Gadis Malang (Hanya Aku)

Gadis Malang (Hanya Aku)
marah atau ingin


__ADS_3

Mobil  Andika kini sudah terparkir sempurna di depan rumah delvia, andika tak berani mebawah delvia pulang ke rumahnya jika delvia dalam keadaan seperti ini,namun andika terlebih dahulu memberi tahukan kepada kedua orang tuannya dalam pesan singkat bahwa dirinya tak akan pulang ke rumahnya dan akan tinggal di rumah delvia untuk malam ini.


andika segera turun dari mobilnya dan dengan sigap membuka pintu mobil sebelah untuk memopong delvia kedalam rumah.


‘’hmmm’’ delvia menutup mulutnya saat andika memopongnya dan sedikit menggoyangkan kepala delvia.


‘’huekkkkkk’’ delvia memuntahkan semua unek unek dalam perutnya dan dengan segera adika menghempas kasar tubuh delvia agar dirinya tak terkena cairan isi perut delvia.


‘’astaga kau ini’’ andika setengah berteriak kesal saat dilihatnya mobil pribadinya yang sangat dia rawat menjadi kotor dan bau.


Andika menahan amaranya karena dilihatnya delvia masih tak sadarkan diri dan juga mungkin ditambah benturan keras yang dibuat andika tadi, andika akhirnya kembali memopong tubuh delvia dan membawahnya masuk dan segera membawah delvia ke kamar mana saja yang dia temui pertama kali untung saja kamar delvia memang adalah kamar yang pertama akan di dapat.


‘’dia sungguh jorok saat mabuk… sangat berbahaya’’ andika menggerutu tak jelas sambil membersikan tubuhnya yang terkena sedikit cipratan isi perut delvia.


Andika kini telah selesai dengan urusannya membersikan diri andika memutuskan untuk menonton tv sambil menunggu delvia sadar andika menyalakan tv dan duduk dengan tenang di kursi sofa sambil melihat- lihat album foto milik delvia.


‘’hmmm’’ delvia kembali tersadar dan kembali merasakan mual sepertinya masih ada sisa isi perutnya yang belum di buang sempurna.


Akhirnya delvia bangkit dari tidurnya dan memuntahkan semua isi perutnya kembali dan langsung bersandar di tempat tidurnya.


‘’astaga aku terlalu banyak minum astaga ini begitu jorok’’ delvia mulai memiliki kesadaran yang cukup untuk mengingat dan mengenali situasi.


‘’kenapa aku sudah di rumah… sepertinya michel yang membawahku pulang untung saja aku memuntahkan semuanya di rumah sendiri’’ delvia tersadar dirinya sudah berada di rumahnya sendiri setelah menerawang dengan jelas seluruh ruangan tempatnya berada.


Delvia memutuskan untuk membersikan kekacauan yang dia buat di kamarnya sebelum dirinya membersikan diri, delvia segera mengambil peralatan pembersih lantai tanpa mengyadari keberadaan andika yang sedang tertidur di kursi sofa tempatnya berlalu, Setelah selesai dengan pekerjaannya delvia dengan segera masuk kedalam kamar mandi dan membersika tubuhnya.

__ADS_1


‘’astaga kenapa aku lupa membawah handuk… perasaan aku tak pernah meninggalkan handukku di luar’’ delvia mengumpat saat mengetahui handuknya tidak berada di tempatnya karena tadi andika memakainya dan meninggalkannya di kamar dion saat dia pergi meminjam baju dion untuk dikenakannya.


‘’sudalah bajuku juga sudah ku rendam’’ delvia memutuskan untuk keluar walaupun dengan kondisi tak tertutupi apapun karena dipikirannya hanya dirinya yang berada di rumah itu.


Delvia keluar dengan percaya dirinya sambil mencari keberadaan handuknya, disisi lain andika tengah tersadarkan dari tidurnya dan ingin memeriksa keadaan delvia apakah sudah sadar atau belum.


‘’ahhhh’’ delvia berteriak dengan keras sambil menutupi badannya dengan tangannya sendiri  Saat andika tiba tiba masuk dan terdiam melihat pemandangan di depannya.


‘’dasar siluman mesum keluar kau’’ teriak delvia dengan seluruh kesadaran dan ***********.


‘’memangnya kenapa jika aku disini kau lupa aku ini suamimu’’ tanya andika yang dengan sengaja mengoda delvia yang sudah memerah.


delvia dengan cepat menarik selimut dan menutupi tubuhnya sebelum menjawab pertanyaan andika.


‘’kenapa kau disini kau tak tahu sopan sekali’’ bentak delvia.


‘’maksudmu kau yang mengantarku pulang dari tempat karoke? Dimana michel dan lala’’ delvia berbicara dengan nada bicara yang sedikit turun.


‘’kalau kau tak percaya kau bisa melihat cairan cintamu di mobil dan untuk pertanyaanmu yang satunya sangat mudah dijawab kau dan temanmu lala sama sama mabuk jadi michel kesulitan membawah kalian berdua’’ jelas andika panjang lebar.


‘’KAU’’ delvia kembali emosi dan mengangkat selimutnya lalu menatap dengan seksama bagian tubuhnya, delvia salah paham dengan perkataan andika.


‘’ada apa denganku’’ tanya andika sambil mendekat entah kenapa pria itu sangat tertarik untuk menggoda istrinya itu.


‘’jangan mendekat dasar mesum… sebaiknya kau belum melakukan sesuatu yang akan membuatmu menyesal’’ ancam delvia.

__ADS_1


‘’aku yang menyesal atau kau’’ andika semakin mendekatkan tubuhnya kearah delvia hingga kini tubuh wanita itu sudah mendarat sempurna di ranjang sempit itu.


‘’k..ka..u jang…an macam macam denganku aku bisa bertindak lebih’’ ancam delvia kembali namun tak membuat niat jail andika berkurang malah yang terjadi adalah sebaliknya andika tambah bersemangat melihat ekpresi delvia yang seperti itu.


‘’memangnya kenapa jika suami ingin dekat dengan istrinya atau bertindak lebih’’ andika semakin dekat dan semakin membuat delvia gugup setengah mati.


‘’ing..at kita menikah hanya karena kesepakatan’’ delvia semakin gugup ingin melawan namun selimutnya membuat delvia sulit bergerak di tambah lagi andika yang sudah berada di dekatnya.


‘’tapi dalam kesepakatan itu tak tertulis aku tak bisa memiliki hakku sebagai suami’’ andika semakin menggoda dan membuat delvia ketakutan.


‘’ka..’’ belum sempat delvia berkata andika dengan tak sengaja terpeleset dengan selimut dan mencium delvia juga mendaratkan kedua tangannya di bagian gunung delvia.


Cukup lama delvia dan andika terdian lalu delvia dengan segera mendorong tubuh andika menjauh darinya andikapun sedikit menjauhkan tubuhnya dirinya juga sama kagetnya dengan apa yang terjadi.


‘’dasar mesum’’ teriak delvia dengan tegas sambil berdiri tanpa sadar selimutnya tak dipakai lagi mungkin karena terbawah emosi.


‘’kau marah atau ingin lebih’’ walaupun segugup apapun andika dia tetap dapat mengontrol dirinya sendiri dan kembali menggoda delvia walaupun sebenarnya dirinya memang sudah sangat tergoda dengan apa yang dilihatnya.


‘’ahhh dasar gila keluar kau’’ delvia tak perduli lagi dirinya segera mendorong tubuh andika meninggalkan kamarnya dan segera mengunci pitu kamar itu.


‘’sialan kenapa aku begitu tergoda dengannya untung saja aku tadi masih bisa mengontrolnya’’ andika mengumpati dirinya sendiri saat mengingat apa yang telah di saksikannya tadi dan dilakukannya tadi.


Sedangkan disisi lain delvia memakai bajunya dan segera masuk kedalam kamar mandi lalu meratapi dirinya dengan kejadian yang baru saja terjadi.


‘’astaga apakah harus seperti ini… bagaimana aku menghindari ini’’ delvia mulai berpikir dengan keras bagaimana dirinya menghindari andika dan bagaimana bisa dia membuat perjanjian yang tak melarang hubungan suami istri.

__ADS_1


Tanpa sadar delvia mulai menagis dan kembali meratapi dirinya rasanya dirinya akan hancur dalam waktu dekat, pikirnya ini baru permulaan dan delviapun tak dapat memprediksi untuk kedepannya.


__ADS_2