GADIS PENOLONG Sang Mafia

GADIS PENOLONG Sang Mafia
8. Kejutan Untuk Alia


__ADS_3

Alia masih tidak mengerti apa yang ingin disampaikan MARA dengan memintanya menatap mata elang itu. MARA akhirnya mengakui bagaimana cara ia menemukan cinta sejatinya dengan menyamar sebagai pengemis.


"Akulah pengemis yang kamu berikan roti, air dan jaket itu, sayang. Aku sengaja menyamar mencari gadis muda yang masih lajang dengan ketulusan hati untuk menolong orang lain dengan kemampuannya."


Ucap MARA membuat Alia membekap mulutnya dengan melebarkan pupil matanya. Ia seakan tidak percaya, jika itu adalah MARA.


"Tapi, aku memang berbuat baik kepada semua orang dan tidak terkecuali kamu. Mungkin banyak orang berada yang tidak segan untuk memberikan rejeki mereka pada orang yang membutuhkan apa lagi pengemis, MARA." Ucap Alia.


"Aku tahu sayang, justru aku melihat semua orang dengan berbagai karakter dan strata sosial yang berbeda saat melakukan suatu kebaikan dengan amal mereka. Tapi kamu unik, kamu memberikan rotimu dan mengakui kekuranganmu yang tidak punya uang sepeserpun pada padaku. Kamu rela menanggalkan jaket milikmu hanya ingin melihatku tidak kedinginan malam itu.


Dan itulah yang membuat aku jatuh cinta padamu terutama kecantikan hatimu lalu kecantikan wajahmu. Kamu memenuhi kriteria wanita yang ingin aku jadikan istriku." Ucap MARA dengan mata berkaca-kaca.


"Sayang...! Satu hal yang tertanam dalam hati dan jiwaku saat aku mulai mengenal kehidupan, di mana ayahku menasehati ku bahwa KEMENANGAN KOSONG TANPA KERENDAHAN HATI, RASA HORMAT DAN AMAL BAGAIKAN JASAD TANPA JIWA." Ucap Alia mengutip nasihat bijak ayahnya.


"Aku berterimakasih pada ibumu yang telah melahirkan kamu untukku dan pada ayahmu yang telah membentuk kepribadianmu menjadi sosok gadis yang berhati mulia." Ucap MARA lalu mengecup punggung tangan Alia.


Keduanya kembali lagi melanjutkan perjalanan. Kali ini, MARA mengajak Alia makan siang di restoran Padang.


"Alia, aku ingin mengajak kamu dan keluargamu weekend ke villa pantai." Ucap MARA sambil mengunyah makanannya.


"Daerah mana, MARA?"


"Anyer. Tapi terserah, mau di villa puncak atau di villa pantai?" Tanya MARA.


"Terserah kamu saja, sayang. Kedua-duanya sangat menarik bagiku." Ucap Alia.


"Kalau begitu villa pantai saja. Pemandangannya lebih asyik. Aku sangat rindu dengan suara ombak. Lagian di sana kita bisa makan seafood sepuasnya. Aku rasa pasti keluargamu juga senang." Ucap MARA.


"Kami bahkan tidak pernah tamasya keluarga seumur hidup kami. Baru kali ini kamu mengajak kami tamasya dan menginap di villa pribadi, itu sebuah petualangan yang sangat mengasyikkan. Aku tidak sabar untuk pergi ke sana, MARA." Ucap Alia.


MARA tersenyum bahagia melihat ekspresi wajah Alia yang begitu menggemaskan. Setiap kesenangan yang didapatkan gadis itu selalu saja mengucapkan syukur pada Tuhannya terlebih dahulu baru berterimakasih kepadanya.


Usai makan siang, rupanya MARA juga memesan lauk yang banyak untuk keluarga kekasihnya itu. Alia tidak heran lagi dengan kelakuan kekasihnya. Ia membiarkan MARA melakukan apa saja untuk menyenangkan keluarganya.


"Mengapa kamu sangat royal kepada keluargaku MARA, kenapa tidak cukup aku saja yang kamu senangi?"

__ADS_1


"Kalau mau menikahimu, aku harus menikahi seluruh keluargamu, sayang. Aku ingin membahagiakan keluargamu karena itu juga bagian cintaku yang sangat besar untukmu. Kalian sudah satu paket yang harus dicintai oleh aku, sayang." Ucap MARA.


"Aku tidak tahu lagi mau mengucapkan rasa syukur ku yang begitu besar kepada Allah dengan cara apa lagi, karena Allah telah membayarkan semua buah kesabaran kami selama ini melalui kamu, MARA." Ucap Alia.


"Aku juga bersyukur kepada Allah, karena Allah sudah menciptakan skenario yang indah untuk kita berdua bisa bertemu malam itu." Ucap MARA.


Keduanya pulang dengan membawa makanan untuk keluarganya Alia.


...----------------...


MARA membawa mobil yang cukup besar untuk membawa keluarganya Alia berlibur di villa milik pribadinya di Anyer.


Yang membawa mobil itu adalah Asistennya Bili. Mobil Limosin itu bergerak lincah melewati jalan tol. Dari kejauhan mereka sudah melihat bentangan pantai di laut yang sudah menampakkan hempasan ombaknya.


Dewa dan Dewi merekam dengan ponsel mereka sambil mendengarkan lagu kesukaan mereka masing-masing.


"Nanti saja kalau mau foto-foto di villa Abang saja Dewa-Dewi," ucap pak Hadi.


"Tidak apa, ayah. Biarkan saja mereka melakukannya karena mereka baru merasakan kenikmatan ini seumur hidup mereka." Timpal bunda Yuyun.


Tidak berapa lama, mobil itu sudah masuk ke gerbang villa. Si kembar sudah tidak sabar lagi ingin secepatnya turun untuk melihat villa yang langsung menghadap ke arah pantai.


Alia melihat wajah MARA yang sedang menautkan tangan mereka menuju villa.


"Apakah akan ada acara, MARA?"


"Iya sayang. Hari ini kita akan menikah." Ucap MARA membuat Alia tersentak.


Degggg....


"Apa ..? Menikah...? Aku saja belum lulus SMA, bagaimana aku bisa menjadi seorang istri untukmu, MARA? Apakah kedua orangtuaku juga sudah tahu rencana mu ini, MARA?" Tanya Alia cemas.


"Ini pernikahan secara rahasia kita sayang dan aku tidak mau teman sekolahmu tahu. Aku sudah melamarmu pada ayahmu, sayang. Yang penting saat kita bertemu kita sudah halal. Lagi pula aku tidak mau liburan ke sini tidur sendirian. Nggak asyik." Timpal MARA.


"Tapi ayah tidak pernah menceritakan apapun padaku, MARA."

__ADS_1


"Karena ini kejutan untukmu, sayang. Aku yang meminta mereka untuk merahasiakannya darimu." Ucap MARA.


"Tapi bagaimana kalau aku tiba-tiba hamil sebelum aku lulus?" Alia terlihat gelisah.


"Bukankah tiga bulan lagi sekolahmu akan berakhir, sayang?" Tanya Mara.


"Iya."


"Selama tiga bulan itu, kita tidak usah berhubungan suami istri dulu." Ucap MARA."


"Yakinnn ..! Nggak akan tergoda padaku, sayang?" Ledek Alia.


"Kalau sudah dalam keadaan darurat, sayang." Goda MARA.


"Huuuu....! Sama saja bohong."


"Nanti aku keluarin di luar biar calon baby jangan menetap dulu di rahimmu." Ucap MARA.


"Janji ya sayang."


"Hmm!"


Acara pernikahan itu tidak dihadiri oleh keluarga MARA karena MARA hanya ingin menghalalkan Alia terlebih dahulu. Acara ijab qobul itu akan berlangsung usai sholat isya.


Alia menerima perawatan tubuh secara mendadak bersama ibu dan adiknya Dewi yang juga di manjakan oleh perawat klinik kecantikan yang disewa oleh MARA.


Sementara MARA, pak Hadi dan adiknya Dewa hanya melakukan massage dari perawat laki-laki dan merapikan rambut mereka.


Di saat malam tiba. Semua yang dibutuhkan dalam rukun nikah sudah disiapkan oleh MARA. Sebagai mahar untuk Alia, sebuah mansion mewah beserta isinya dan itu sudah menyangkut mobil dan perhiasan mahal untuk Alia di dalam rumah itu di kawasan Jakarta Selatan.


Lagi-lagi, Alia tidak tahu lagi mau mengucapkan apa. Ayah ibunya merasakan kebahagiaan untuk putrinya karena telah mendapatkan menantu terbaik yang pernah mereka tidak pernah membayangkan putri mereka semujur ini.


Alia sudah mengenakan kebaya mewah dengan rancangan yang begitu indah pilihan MARA.


Begitu pula untuk keluarga istrinya itu.

__ADS_1


Acara ijab qobul berlangsung khidmat saat MARA mengucapkan terima nikahnya MARSYALIA AYUNDA BINTI HADIKUSUMO yang dinikahkan langsung oleh ayahanda tercinta.


Alia menitikkan air mata haru saat ayahnya menyerahkan kewajibanya pada suaminya Damara Aji Prasetyo.


__ADS_2