Gadis Malang (Hanya Aku)

Gadis Malang (Hanya Aku)
titik terang


__ADS_3

keesokan harinya delvia tengah bersiap dirumahnya untuk ke kampus delvia diantar michel


dari kediaman michel pagi itu untuk berangkat bersama, delvia tak sabar ingin


bertemu lala dan menanyakan apakah lala bisa membantunya, delvia tak ingin


menelpon lala karna menurutnya urusan seperti ini tak pantas di bicarakan di


telpon.


 ''aku jadi gugup sendiri nih chel'' delvia memang sedikit takut jika lala tidak bisa


membantunya.


''jangan seperti orang lain lah del nga mungki lala ngak bantu, aku aja yang ngak sekaya


lala bisa bantu apalagi dia kecuali dia itu bukan sahabat kita'' jelas michel.


 ''yah jangan gitu lah chel kalo emang gak ada gak usah dipaksa dan gak usah libatin


persahabatan kita'' delvia mulai berpikir tentang persahabatan mereka jika


seandainya memang akan rusak karena masalahnya.


 ''elah takut amat'' ejek michel.


delvia dan michelpun sudah tiba duluan di kampus mereka memutuskan janjian dengan lala di


taman kampus biar gak terlalu jauh dari gerbang masuk kampus, tak lama kemudian lala tiba dan langsung menuju kearah kedua sahabatnya yang telah menunggu kedatangannya.


''hay guys, morning'' sapa lala dengan hebohnya.


''too'' jawab delvia dan michel bersamaan lalapun langsung mendudukan tubuhnya ditengah kedua sahabatnya itu.


''eh ia katanya ada yang mau kalian bicarain'' tanya lala yang teringat dengan pesan yang delvia kirimkan.


michelpun menceritakan kejadian yang dialami delvia sama lala michel menceritakan dengan cara dan bahasa yang mudah dimengerti karna mungkin lala tidak akan mengerti ceritanya, michel bercerita sampai ke pura- puraan delvia yang percaya dengan andika tapi inti ceritanya adalah soal ganti rugi yang harus delvia lunasi dalam seminggu.

__ADS_1


''gitu ceritanya'' michel pun mempertegas di akhir ceritanya, sedangkan lala hanya bengong dan mangap- mangap seperti orang terhipnotis.


''lala kamu ngerti kan'' tanya michel menyadarkan lala yang masih terdiam.


''ngak'' jawab lala dengan polosnya.


delvia hanya menepuk jidatnya sendiri karna dia sudah menebak bahwa lala tak akan mengerti cerita michel walau dengan nada atau bahasa apapun namanya ceritanya panjang sopasti lala tidak akan mengerti.


''intinya la aku bisa ngak pinjem uang sama kamu buat ganti rugi sama andika'' delvia langsung kepada inti percakapan mereka.


''emangnya kenapa sam kamu dan andika sampe pake ganti rugi'' tanya lala dengan nada yang lebih kebingungan dari pada mendengar cerita michel.


''astaga lala kamu tu yah'' seru michel yang mulai gemas dengan tingkah lala rasanya dirinya dingin mencuci otak lala supaya lebih baik jika dia bisa.


''gini lala aku tu ngerusakin hanphone andika jadi aku harus ganti rugi sama dia'' jelas delvia.


''oh gitu memangnya kamu mau minjem berapa?'' tanya lala yang sudah mulai mengerti dengan percakapan mereka.


''20jt soalnya andika mintanya 40jt jdi aku minjem kalian berdua seorang 20jt jadi pas untuk ganti rugi'' ucap delvia sambil menjelaskan.


''makanya itu aku minjem kamu tau kan andika itu orang kaya jadi barangnya pun mahal- mahal'' tungkas delvia.


''iya juga yah,,,'' lala membenarkan pernyataan delvia.


''untung aku punya tabungan kalo ngak salah sih udah 30jt lebih aku bisa pinjamin kalo cuma 20jt'' sambung lala yang mau membantu delvia.


''tapi apa orang tua kamu ngak bakalan marah'' tanya delvia yang tak ingin orang tua lala mengirah dirinya memanfaatkan lala.


''ngak kok itu uang tabungan aku, bukan uang yang orang tua aku kasih buat jajan itu hasil sisa jajan aku yabg aku kumpulin'' jelas lala dengan mengingat- ingat dirinya yang mulai berhemat dam menabung sambil senyum- senyum sendiri delviapun senang mendengarnya seperti mendapatkan titik terang dari masalahnya.


''gila hebat banget lala bisa nabung sampe gitu banyaknya'' michel kagum dengan lala walaupun lala orang kaya dan anak yang manja tapi dia juga tau berhemat.


mereka bertigapun bercakap- cakap dan bersendagurau, delvia tak hentinya bertrimakasih kepada kedua sahabatnya yang mau membantunya mereka pun akhirnya masuk kedalam ruang kelas karena dosen akan segera masuk.


selesai pelajaran kuliah delvia pamit kepada kedua sahabatnya untuk menyelesaikan urusannya dengan andika sahabatnyapun mengiyakan dan tak lupa memberi semangat kepada delvia.


 

__ADS_1


delvia tengah menuju keruangan kumpul andika dan teman- teman andika dirinya mengetahui andika ada di tempat itu karna dirinya bertanya sepanjang jalan untuk menemukan keberadaan pria yang tengah dicarinya, delvia kini telah berada di depan ruangan yang dia tujuh tanpa ragu- ragu delvia langsung memasuki ruangan itu, delvia terkesigap melihat isi ruangan yang dia masuki itu.


''astaga masih ada yah ruangan seperti ini di dalam kampus'' guman delvia yang tampak takjub dengan ruangan itu ruangan yang di desain khusus untuk bersantai dan bermain tapi tak sembarangan orang bisa ke ruangan itu.


''wah siapa ini yang bertamu'' seru farel yang melihat kedatangan delvia membuat delvia tersadar dari lamunannya.


''hey cantik... pasti kau datang mencariku kan?'' revan berkata dengan sangat percaya diri dan tanpa rasa malu.


{ sebagai pengenalan yang bisa bebas keluar masuk kedalam ruangan itu hanyalah 5 orang lelaki dan seorang wanita, yang pertama andika anak pemilik kampus dan pemilik ruangan itu, yang kedua bayu sepupu andika lelaki yang sangat romantis dan sopan tapi dia jarang ada di tempat itu, yang ketiga farel sahabat andika yang memiliki sifat netral dan sangat tenang mengatasi masalah, yang keempat revan lelaki yang sangat lalot hampir sama seperti lala dan suka berbicara tak karuan, yang kelima vano lelaki pendiam yang tidak terlalu suka kehebohan, dan wanita yang dimaksud hanya dia seorang yang bisa bebas diruangan itu adalah shiva tapi dirinya sudah tidak berada disitu }.


''tidak aku kesini mencari andika'' jawab delvia jujur.


''percuma kau cari dia karna dia tak suka tipe wanita sepertimu, lebih baik denganku saja'' seru revan dengan senyum- senyum dan mengangkat alisnya delvia hanya merinding geli melihatnya.


''siapa yang mencariku '' terdengar suara andika yang keluar dari ruangan pribadinya.


''aku yang mencarimu...aku mau melunasi utangku'' seru delvia tampa ada rasa takutnya.


''ikut denganku kedalam'' andika berkata sambil masuk lagi kedalam ruangannya.


''astaga mengapa harus didalam pasti ini  rencana barunya pasti masalah baru lagi'' guman delvia sambil berjalan mengikuti andika.


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2