
Delvia dan andika begitu pandai meyakinkan kedua belah pihak mereka bahkan orang tua andika yang biasanya sangat teliti dengan mudahnya percaya dengan sandiwara kedua anak muda ini.
‘’baguslah jika dari kedua pihak sudah setuju dengan hubungan kalian jadi kita tak perlu mengulur waktu lama’’ ucap mama elie dengan bahagianya dan tak sabar ingin anak yang selama ini di khawatirkannya menikah.
‘’maksud mama’’ tanya andika berpura- pura tak mengerti.
‘’yah maksud mama kalian lebih baik cepat tentukan pernikahan kalian tidak perlu pakai tunangan soalnya terlalu memperlambat waktu’’ jelas mama elie.
‘’ya ampun mah kok buru- buru sekali sih baru saja kemarin andika melamar delvia sekarang masa sudah mau memutuskan menikah’’ andika pura- pura protes karena sebenarnya andika sudah menebak orang tuanya akan dengan segera memintanya menikah dengan delvia jadi itulah dirinya berubah pikiran untuk membuat delvia menjadi kekasih kontraknya dan memilih delvia menjadi miliknya dengan status istri kontrak.
‘’astaga apasih maunya buaya ini enggak ia..ia in aja malah muter- muter kan jadi lama’’ guman delvia kesal dengan kepura- puraan andika.
‘’sayang kamu tau kan mama selalu menghawatirkanmu lagian untuk apa pria melamar wanita jika tak untuk dinikahi… iya kan delvia?’’ mama elie meminta pembelaan kepada calon menantunya itu.
‘’iya mah’’ ucap delvia membenarkan tanpa ragu.
‘’tuh kan delvia saja mau dan ngak keberatan’’ mama elie mencoba membujuk anaknya agar mau segerah menikah.
‘’iya andika kamu seharusnya tanggung jawab kamu sudah melamar delvia jadi kamu harus menikahinya juga’’ sambung papa yohan.
‘’iya pah andika tau tapi andika harus pikir- pikir dulu dan diskusi dulu empat mata sama delvia baru kita bisa kasih tau keputusan kita… andika ingin hubungan andika dan delvia di dasari kesepakatan kami berdua bukan dari tekanan orang lain’’ jawab andika dengan sangat bijaknya dan sangat telak.
‘’kok kayak mau muntah yah dengarnya’’ guman delvia saat mendengar jawaban dan penjelasan andika.
‘’tapi mama udah ngak mau nunggu lama’’ jawab mama elie yang keberatan pasalnya selain shiva baru delvialah yang dilamar andika dan terlihat di sukai anaknya itu dia tak mau kesempatan menyingkirkan shiva dan mendapatkan menantu yang baik lepas begitu saja.
‘’mah benar kata andika lebih baik kita tunggu kesepakatan mereka kan gak bagus jika hubungan mereka di dasari dengan paksaan dari kita’’ jelas yohan menenangkan istrinya dan mama elie pun mencoba mengerti dengan perkataan anak dan suaminya itu.
‘’dan kalian berdua untuk diskusi kalian jangan terlalu lama karena papa juga ingin mendengar kabar baik’’ sambung papa yohan.
‘’iya pah pasti’’ andika meyakinkan ayahnya.
‘’kalau begitu andika dan delvia pamit andika mau mengantar delvia pulang soalnya sudah larut’’ sambung andika yang tiba- tiba mengingat pesan dion agar cepat kembali.
__ADS_1
‘’loh delvia mau pulang’’ tanya mama elie.
‘’ia bibi soalnya delvia janji sama kak dion buat pulang cepat’’ jelas delvia.
‘’lebih baik menginaplah ini sudah malam sayang mama tak mengijinkan kamu pulang’’ ujar mama elie tak setuju.
‘’mama? Sejak kapan delvia jadi anaknya mama’’ guman andika.
‘’iya ini sudah sangat larut’’ papa yohan membenarkan perkataan istrinya.
‘’tapi nanti kak dion khawatir’’ elak delvia.
‘’gak apa- apa sekarang kamu telpon kakak kamu buar mama yang bicara’’ ujar elie tak mengijinkan delvia pulang.
‘’delvia ngak enak bibi’’ ucap delvia dengan menunduk karena merasa tak enak jika harus menginap lagipula dia juga masih merindukan dion.
‘’gak apa kok lagian ngak lama lagi kamu juga bakalan jadi nyonya di rumah ini jadi sekalian membiasakan diri’’ mama elie kembali meyakinkan delvia.
‘’dan satu lagi kamu panggil saya mama bukan bibi kan nanti mama andika akan jadi mamamu juga’’ jelas mama elie yang sedari tadi tak ingin jika delvia memanggilnya bibi dirinya lebih senang jika delvia memanggilnya mama sama seperti andika.
‘’baik ma’’ ucap delvia dengan malu- malu.
‘’apa bagusnya dia’’ guman andika yang tak senang orang tuanya sangat menyukai delvia sedangkan shiva memanggil mama elie dengan sebutan mama tak pernah di sukai oleh mamanya malah mama elie selalu menyebutnya sebagai bibi untuk shiva seakan- akan shiva tak pantas memanggilnya mama.
‘’halo’’ suara dion terdengar dari seberang panggilan telepon itu saat panggilannya terhubung.
‘’halo selamat malam’’ jawab mama elie.
‘’iya malam.. ini bukannya nomor adik saya yah??’’ tanya dion yang bingung dengan suara di telepon itu karena tak sama dengan suara adiknya.
‘’iya benar ini nomor teleponnya delvi… saya mamanya andika’’ jawab mama andika.
‘’oh iya ada perlu apa yah? Delvianya dimana dia baik- baik saja kan? Tanya dion dengan was- was.
__ADS_1
‘’delvianya ada dia baik- baik saja.. saya Cuma mau ijin kalau boleh delvia menginap dirumah saya’’ tanya mama elie meminta ijin.
‘’oh iya kalau ngak merepotkan yah tidak apa jika delvia menginap lagian sekarang juga sudah larut’’ dion memberi ijin adiknya menginap.
‘’oh iya makasih kalau gitu’’ ujar mama andika dan mereka saling memutuskan sambungan telepon.
‘’kamu bisa menginap sayang’’ ujar mama elie dengan semangat.
‘’makasih ya ma’’ delvia menyeuti perkataan mama elie sambil tersenyum.
‘’astaga kakak tega yah memangnya dia tidak merindukanku yah’’ guman delvia dengan sedih bercampur kesal.
"ayo sayang mana tunjukin kamar kamu" ajak mama elie yang ingin menunjukan kamar yang akan delvia tempati malam ini.
delviapun mengikuti ajakan mama elie dan mulai berjalan menuju ke lantai atas, delvia mengamati dengan sangat kagum setiap ruangan yang ada di rumah itu.
"astaga rumah ini sangat bagus" guman delvia kagum sambil menatap setiap rinci dari rumah andika.
"kenapa sayang" tanya mama elie yang menyadari delvia bengong dari tadi.
"ngak ma delvia cuma kagum aja sama rumah mama" jawab delvia polos.
"kok bicaranya gitu ini kan juga nantinya jadi rumahmu" ujar mama elie.
"iya ini akan jadi punyaku jika aku memang benar- benar menjadi istri andika tapi itu tak akan mungkin" guman delvia dengan meratapi nasibnya.
"ini kamar kamu sayang" ucap mama elie saat delvia dan elie sampai di depan ruang kamar yang sangat cantik dengan desain yang sangat mewah membuat delvia lebih merasa kagum.
"wah cantik sekali ma" ucap delvia.
"yasudah kamu istirahat dulu besok baru kita bicara lagi" ucap mama elie sambil berlalu meninggalkan delvia untuk beristirahat.
delvia merebahkan tubuhnya di kasur yang sangat besar itu yang terlihat 3x lipat dari tempat tidurnya, dirinya sangat kagum dengan semua yang ada di rumah itu, lama berpikir- pikir delviapun masuk kedalam alam mimpi dan terlelap.
__ADS_1