Gadis Malang (Hanya Aku)

Gadis Malang (Hanya Aku)
rencana yang sempurna


__ADS_3

kini pagi telah datang menyinari bumi untjk kesekian kalinya ... delvia dan dion terbangun dan segera bersiap- siap untuk menyambut kedatangan lelaki yang akan menjadi suaminya tepatnya langka menuju status istri mainan semakin dekat.


"bagaimana makanannya sudah siap?" tanya dion saat menengok delvia yang sedang sibuk memasak di dapur.


"tinggal 2 makanan lagi kak" ujar delvia sambil tetap sibuk memasak.


dion dan delvia kini telah selesai dengan semua persiapannya menyambut kedatangan andika dan keluarganya tinggal menyiapkan diri masing- masing.


*tok.... tok... tok*


suara ketukan pintu membuat kedua saudara itu segera membukakan pintu rumah mereka.


"selamat siang kak" sapa andika dan langsung memperkenalkan kedua orang tuannya kepada dion dan dion pun juga memperkenalkan diri lalu mereka dipersilakan masuk oleh dion dan delvia.


"maaf pak yohan rumahnya kecil" ujar dion saat mereka semua telah berkumpul di ruang tamu.


andika hanya datang dengan kedua orang tuannya karena menurut mereka hal seperti ini cukup keluarga utama saja yang tau kecuali sudah saatnya menikah.


"tidak apa- apa lagipula saya juga merasa nyaman " ujar papa yohan dengan seksama.


"iya rumahnya bersih dan rapih" ujar mama elie memuji dan hanya di respon senyuman ramah dari dion dan delvia.


"saya rasa nak dion sudah tau maksud kedatangan kami kesini" ujar papa yohan.


"iya pak saya sudah mengetahui maksud kedatangan bapak, andika dan delvia sudah memberi tahu saya kemarin" jawab dion dengan sangat sopan.


"kalau begitu bagaimana keputusan nak dion?" tanya papa yohan.


"kita bicarakan ini setelah makan saja pak... delvia sudah mempersiapkan makanan takutnya nanti dingin" ujar dion mengajak keluarga andika makan bersama.


"ohh delvia memasak khusus untuk kami" seru mama elie kagum.


"iya... jadi mari kita makan dulu kalau kalian berkenan" jawab dion sambil kembali memberi ajakan.


"oh iya mari" jawab papa yohan dan segera mengajak keluarganya untuk menerima ajakan dion.

__ADS_1


"wah apakah ini semua delvia yang memasak" tanya mama elie tak percaya dengan apa yang dilihatnya banyak sekali makanan sudah tertata rapi dan kelihatannya enak.


"iya ma" jawab delvia dengan sedikit canggung.


"penjilat" guman andika namun sebenarnya diapun kagum.


"mari silakan dinikmati" ujar dion saat semuanya sudah duduk di meja makan.


mereka semuapun makan dengan sangat sopan tanpa ada suara bising sama sekali karena sama- sama menjaga kehormatan masing- masing, tak berapa lama mereka selesai dengan aktifitas makan mereka dan dion mengajak semuanya kembali ke ruang tamu untuk membahas masalah pernikahan adiknya.


"wah delvia pandai memasak yah... memang kali ini andika tidak salah dalam memilih" puji mama elie sambil memberikan sindiran bahwa andika sempat salah memilih shiva.


andika sebenarnya tak suka mamanya membanding- bandingkan shiva dengan delvia tapi dia memcoba menenangkan dirinya dan tersenyum menandahkan bahwa perkataan mama elie benar.


"jadi bagaimana keputusan dan pendapat nak dion?" tanya ayah yohan menyambung percakapan yang sempat digantung tadi.


"saya terserah adik saya jika pilihannya andika maka itu pilihan saya juga karena yang akan menjalaninya adik saya... saya hanya bisa memberikan nasihat dan teguran lagipula kita tidak bisa menentukan jodoh orang lain karena jodoh kita saja belum tentu sama dengan yang kita bayangkan" jawab dion bijak.


"coba saja papa dan mama sama seperti kak dion pasti sekarang aku sudah sangat bahagia dengan shiva" guman andika yang iri dengan kehidupan yang di dapat delvia.


"baiklah jika semua pihak sudah setuju dan mereka berdua juga sudah siapkan hari pernikahan yaitu besok maka hari ini kita harus mempersiapkannya" ujar papa yohan dengan bahagiannya.


"benarkah? jadi kalian memang sudah memikirkan dan merencanakannya matang- matang" ujar papa yohan tak percaya bahwa andika memang betul- betul serius dengan pernikahannya.


"iya pah" jawab andika singkat.


"wah itu bagus dong" tambah mama elie yang semakin bersemangat.


"coba katakan perencanaan kalian siapa tau ada yang kurang" ujar papa yohan yang ingin mendengarkan rencana besar anaknya itu.


"begini pah aku dan delvia sudah sepakat melangsungkan pernikahan di rumah kita saja dan hanya di adakan secara sederhana" andika memberitahukan rencana pernikahannya.


"mama tidak setuju" seru mama elie dengan tiba- tiba.


"kenapa acaranya tidak dibuat mewah? kenapa tidak digedung saja? kamu ini anak papa dan mama satu- satunya mana mungkin acara sepenting ini dirayakan sederhana ulang tahunmu saja seluruh warga negara merayakannya" sambung mama elie mengutarakan perasaan dan pendapatnya yang sama sekali tidak setuju.

__ADS_1


"itu benar nak" tambah papa yohan.


sedanhkan delvia sudah mulai takut rencana mereka tak akan berhasil, sedangkan dion hanya diam saja menurutnya rencana pernikahan mau mewah atau tidak itu tidak masalah.


"ma.. pa ... andika tau kita orang yang terpandang jadi karena itulah andika ingin merayakannya dengan cara sederhana saja" ujar andika mencoba menjelaskan namun dengan perlahan.


"coba jelaskan dengan detail maksud dari perencanaanmu nak" ujar papa yohan yang mulai mengerti andika mempuanyai alasan kuat.


"jadi begini... andika dan delvia ingin pernikahan ini hanya kerabat dekat yang tau karena nanti delvia yang akan kesulita untuk kedepannya jika banyak yang tau... papa dan mama tak tau keadaan yang akan terjadi di luar sana jika mereka tau andika menikah dengan delvia nanti bisa- bisa mereka akan mencoba mencelakai delvia" jelas andika panjang lebar.


"mama tetap keberatan" ucap mama elie yang masih kurang setuju.


"tapi yang dikatakan andika benar juga ma" bela yohan yang mengerti penjelasan anaknya.


"saya tidak setuju dengan alasan andika" seru dion tiba- tiba menggelegar.


"kakak" seru delvia pelan.


"memangnya kenapa jika orang lain tau? kau malu jika menikah dengan gadis dari kalangan bawah" ujar dion kecewa karena salah menanggapi alasan andika.


"kakak tenanglah" ujar delvia memegang kakaknya.


"mama setuju dengan pendapat dion" seru mama elie yang sepemikiran dengan dion.


"sepertinya disini ada kesalapahaman" ucap papa yohan menenangkan suasana.


"kak maksud andika bukan seperti itu" delvia ikut menenangkan suasana.


"kalau begitu apa yang dia maksud" tanya dion dengan penuh penekanan.


"andika hanya ingin melindungi delvia kak... apa kakak tau waktu di kampus saat teman- teman curiga dengan hubungan andika dan delvia mereka semua mencoba memisahkan kami dan mencoba mencelakai delvia... coba kakak pikir itu baru pacaran apa lagi mereka tau kita menikah... kita tetap akan memberitahu semuanya tapi tidak untuk sekarang ini tunggu andika selesai kulia" jelas delvia dengan rencana jitu yang dirinya dan andika rencanakan mereka memang tau situasinya akan jadi seperti ini.


"baiklah kakak bisa mengerti situasinya" ujar dion yang telah mengerti maksud dari perkataan andika tadi.


"mama?" panggil andika.

__ADS_1


"baiklah terserah kalian saja yang penting kalian menikah" ujar mama elie pasrah.


"akhirnya" guman delvia dan andika yang sama- sama merasa berhasil dan memiliki hasil dari rencana yang mereka buat semalam.


__ADS_2