
mentari pagi mulai menyusuri ruang kamar delvia dari sela- sela tirai jendelanya, delvia bangun dan langsung bersiap- siap untuk ke kampus dan menanyakan semuanya dengan baik-baik kepada andika.
delvia kini sudah berada di dalam area kampus karena ada jam kulia pagi jadi delvia berniat menemui andika setelah jam kuliah.
''del tungguin aku'' teriak lala yang sedang berjalan menuju ke arah delvia yang tengah berhenti untuk menunggunya dari arah gerbang kampus.
''michel mana'' tanya delvia.
''tadi sih dia sms aku katanya udah nyampe duluan memangnya dia ngak kabarin kamu'' ucap lala yang menjawab pertanyaan delvia.
''aku belum megang hanphone dari tadi'' ucap delvia.
merekapun tiba di ruang kelas dan menemui michel dan sedikit berbincang-bincang sambil menunggu dosen, delvia belum cerita tentang masalahnya, delvia pikir akan menceritakannya setelah dirinya menemui andika dan membicarakan semuanya karna dia pikir setelah kejadian sebelumnya kedua sahabatnya itu membantunya jadi dirinya berjanji akan menceritakan apapun masalahnya karna mereka sudah membuat keputusan untuk selalu terbuka dan selalu saling membantu.
jam kullia delviapun selesai rasanya dirinya langsung ingin pergi ke tempat andika tapi lala dan michel mengajaknya ke kanti dulu delviapun mengiyakan ajakan mereka agar mereka tak terlalu curiga dan sebenarnya delvia memang lapar dan haus ditambah cuaca yang sangat terik hari itu.
''mau pesan apa'' ucap michel sambil mereka bertiga mendudukan tubuh mereka dikursi kantin kampus.
''seperti biasa saja'' ucap lala.
''ia tapi ditambah jus dingin yah biar segeran dikit'' tambah delvia dan michelpun pergi memesan makanan mereka.
delvia melihat andika sedang berjalan tak jauh dari kantin dan dikerumuni para wanita genit dan tak tau malu delviapun merasa geli melihatnya rasanya andika itu sangat aneh padahal banya wanita yang ingin menjadi kekasihnya tapi dia malah mengusik delvia.
''ngelamun apasih tu makanannya udah dateng'' seru lala sambil memetik jarinya didepan wajah delvia yang sedaritadi melamun.
''ngak kok'' ucap delvia.
merekapun telah selesai makan, michel dan lala mengajak delvia jalan- jalan ke mall tapi delvia menolak dengan alasan dirinya harus ke perpus untuk menyelesaikan tugasnya yang sempat tak dia kumpulkan waktu mengantar dion ke bandara, kedua sahabatnya sedikit kecewa tapi karena alasan delvia masuk akal jadi merekapun mengiyakan tanpa menaru curiga.
__ADS_1
''dimanasih buaya itu gak dicari muncul terus tapi kalau dicari ilang kayak hantu'' ucap delvia yang kini tengah mencari keberadaan andika dengan perasaan kesal darna sudah hampir sejam dirinya mencari lelaki itu.
''ketemu'' ucap delvia saat melihat andika yang sedang bermain gitar di taman belakang kampus dan langsung menghampiri andika.
belum sempat dirinya menghampiri andika tiba- tiba dirinya berhenti dibelakang andika dan mendengar permainan gitar andika yang sangat bagus ditambah suara andika yang bernyanyi sangat senada dengan suara gitar itu membuat delvia terpanah dan terbawah suasana lagu yang andika bawahkan yaitu lagu ''you are the reason'' dan dibawahkan andika dengan penuh perasaan.
''sedang apa kau disini'' suara andika membuat delvia tersadar dari hipnotis permainan gitar andika.
''a-ku...aku ingin berbicara denganmu'' ucap delvia dengan salah tingkah karena dipergoki andika saat dirinya memperhatikan andika.
''bicaralah'' ucap andika.
''bisaka kita mencari tempat yang lebih aman'' delvia kini sudah mulai normal kembali.
andika kini mengerti maksud pembicaraan yang ingin delvia bicarakan, andika segera mengajak delvia untuk keruangannya yang kemarin delvia datangi.
''bicaralah'' ucap andika saat sudah berada dalam ruangannya.
''wah cepet juga pemikiranmu berubah'' andika mulai mengejek delvia.
''cepat bicaralah'' ucap delvia yang tak ingin berlama-lama.
''aku ingin kau menjadi istriku tapi ini hanya pura- pura hanya kawin kontrak saja'' andika memberi jeda penjelasannya.
''teruskan dan tak usah berhenti'' ucap delvia yang mengerti akan jedahan andika, andika pikir delvia akan membantah tapi andika salah karna delvia sudah membulatkan tekadnya.
''aku memiliki kekasih tapi dia belum bisa kembali kesini dan ayahku akan menjodohkanku dengan anak temannya'' jelas andika.
''lalu kenapa tak suruh pulang saja kekasihmu itu'' ucap delvia.
__ADS_1
''tidak bisa pokonya panjang ceritanya kau dengar saja apa yang menjadi permintaanku, kau harus berpura-pura didepan orang tuaku akupun akan begitu di depan kakakmu semua kebutuhanmu akan aku penuhi dan kakakmu juga akan aku bebaskan dan perusahaan tempatnya bekerja akan aku buat lebih sukses'' ucap andika.
''jadi hanya kita yang akan tau pernikahan ini'' tanya delvia.
''kurang lebih seperti itu'' ucap andika.
''aku memilihmu karna aku yakinjika kita berpisah nanti orang tuaku tang akan terlalu mempermasalahkan itu lain cerita jika aku menikah dengan wanita pilihan orang tuaku aku pasti akan sulit berpisah dan bisa saja tak bisa berpisah'' sambung andika menjelaskan.
''tapi walaupun ini menguntungkan tapi aku juga memiliki syarat'' imbuh andika.
''katakan'' ucap delvia.
''yang pertama kau tidak boleh melarangku dan mencampuri urusanku, kedua kau tidak boleh melapor pada siapapun soal perjanjian ini, ketiga jika kita berpisa kau hanya bisa memiliki 1mobil 1 rumah dan 1triliun uang tak boleh minta lebih, sudah itu saja'' ucap andika memberi syarat.
''baiklah tapi aku juga memiliki syarat'' delvia tak mau kalah dan mengiyakan dengan syarat.
''katakan'' andika merasa tak keberatan.
'' yang pertama aku ingin kau juga tak mencampuri urusanku, yang kedua aku ingin kedua sahabatku tau dan aku bisa jamin mereka tak akan membongkar rahasiaku dan yang ketiga aku bisa pergi dengan bebas dan tanpa permisi saat kekasihmu kembali'' delvia mengikuti jumlah syarat andika.
''baiklah kau tulis syaratmu dan aku akan membuat perjanjian bermaterai, besok kemarilah untuk tanda tangan dan sekaligus akan kubawah kau bertemu orangtuaku'' tungkas andika, delviapun mengikuti perintah andika dan segera menulis syaratnya.
delvia pun selesai dengan urusannya dan langsung kembali ke kediamannya, setelah sampai dirumah delvia sadar ada yang dia lupakan yaitu tugasnya, delviapun mau tak mau harus kembali ke kampus untuk menyelesaikan tugasnya karna terakhir di kumpul besok dirinyapun segera mandi dan bersiap untuk kembali ke kampus mumpung masih sore dan waktunya pun memungkinkan.
delvia tiba di depan kampus dirinya segera menuju perpus, saat delvia melewati lapangan basket tanpa melihat sekitar dirinya hanya fokus dengan hanphonenya tiba- tiba seseorang berteriak dengan kencang.
"hey awas" teriak seorang lelaki yang belum sempat dilihat delvia.
*Bukkk*
__ADS_1
sebuah bola voli hasil smas dari pemain andalan kampus yang mendarat tepat di kepala delvia berhasil membuat delvia jatuh pingsan.