
"kau cantik" ujar andika sembari memperhatikan tubuh delvia.
delvia ingin memberontak tapi andika segera memberikan kode mata untuk tetap mengikuti permainannya setelah dirasa delvia sudah mengerti andika melepaskan tangannya yang membungkam mulut delvia.
*tok...tok...tok* suara ketukan pintu membuat delvia lebih mengerti maksud dari kode keras andika.
"astaga siapa yang beraninya mengganggu" andika berpura- pura kesal.
memang kamar andika kedap suara dari dalam tapi dirinya sengaja pura- pura memuji dan kesal supaya dapat terlihat seperti ekspresi alami dan tidak di buat- buat.
"maaf sayang mama mengganggu" ujar mama elie saat andika membukakan pintu andika tak lupa untuk melingkarkan handuk yang ia rampas dari delvia di tubuhnya.
"mama hanya mau mengantar susu agar kalian tidurnya nyenyak" ucap mama elie sambil memberikan nampan yang berisi 2gelas susu.
"baiklah kalau begitj mama pergi yah selamat istirahat" ujar mama elie setelah andika menerima susu yang dia bawah.
"astaga kelihatannya anakku sangat kesal saat aku datang... seharusnya tadi aku tak mengganggu tapi tak apa- apa biar mereka lebih vit saat bermalam pertama" ujar mama elie yang berbicara sendiri sambil menuju kamarnya dan meletakan headset di telinganya sembali melihat ke layar hanphone untuk menyalakan sesuatu.
sedangkan di dalam kamar andika baru saja kembali ke tepi tempat tidur dan meletakan gelas susunya beserta nampannya di atas meja kecil itu.
"wah apakah ini susu untukku" ujar delvia sambil menggerakan tangannya meraih gelas susu itu.
"hmmmm" delvia tak dapat bersuara saat andika kembali membungkam mulutnya dan menyeretnya kedalam kamar mandi.
"mau apa kau" jawab delvia dengan tegas namun sebenarnya dia sangat gugup dan takut.
"shuttt" andika memberi isyarat diam kepada delvia.
"pelankan suaramu" tegur andika.
"kenapa memangnya aku hanya ingin minum susu" tanya delvia dengan suara kecil.
"kau tau itu susu dari mama" tanya andika kembali.
"iya aku tau mama membuatnya lalu jika tidak diminum kan tidak enak sama mama" ujar delvia polos.
__ADS_1
"tadi masalah pakaian kau cepat sekali menebak kalau itu ulah mama lalu kenapa sekarang kau menjadi sangat bodoh" ujar andika yang bingung dengan pemikiran delvia.
"ayolah katakan saja maksud percakapanmu" pintah delvia yang semakin bingung.
"coba kau pikir mama bisa membuang semua baju kita itu berarti dia tak percaya dengan pernikahan kita dan sekarang dia membawah minuman pasti minuman itu ada apa- apanya" jelas andika.
"benar juga berkataanmu" delvia membenarkan pemikiran andika.
"yasudah kita buang saja dan berpura- pura meminumnya" usul delvia.
"ia tapi kita juga harus berpura- pura melakukannya" ujar andika.
"kenapa bukannya kamarmu kedap suara" tanya delvia heran.
"iya tapi tak mungkin jika mama tidak memantau kita,,, aku melihat mic perekam di bawah nampan karena aku sempat menyentuhnya mungkin saja mama ingin memantau kita dari jauh" jelas andika.
"jadi kita akan melakukannya dan di dengar juga di pantau mamamu apa kau tidak malu" tanya delvia yang malu jika harus melakukannya walaupun hanya pura- pura jika di dengar orang lain.
"tenang saja aku tau sifat mama pasti dia hanya akan mendengar di awal saja" ujar andika dengan yakin.
"apa kau yakin?" tanya delvia lagi lagi tak percaya.
"baiklah ayo berpura- pura" delvia mengalah.
andika dan delvia mempersiapkan mental masing- masing tetutama andika dia mempersiapkan dengan sangat matang mentalnya agar nantinya tak tergoda dengan delvia dan melakukan hal lebih.
sedangkan di sisi lain mama elie sudah sangat gelisa kenapa tak ada suara sama sekali kemana kedua orang di kamar itu.
"sayang cepatlah" ujar andika seakan- akan sedang menunggu delvia.
"oh delvia sedang mandi... hahaha.. anaku tidak sabaran" ucap mama elie lega yang mengirah delvia sedang mandi makanya tadi tak ada suara sama sekali.
"pasti mama mengira delvia sedang mandi makannya tadi tak ada suaranya..." tebakan andika sangat tepat untung saja tadi mama elie tak masuk ke dalam kamar dan tak melihat delvia sudah selesai mandi.
"sebentar sayang... bisakah kau ambil baju dalamku" teriak delvia dari pintu kamar mandi dan sengaja mengeraskan suaranya agar mama elie dapat mendengarnya.
__ADS_1
"wah mereka sangat terbuka" ujar mama elie yang sangat senang dengan apa yang di dengarnya.
"ma? apa yang mama lakukan" tanya papa yohan tiba- tiba.
"ngak pa mama cuma lagi dengar komedi lucu" mama elie bohong.
"oh yasudah" ujar papa yohan sambil menuju ranjang tidurnya dan merebahkan tubuhnya.
mama elie kembali melanjutkan keingintahuannya andika dan delviapun terus berpura- pura berbicara mersa sampai- sampai delvia mendesah dengan sengaja dan membuat mama elie malu sendiri dan segera mematikan hanphonenya dan bergegas untuk beristirahat.
"yang penting apa yang aku pikirkan tak benar" guman mama elie yang merasa senang jika anaknya benar- benar serius dengan delvia tak seperti pemikirannya.
sejak mama elie tak lagi mendengarkan permainan andika dan delvia, mereka masih berakting kira- kira 15menit lamanya karena takut jika berhenti mama elie masih setia mendengarnya.
"apa sudah aman" tanya delvia menghadap ke arah nampan.
"iya" jawab andika yang masi berada di samping delvia dan menatap lekat wanita di sampingnya itu.
*cup*
andika berhasil mendaratkan ciumannya di bibir delvia membuat wanita itu kaget setengah mati tapi bukan delvia saja yang terkejut andikapun sama terkejutnya.
"astaga apa yang ku lakukan" guman andika yang masi menatap delvia.
"kau sedang apa" teriak delvia tak terima.
"sudalah buang susunya agar mama mengirah kita meminumnya.... tadi aku hanya terpeleset kau tidak lihat kita berhadapan dan tanganku di pinggir kasur" ujar andika seakan- akan santai dan tanpa rasa bersalah sambil mencari pembelaan.
"alasan saja" ujar delvia yang masih kesal.
"sudalah jangan belaga suci pasti kau sudah biasakan melakukannya bersama pacarmu... seperti baru pertama kali saja" ujar andika membela diri.
"jangan asal bicara memangnya jika ini ciuman pertamaku aku harus dikatai belaga suci???" ujar delvia yang terbawa emosi dan segera menutup dirinya dengan selimut.
"apa ciuman pertama" guman andika sedikit terkejut mendengarnya tapi berusaha tenang di luar pemikiran.
__ADS_1
"yasudalah ini kan kecelakaan aku minta maaf sekarang ayo buang susunya" bujuk andika sambil menarik selimut yang menutupi delvia.
"dia menangis" andika merasa sedikit bersalah di hatinya saat melihat delvia tenyata menangis di balik selimut itu.