinga.


''akhirnya aku tau apa yang harus aku lakukan untuk membuatmu menyesal'' guman pria itu sambil memegang hanphonenya dan tersenyum licik.


 


 


 


''ahhh sialnya aku hari ini'' teriak delvia frustasi sambil mengacak-ngacak rambutnya di pantulan cermin toilet.


''yasudalah lupakan saja'' delvia merapikan dirinya dan mencoba menenangkan pikirannya mencoba untuk bersikap seperti biasa.

__ADS_1


 


 


''delvia'' suara heboh lala menggemah dan memenuhi ruangan itu saat melihat delvia yang sedari tadi mereka tunggu..


''kau kenapa'' tanya michel yang memperhatikan raut wajah delvia yang memang menggambarkan isihatinya.


''tidak apa-apa aku hanya kurang istirahat saja'' jawab delvia tak bersemangat.


''apa kau tau anaknya yang punya kampus ini pindah kuliah disini hari ini'' seru michel dengan semangatnya.


''lalu?'' tanya delvia dengan nada tak perduli.


''apa kau tau dia itu tampan pinter romantis dan tajir'' imbuh michel yang menunjukan ekspresi sukanya dengan jelas.


''aku tidak perduli tentang itu, aku akan pulang saja lain kali baru kita buat makalah'' ucap delvia sambil berdiri dari duduknya.


''kita kan masih ada kelas'' uchap michel


''delvia mah cuek ngak asik'' tambah michel.


''maaf yah hari ini aku beneran ngak mod, blangin dosen aku pulang lagi dapet yah'' tungkas delvia sambil berlalu.


 


delvia pulang kerumah dengan kendaraan umum pikirannya dipenuhi dengan kejadian tadi dirinya memang tidak memungkiri ketakutannya saat membuang kembali hanphone itu.


''mengapa aku sungguh bodoh membuang hanphone itu, kelihatannya dia bukan orang biasa'' guman delvia sambil mengigit jari telunjuknya.

__ADS_1


''bagaimana jika hanphone yang ku buang tadi rusak dan dia minta ganti rugi'' gumannya kembali membuat dirinya lebih takut dan mengusap kasar wajahnya yang panik.


''astaga biarkan saja masda bodoh dengan itu, aku akan pulang beristirahat, persetan dengan besok dan seterusnya'' delvia menenangkan dirinya sendiri.


__ADS_2