GADIS PENOLONG Sang Mafia

GADIS PENOLONG Sang Mafia
39. Kehadiran Kembar


__ADS_3

Wajah MARA nampak sumringah saat melihat ekspresi wajah pramugari Wulan yang bisa membuatnya mengerti jika ia akan di karuniai lagi momongan.


"Anda sudah mengerti maksud aku Tuan MARA?"


"Mengerti sekali pramugari Wulan. Katakan kepada kopilot kita akan transit ke negara terdekat karena aku ingin memeriksakan kehamilan istriku." Pinta MARA.


"Baik Tuan."


"Tunggu pramugari Wulan...!"


"Ada apa, Tuan?"


"Aku akan memberikan bonus dua kali lipat untuk awak pesawat ini."


"Hahhh ...? Benarkah? Terimakasih tuan MARA. Semoga anak-anakmu menjadi anak yang cerdas dan sholeh-sholehah." Ucap pramugari Wulan segera memberitahukan koleganya yang ada di pesawat itu dengan hati girang.


Itulah MARA. Dari dulu jika mendapatkan kabar bahagia ataupun duka, ia selalu saja berbagi. Jika sedang bahagia, berbagi adalah bentuk syukurnya pada Allah dan jika berduka berbagi adalah memohon pengampunan dosanya agar Allah segera melimpahkan rahmat-Nya dari dosa menjadi pahala.


Di tambah lagi dukungan istri yang Sholehah seperti Alia yang doyan berbagi dalam suka dan duka. Hidup MARA benar-benar terasa sempurna di kelilingi oleh orang-orang yang akan mengantarnya ke pintu surga.


Tiba di negara terdekat, MARA segera membawa Alia ke rumah sakit sambil menggendong baby Aulia yang merasa bingung kenapa mereka harus ke rumah sakit di negara orang lain.


Setibanya di rumah sakit, Alia dinyatakan hamil kembar tiga oleh dokter, membuat MARA langsung sujud syukur. " Selamat tuan, nyonya...! Saat ini istri anda sedang hamil dua bulan dan di karuniai kembar tiga." Ucap dokter itu sambil memperlihatkan titik tiga di tiga kantung berbeda dalam rahim Alia.


"Apakah aku akan punya adik Daddy?" Tanya Aulia dengan pemahamannya yang terbatas.


"Iya sayang. Kamu akan mempunyai tiga adik sekaligus." Ucap MARA sambil mengecup kening putranya.


Alia tersenyum melihat suami dan putranya yang paling girang mendengar dirinya saat ini sedang hamil.


"Apakah ada pantangan dokter untuk Istriku?"


"Tidak ada. Cukup istirahatnya saja yang perlu diperhatikan. " Tutur dokter.


"Terimakasih dokter kalau begitu, apakah kami bisa meneruskan perjalanan kami kembali ke tanah air?"


"Silahkan Tuan! Kandungan istri anda sangat kuat walaupun di kehamilannya yang masih muda. Istri anda terlihat sehat dan kuat." Ucap dokter itu.


Keluarga kecil itu segera kembali ke Bandara untuk melanjutkan perjalanan mereka." Apakah kamu tidak bisa bersabar sedikit saja untuk tiba di tanah air untuk melakukan pemeriksaan kehamilan aku, sayang?"


"Aku orang paling tidak sabar menunggu sesuatu yang belum pasti. Dan kamu pasti sudah tahu itukan, Baby!"


"Sekarang sudah puaskan setelah mengetahui aku hamil?"

__ADS_1


"Puas dalam hal apa sayang? Bisa kamu jelaskan secara detail nya?"


"Kalau kamu akan membebaskan aku sebentar saja untuk tidak bercinta denganku setiap saat?"


"Baiklah. Kita kembali ke mode pabrik."


"Mode pabrik gimana?"


"Kalau kita bercinta cukup sehari tiga kali saja."


"Kamu kira tubuh aku ini resep obat?"


"Apakah terlalu sedikit intensitas bercintanya?"


"Cih ..! Kamu buat aturan berdasarkan kepentingan mu saja." Alia cemberut.


"Maunya kamu bagaimana, sayang?"


"Aku maunya tiga hari sekali, bukan sehari tiga kali." Sungut Alia.


"Tiga hari itu terlalu lama sayang. Tiga hari itu seperti hukuman tiga tahun penjara dan sekarang ketiga anakku butuh nutrisi tambahan dari Daddy-nya agar tumbuh sehat dan kuat saat datang ke dunia ini nantinya."


"Pendapat dari mana itu?"


"Sudah terlalu familiar nama itu."


"Tapi kamu tidak bosan kan sayang?" Rengek Damara seperti anak kecil yang tidak mau mainannya di ambil atau jam permainannya dikurangi.


Alia yang pernah merasakan hidup kesepian selama enam tahun membuatnya tidak bisa menolak permintaan suaminya.


"Baiklah. Lakukan apa yang kamu inginkan kecuali aku dalam keadaan sakit atau kelelahan." Ucap Alia.


"Hmm!"


Pesawat milik mereka terbang dalam kecepatan stabil. Cuaca di luar sana sangat mendukung untuk mereka kembali beristirahat menunggu waktu tiba di tanah air tercinta, Indonesia.


...----------...


Tiba di tanah air, keluarga itu sudah dijemput oleh asisten Bili menuju istana milik Damara dan Alia. Keluarga Alia begitu bahagia bisa bertemu lagi dengan Damara yang selama ini mereka anggap sudah meninggal dunia.


Walaupun mereka sudah banyak tahu cerita tentang menghilangnya Damara, namun kisah itu menjadi luar biasa bagi mereka karena Damara termasuk suami yang sangat menjaga hati istrinya agar gadis itu tidak menderita dengan penyakit yang ia derita.


Mobil mewah itu memasuki halaman mansion itu. Dewa yang sudah tidak sabar menunggu kedatangan keponakannya tercinta Aulia langsung membuka pintu mobil itu dan benar saja Aulia langsung meminta pamannya itu menggendongnya.

__ADS_1


Jadilah keluarga itu sangat heboh. Damara menyalami ayah mertuanya sementara Alia menyalami ibu dan adiknya Dewi.


Damara meminta maaf pada kedua mertuanya itu dan mengucapkan terimakasih kepada kedua adik iparnya yang mau menjaga putranya Aulia selama masa pertumbuhannya.


"Terimakasih Dewa sudah mau menjaga putraku selama aku tidak ada." Ucap MARA sambil menahan air matanya yang sudah tercekat di kerongkongannya.


"Aissh...Abang ini, kayak Dewa ini siapa saja. Itu sudah tugas Dewa menjaga jagoan ini." Ucap Dewa yang tidak ingin terlihat cengeng di depan keponakannya.


"Tapi tugas kalian akan bertambah Dewa karena saat ini kakak sedang hamil kembar tiga."


"Masya Allah! Benarkah Alia?" Tanya Nyonya Yuyun dengan wajah berbinar dan penuh haru.


"Iya Bunda. Kami baru mengetahuinya hari ini tadi." Ucap Alia.


"Wah ..! Kakak Alia bawa oleh-olehnya banyak juga ya. .!" Seloroh Dewi.


"Biasa yang lagi dendam selama enam tahun Dewi." Timpal Alia membuat semuanya terkekeh.


"Ayo kita makan malam dulu. Bunda dan Dewi sudah masak makanan kesukaan nak Damara." Ucap nyonya Yuyun.


Keluarga itu duduk di meja makan. Pak Hadi memimpin doa sambil mengucapkan banyak syukur atas karunia yang Allah limpahkan untuk keluarga besar mereka.


Keluarga itu menikmati makan malam mereka yang merupakan makanan khas Sunda yang sangat diminati oleh MARA dan Alia.


"Paman Dewa. Nanti kita tidur berdua ya. Dewa punya hadiah untuk paman." Ucap Aulia antusias.


"Ok bos. Siap."


Dewi sibuk membantu kakaknya membongkar koper yang berisi banyak oleh-oleh untuk keluarga itu.


"Bunda, mami Aisyah menitipkan salam untuk bunda. Insya Allah tahun depan mereka akan pulang ke Indonesia untuk menjalani ibadah puasa di Jakarta." Ucap Alia.


"Alhamdulillah. Semoga kedua mertuamu selalu diberikan kesehatan agar kita bisa bertemu nantinya." Ucap nyonya Yuyun.


"Bagaimana dengan keadaan restoran bunda?" Tanya Alia.


"Alhamdulillah, sayang! restoran kita makin berkembang pesat dan ayah dan bunda ingin mengembalikan modal awal yang diberikan nak MARA dulu pada ayah dan bunda." Ucap nyonya Yuyun.


"Tidak perlu bunda. Berikan saja pada orang-orang yang membutuhkan uluran tangan bunda seperti pedagang-pedagang kecil yang selalu terjerat dengan hutang pada bank keliling. Dengan modal dari bunda, insya Allah kehidupan mereka akan lebih baik. Begitulah caranya kita bersyukur kepada Allah." Timpal Alia.


"Benar juga Alia. Rasanya bunda ingin meringankan saudara-saudara kita yang terjerumus dengan utang online itu." Ucap nyonya Yuyun.


"Tapi tetap waspada bunda karena ada yang hutang online dipakai uangnya dengan cara yang salah. Jadi kita harus jeli menolong orang yang benar-benar butuh karena kemaslahatan hidup mereka agar kita tidak mudah di manfaatkan oleh mereka." Imbuh Alia.

__ADS_1


__ADS_2