GADIS PENOLONG Sang Mafia

GADIS PENOLONG Sang Mafia
22. Kemesraan


__ADS_3

Seakan ingin menebus kesalahannya pada sang istri, MARA menggantikan dua pekan yang hilang itu dengan menemani Alia di istana itu. Alia tidak bisa diam saja di rumah seperti nyonya kaya pada umumnya. Ia lebih senang menghabiskan waktunya dengan membuat apa saja makanan kesukaannya entah itu masakan atau membuat kue cemilan.


Di saat istrinya sedang memasak MARA melakukan pertemuan secara virtual dengan staffnya di meja dapur. Sesekali ia melirik istrinya yang sedang menghias kue yang terlihat sangat cantik dan keren.


"Apakah nanti aku akan memiliki anak cewek?" Batin MARA yang melihat istrinya lebih rajin membuat masakan.


Alia mengambil gambar tiga kue yang di hiasnya lalu memotong salah satu kue itu untuk ia dan suaminya. MARA terlihat serius seakan sedang menahan amarahnya pada anggota rapat pemegang saham yang sedang mencari masalah dengannya.


Karena mengenakan handset, jadi Alia tidak mendengarkan meeting itu. Alia yang tidak ingin menganggu suaminya, segera meninggalkan suaminya sendirian dan ia berjalan menuju kamarnya. Di saat Alia menghilang, barulah MARA menunjukkan taringnya dan mengamuk pada peserta rapat.


"Apakah kalian sudah bosan hidup, hah? Kalau merasa sudah cukup mampu berdiri sendiri, aku akan menarik semua saham ku dari perusahaan kalian!" Ancam MARA membuat mereka kalang kabut sendiri.


Suasana mulai tegang, satu sama lain mulai menyalahkan partner mereka yang mengajak untuk melayangkan protes pada MARA yang terlihat lamban mengurus perusahaan karena tidak lagi seketat dulu.


Sejak menikahi Alia, MARA terlihat cuek dengan laporan keuangan. Biasanya ia sangat ketat dan selalu teliti setiap uang yang keluar maupun yang masuk ke perusahaan. Proyek yang diajukan oleh perusahaan lain untuk bekerjasama dengannya selalu diseleksi terlebih dahulu sebelum ia ambil.


Kini MARA lebih mementingkan urusan pribadinya ketimbang perusahaan. Akibatnya perusahaannya mulai goyah ditambah MARA tidak pernah lagi ke perusahaan selama berkunjung ke Belgia hingga hari ini, yang memasuki Minggu ke tiga.


Tuan Rizal yang dari dulu ingin mengusai perusahaan MARA, sengaja menciptakan api permusuhan diantara para anggota pemegang saham. Apa lagi proyek raksasa yang sedang ditangani perusahaan MARA menjadi incaran perusahaan lain karena nilai keuntungannya begitu menggiurkan.


"Bili segera urus orang-orang yang membangkang dalam rapat ini dan coret nama mereka dalam kerjasama dengan perusahaan kita." Ucap MARA tanpa memberikan alasan yang jelas.


Bili tidak ingin bertanya alasannya, pria robot ini hanya sebagai tim pelaksana. Asal diperintahkan oleh MARA, ia tinggal membabat habis manusia-manusia culas yang memanfaatkan kelengahan MARA.


"Siap King...!" Ucap Bili.

__ADS_1


MARA menutup laptopnya dan segera menemui Alia yang sedang menikmati Drakor yang saat ini membuatnya menangis. Melihat Alia sedang menyeka air matanya dengan tisu, MARA mulai gusar.


"Lebih baik kamu menyimpan air mata berharga mu itu untukku. Aku ingin kamu menangis untukku saat kamu merindukanku dan saat melahirkan bayiku. Kenapa harus menangisi mereka yang tidak memberikanmu manfaat apapun." Ucap MARA mematikan televisinya.


"Ya Allah MARA...! Orang lagi seru-serunya kenapa di matikan?" Gerutu Alia sambil mencari remote ditangan suaminya.


"Nanti saja kamu bisa menonton lagi sayang. Saat ini, sebaiknya kita bercinta. Rinduku datang lagi sayang, mau ya?" Rayu MARA sambil memeluk pinggang istrinya.


"Lagi tanggung MARA. Sedikit lagi filmnya akan berakhir." Ucap Alia gregetan dengan sikap MARA.


"Aku juga tidak bisa menjinakkan adikku. Ini sudah dalam tegangan tinggi. Harus diturunkan tegangannya kalau tidak, bisa terjadi korslet." Ucap MARA membawa tangan istrinya untuk memegang benda perkasanya.


"Iya sayang...! Itu filmnya paling lima menit lagi akan berakhir." Ucap Alia dengan wajah sendu.


MARA juga tidak tega pada istrinya yang sedang hamil saat ini yang akan mempengaruhi si janin. Ia akhirnya mengalah dan memberikan remote pada Alia.


Alia berbaring di sebelah MARA lalu menyusupkan tangannya ke dalam celana panjang MARA, membuat MARA mengulas senyumnya tanpa membalikkan tubuhnya.


Ia membiarkan Alia membelai lembut miliknya dibawah sana yang membuat ia mulai mendesis.


"Baby...! Bukankah tadi kamu ingin menonton sayang?"


"Drakor tidak membawaku ke surga. Sementara ini akan mengantar kan aku ke surga nantinya. Aku tidak mau kehilangan ridho suamiku." Ucap Alia lalu membalikkan badan MARA untuk telentang.


Benda perkasa itu sudah mulai mengeras membawa Alia untuk segera memanjakannya dengan mulutnya. Saat sudah berada dalam rongga mulutnya Alia, MARA tidak tahan lagi dengan sensasi hisapan Alia yang membuatnya seketika melayang.

__ADS_1


"Kau penuh kejutan sayang. Ini sangat menyenangkan." Ucap MARA sambil membelai lembut surei panjang sang istri.


Sesaat kemudian, pergulatan panas di kamar itu dengan suara erangan kembali mendayu. Peluh sudah membanjiri tubuh keduanya, namun hentakan itu tidak juga reda, seakan keduanya memiliki tenaga ekstra untuk menyalurkan hasrat birahinya masing-masing.


Apa lagi ditambah dengan erangan manja sang istri membuat MARA makin betah berlama-lama di bawah sana memendam miliknya yang tertanam di belahan tubuh sang istri.


Senyum merekah diantara keduanya yang kembali mengecap manisnya bibir dan lidah mereka saat saling berbagi saliva.


MARA menumpahkan semua cinta untuk sang istri bersama benihnya yang sudah tersalurkan dengan baik pada tempat yang paling suci. Harapannya agar kandungan Alia tetap kuat dan janinnya tumbuh sehat tanpa kekurangan suatu apapun.


Alia terlihat lelah dan tidak sadar ia langsung tertidur pulas membuat MARA membiarkan sang istri tidur dalam keadaan polos.


MARA menyelimuti tubuh istrinya. Iapun berbisik pada istrinya." Aku rela kehilangan apapun di dunia ini asal bukan dirimu. Tetaplah menjadi wanita tangguh. Jika suatu saat nanti, aku tidak bisa lagi menemanimu di dunia ini, aku yakin kamu bisa menjaga dirimu dan anak-anak kita." Ucap MARA.


MARA segera ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Ia meminta pelayan untuk mengantarkan makan malam mereka karena mereka belum sempat makan malam.


MARA yang terlalu lapar usai bercinta menikmati makan malamnya sendirian. Ia akan makan lagi nanti setelah Alia bangun." Kenapa Alia yang hamil aku yang mudah lapar." Ucap MARA yang tidak bosan dengan masakan istrinya.


Ia tidak mau makan masakan pelayan sejak menikah dengan Alia. Bahkan saat makan siang, ia lebih memilih pulang ke rumah untuk makan siang bersama istrinya daripada makan di restoran kecuali ada meeting penting dan itupun ia memilih makan siang di restoran mertuanya.


Alia mulai mengerjapkan matanya mendengar dentingan sendok di piring MARA." Sayang kamu belum makan, ayo kita makan bersama!" Ajak MARA.


"Aku masih ngantuk sayang." Ucap Alia tidak ingin membuka matanya.


"Aku suapin ya!" MARA menyodorkan sendok berisi nasi ke mulut Alia yang menerima suapan suaminya dengan mata tertutup.

__ADS_1


Hanya setengah saja Alia makan dan MARA memberikannya minum pada istrinya. MARA menghabiskan sisa makanan istrinya.


__ADS_2