
delvia beristirat dengan tak tenang semalam rasanya ia tak bisa tertidur dan rasanya ia akan menghilang dari kampus itu, delvia memang baru kali ini mendapatkan masalah besar dengan seseorang apalagi seorang lelaki.
''sialan aku tak bisa tidur nyenyak'' delvia menggerutu dengan langkah malasnya ke dalam kampus.
''mengapa semua orang aneh hari ini'' guman delvia yang bingung dengan orang-orangf yang menatapnya dan sambil berbisik
''delvia'' teriak seseorang dari samping membuat delvia kaget dan spontan untuk menoleh.
''astaga kau meagetkanku'' gerutu delvia yang merasa dikagetkan.
''maaf aku tak sengaja'' seru michel.
''kenapa kau tiba-tiba jadi hebo seperti lala'' seru delvia kepada michel yang tadi mengagetkannya.
''ehh ia apa kau tau kenapa semua orang menatapku apakah ada yang salah dengan penampilanku'' tambah delvia yang merasa penasaran dengan semua orang hari ini.
''aduh delvia kenapa kau bisa saat santai dengan apa yang kau lakukan'' seru michel gemas.
''memangnya aku..''
*untuk mahasiswi loyaldiamon yang bernama delvia lestari harap segera ke kantor dekan*[suara pengumuman]
suara pengumuman membuat delvia tak menyelesaikan perkataannya dan langsung menjadi keheranan.
''astaga jangan-jangan masalah itu'' ucap delvia panik dan langsung menuju ruang dekan tanpa pamit.
''delvia tunggu aku'' seru michel tapi tak diperdulikan delvia.
delvia dengan cepat melangkahkan kakinya pikirannya penuh dengan pertanyaan dan rasa takut dirinya bukan takut akan masalah itu delvia hanya takut dion mengetahui masalah ini apalagi mempersulit kakaknya, delvia tiba di depan ruangan dekan.
''semoga semuanya baik-baik saja'' delvia berucap meyakinkan dirinya dan mengetuk pintu ruangan itu.
''masuk'' suara seseorang dari dalam.
''cepat juga dia'' guman andika saat melihat delvia memasuki ruangan itu.
andika adalah pria tampan rupawan anak pemilik sekolah yang tajir macho tapi sangat playboy dan angkuh, andikalah pemilik hanphone yang kemarin dibuang delvia dan orang yang sempat diteriaki delvia kemarin.
''astaga kau? apakah kau dekan'' delvia kaget setengah mati saat melihat andika duduk di kursi dekan.
''tidak mungkin dekan kampus kan seorang wanita'' guman delvia menjawab pertanyaannya sendiri.
''menurutmu?'' tanya andika.
''dimana dekan? mengapa kau mempemalukanku hingga melapor ke dekan hanphonemu kan sudah kembali'' seru delvia dengan nada datarnya karna dia masih belum sadar siapa yang dia hadapi.
''ini'' andika melempar hanphonenya di meja dekan dan mengangkat kakinya ke meja.
''lihatlah hanphoneku sudah kembali tapi rusak'' seru andika.
''bagaimana aku tidak mempermasalahkan ini? hanphoneku baru 3hari ku beli dan bagaimanapun kau harus menggantikannya.
delvia terkesigap mendengar perkataqan andika ditambah lagi dirinya bukan orang yang sekaya andika masuk kampus saja hanya keberuntungan bagaimana dia mengganti hanphone yang harganya tak sebanding dengan mobil kakaknya.
__ADS_1
'' tapi aku tidak sengaja aku hanya emosi saja karna kau menuduhku sembarangan'' ucap delvia sambil menundukan pandangannya.
''tapi kau telah merusaknya dan kau harus menggantinya'' ucap andika sambil menggoyang goyangkan kakinya diatas meja.
''berapa yang harus ku ganti'' tanya delvia pasrah.
''hanphoneku harganya 50jt jadi untuk 3hari pemakaian aku minta ganti 40jt saja'' jawab andhika santai.
''apakau gila manabisa semahal itu?'' seru delvia.
''kau bisa memeriksa harganya'' ucap andika.
''aku memberimu waktu 1minggu kembvalikan uangnya padaku'' seru andika.
''seminggu? apakau gila uang sebanyak itu.. hey dengar aku bukan orang kaya tapi aku janji akan mengembalikannya'' seru delvia sambil meminta belas kasih.
''aku tidak perduli kau harus segerah menggantinya jika tidak kau tak akan bisa menanggung konsekuensinya'' ancaman andika terdengar seperti tiada ampun.
''atau''sambung andika dengan melirik kearah delvia.
''atau apa?'' delvia dengan penasaran bertanya.
''atau kau bisa membayarnya dengan menjadi pacarku selama 3bulan'' andika melanjutkan perkataan nya.
andika tak menginginkan ganti rugi delvia dia hanya penasaran tentang delvia yang berani menentangnya karna baru kali ini ada orang yang berani melawannya bahkan meneriakinya. jadi sebenarnya masalh hanphone itu tidak berpengaruh pada seorang andika.
''aku pasti akan berusaha melunasinya dalam seminggu!!! dan ajngan harap kau dapat macam-macam padaku'' delvia tak terima dengan tawaran andika.
''ini ktpku kau pegang saja sampai aku dapat mengembalikannya dalam seminggu'' delvia meletakan ktpnya di atas meja dan segera berlalu dari ruangan itu.
delvia kembali ke ruangannya dengan perasaan kesal dan juga bingung uang sebanyak itu dari mana dirinya benar-benar bimbang.
''delvia kemana saja kamu'' tanya lala dengan begitu hebo namun rasanya delvia enggan untuk menjawab.
''apa kau baru kembali dari ruangan dekan?'' tanya michel dan dianggukan delvia.
''apa yang kau lakukan di kantor dekan?'' tanya lala bingung.
''chel apa kita memiliki dekan baru?'' tanya delvia pada michel karna dia begitu tak tau siapa yang dia temui tadi dia juga enggan menanyakan nama pria itu.
''tidak memangnya kenapa'' michel mencoba berpikir.
''tadi yang aku temui di kantor dekan adalah seorang pria'' jawab delvia.
''astaga delvia kenapa kau cangat polos dan cuek ini yang tadi ingin aku bicarakan denganmu'' ucap michel begitu penuh pertanyaan dan penjelasan.
''kau tau kau telah di beri tanda wanted oleh andika'' seru michel
''memangnya apa kau lakukan padanya'' tanya michel.
''aku? apa? memangnya siapa dia?'' delvia makin tak mengerti dengan keadaannya sekarang.
__ADS_1
''kau tau andika adalah anak pemilik sekolah pria yang pernah aku ceritakan kepadamu'' miche berucap seakan-akan masalah besar jika delvia tidak mengenal andika.
dan benar saja delvia terkesigap mendengar perkataan michel.
''astaga mati aku'' delvia merasa takut setengah mati karna dirinya yakin pria itu adalah andika dilihat dari penampilannya dan hanphone mahal yang dibuang delvia.
''memangnya apa yang kau lakukan? astaga delvia kenapa kau begitu cerobo'' ujar michel.
''aku tidak sengaja menemukan hanphonenya dan dia menuduhku yang tidak-tidak aku emosi lalu langsung meneriakinya dan embuang hanphonenya hingga rusak'' ujar delvia dengan tatapan kosong seakan-akan ia tak ingin semua ini terjadi andai dia biasa mengembalikan waktu.
''astaga delvia'' ucap michel dengan nada tak percaya dengan apa yang delvia katakan.
''aku ingin pulang saja aku tak ingin memikirkannya'' delvia beranjak pulang karna kebetulan dosen hari ini tidak masuk.
''delvia tunggu kita berdua akan mengantarmu kita pulang bersama'' michel dan lala ikut pulang.
mereka bertiga pulang menggunakan mobil michel.
''kau yang tenang ya del'' ucap michel yang mengetahui kekuatiran delvia.
''aku hanya takut menimbulkan masalah untuk kakakku'' belvia berucap sambil melihat keluar jendela mobil.
''tenang saja aku tau kamu pasti bisa'' michel mensuport delvia.
michel terlebih dulu mengantar delvia pulang, delvia masuk kerumahnya dengan perasaan gelisa dia tak henti-hentinya berpikir bagaimana jika kakaknya mengetahuinya apalagi masuk dalam masalahnya ia tak ingin kakaknya kesulitan delvia kini benar-benar ada di poaiai yang sulit.
__ADS_1