
Hari terakhir ujian Nasional menjadi hari spesial Alia dan MARA untuk melakukan bulan madu pertama mereka yang sudah dirancang jauh-jauh hari oleh pasangan ini.
Pagi itu Alia belajar membawa mobil sendiri karena ia sudah mahir menyetir, sementara MARA sedang mempersiapkan kejutan untuk sang istri saat selesai ujian nanti.
Walaupun begitu, Alia tidak dilepas begitu saja oleh MARA. Suaminya tetap meminta Yoris untuk mengawasi Alia saat membawa mobil.
Sialnya pagi itu, Alia dan Nadin tiba bersamaan ditempat parkir. Kedua wanita ini sama-sama membawa mobil mereka sendiri.
Dan Nadin yang belum mengetahui siapa pemilik mobil itu berdecak kagum melihat sopir mobil mewah itu, akan berada dilahan parkir yang tidak jauh di tempat ia parkir.
"Wow ...itukan mobil impian gue. Masa sih disekolah ini ada yang bawa mobil semewah dan sebagus itu?" Batin Nadin yang sudah parkir mobilnya tepat di belakang mobil milik Alia.
"Apakah dia seorang putra konglomerat yang saat ini sedang bertamu disekolah ini?"
Lirih Nadin lalu buru-buru turun dengan memasang gesture tubuh yang menggoda untuk menarik perhatian si pemilik mobil mewah tersebut.
Di saat bersamaan kedua gadis ini turun dari mobil bersamaan dan sama-sama menutup pintu mobil mereka. Wajah Nadin yang tadi memasang wajah dengan senyum yang menawan berubah meredup dengan bibir terkatup berganti syok.
"Alia....!" Lirihnya mematung di tempatnya berdiri, merasa tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini.
"Kau benar-benar Cinderella yang berubah dalam semalam. Mungkin kemarin-kemarin aku bisa menahan diri dengan penampilanmu, namun tidak kali ini Alia." Batin Nadin yang panas dingin sendiri melihat Alia yang dari seekor ulat kepompong kini berubah menjadi kupu-kupu cantik lagi menawan.
Alia berjalan lebih dulu meninggalkan tempat parkir dan mengabaikan keberadaan Nadin yang menatapnya dengan tatapan penuh kedengkian.
Ingin rasanya Nadin menghancurkan mobil Alia tapi dia tidak mau berurusan dengan MARA yang nota bene seorang mafia yang terkenal bengis.
Rupanya yang di tampan dengan hati yang tulus seperti Damara masih memiliki perangai iblis nya yang masih tertanam di jiwa Damara yang tidak akan pernah toleransi sedikitpun pada siapa saja yang menganggu bisnisnya apalagi orang terdekatnya.
__ADS_1
Nadin mulai menyusun rencana licik bagaimana caranya untuk melenyapkan Alia atau setidaknya membuat Damara membenci gadis ini.
"Silahkan saja Alia kamu menikmati peranmu sebagai kekasih Damara, tapi aku jamin kebahagiaanmu tidak akan berlangsung lama, sayang." Batin Nadin lalu buru-buru ke kelasnya untuk mengikuti ujian Nasional yang berlangsung terakhir hari ini.
Yoris yang melihat gelagat mencurigakan Nadin, mengambil foto gadis itu untuk mengetahui identitas Nadin demi kepentingan informasi yang akan ia berikan kepada bos-nya Damara.
Nadin sudah berencana untuk mengadu tentang Alia kepada kepala sekolah setelah mengambil foto mobil yang di miliki Alia saat ini. Coba Nadin juga melihat istana yang di miliki oleh Alia, seperti apa nantinya perasaan gadis itu.
Ujian terakhir hari ini adalah pelajaran matematika. Pelajaran yang cukup menguras energi dan pikiran yang bisa menyebabkan asam lambung naik.
Namun itu tidak berlaku bagi Alia yang tergolong si otak jenius.
Istri dari Damara ini mampu menyelesaikannya dalam waktu tiga puluh menit. Ia mengemas laptop miliknya setelah mengirim hasil jawabannya.
Lidia dan Vania yang biasanya bisa menyusul Alia, tapi kedua gadis ini cukup sulit melakukannya hingga membuat mereka ingin menangis. Jika Lidia dan Vania saja yang tergolong pintar tidak mampu menyelesaikannya, apa lagi sekelas Nadin dan Daffa yang sedari tadi hanya mendengus kesal sambil mengacak-acak rambut mereka.
Hari itu memang siswa kelas 12 ini memang tidak diijinkan langsung pulang usai ujian karena harus berkumpul di aula guna mendengarkan beberapa pengumuman yang akan disampaikan oleh kepala sekolah.
"Saya sudah menyampaikan beberapa pengumuman penting untuk kalian termasuk hari perpisahan yang akan di adakan sekitar dua Minggu lagi.
Tapi untuk satu orang siswa yang harus menerima hukumannya karena telah melanggar peraturan sekolah ini. Ijasahnya akan ditahan dan ia tidak akan mengikuti acara perpisahan yang akan berlangsung di Denpasar Bali nanti." Ucap kepala sekolah sambil menyeringai menatap wajah cantik Alia yang saat ini serius dengan ponselnya.
"Kamu Alia yang tidak akan menerima ijasahmu dan tidak mengikuti acara perpisahan sekolah karena kamu telah ....-"
"Hentikan omong kosong anda bapak kepala sekolah yang terhormat!"
Ucap Damara dengan suara lantang membuat siswa mengalihkan perhatiannya pada pengusaha hebat itu.
__ADS_1
Kepala sekolah yang sangat mengenal siapa Damara tapi tidak tahu kalau Alia memiliki hubungan istimewa dengan si tampan ini. Alia juga tersentak melihat lelaki yang di cintai nya ini sudah berdiri di hadapan kepala sekolah.
"Ya Allah, mau apa suamiku ke sini?" Gugup Alia dengan keringat yang sudah membanjiri tubuhnya.
Tangan wanita ini terasa sangat dingin dengan wajah yang tertunduk tanpa kata yang terucap. Nadin yang melihat itu bingung dengan apa yang akan dilakukan MARA. Mereka melihat MARA sedang menyerahkan dua buku nikah milik dia dan Alia kepada kepala sekolah yang menyatakan bahwa mereka sudah sah menjadi suami istri sejak tiga bulan yang lalu dan sampai saat ini Alia masih terjaga kesuciannya.
Kepala sekolah terlihat syok dan malu sendiri karena niatnya yang mempermalukan Alia atas desakan Nadin dan Daffa yang merupakan putra putri pejabat.
"Apakah anda masih ingin mempermalukan istriku Alia, pak kepala sekolah?" Tanya Damara dengan wajah datarnya.
"Ma... maafkan saya tu... tuan!" Ucap kepala sekolah terbata-bata.
"Aku sudah mentransfer uang untukmu kepala sekolah. Mungkin tidak banyak tapi bisa menjamin masa pensiun mu saat anda di serang penyakit karena usia tua rentan dengan penyakit yang cukup mematikan.
Dengan uang itu anda tidak perlu lagi mencari tambang emas baru untuk memperkaya diri demi menyenangkan para putra putri pejabat yang memanfaatkan kekuasaan anda sebagai kepala sekolah.
Jika sudah pensiun kau bukan siapa-siapa lagi bagi mereka karena jabatanmu tidak bisa bertahan karena usia yang memaksamu untuk segera pensiun.
Saya rasa satu triliun cukup bukan untuk menyenangkan mu karena pejabat lain hanya memberimu puluhan juta itupun pasti hasil korupsi." Ucap Damara sambil menepuk bahu kepala sekolah dengan lembut.
"Te... terimakasih Tuan..!" Ucap kepala sekolah dengan sekujur tubuh gemetar.
Damara dengan entengnya mengambil mikrofon yang di pegang oleh kepala sekolah lalu bicara di depan siswa kelas 12 itu dan mengumumkan pernikahan mereka.
"Saya sangat tersanjung dan juga terkesan untuk beberapa teman-teman dari Alia yang menjadikan istri saya ini sebagai selebriti dadakan. Saya dan Alia sudah menikah tiga bulan yang lalu dan hari ini saya mengundang kepala sekolah, guru, para staff sekolah serta kalian semuanya untuk menghadiri resepsi pernikahan saya yang akan di adakan besok malam di hotel milik saya yang ada di pusat kota.
Undangan akan di kirimkan melalui email anda sekalian. Terimakasih sebelumnya atas perhatian kalian semua. Alia istriku, ayo kita pulang sayang." Ucap MARA lalu menghampiri istrinya yang menatapnya tanpa berkedip.
__ADS_1
"Apaaaa....??? Mereka sudah menikah dan mereka akan menggelar resepsi pernikahan besok malam..?" Nadin langsung pingsan ditempatnya berdiri dan membuat teman lainnya ikut repot mengurus gadis itu.
Sementara MARA menautkan tangannya pada tangan istrinya menuju mobil Alia sambil terkekeh.