GADIS PENOLONG Sang Mafia

GADIS PENOLONG Sang Mafia
16. Niat Jahat


__ADS_3

Setiap kegiatan Alia di luar rumah selalu diawasi oleh Yoris untuk dilaporkan kepada MARA. Pengawal pribadi Alia ini rajin merekam kegiatan gadis itu, hingga Alia sedang bicara dengan siapapun selalu direkam oleh Yoris atas permintaan MARA.


Hari ini Alia sudah berada di bandara dengan guru dan teman-temannya kelas dua belas. Alia selalu menjaga keadaan Vania yang saat ini sedang hamil muda.


Walaupun perut gadis ini belum berapa kelihatan, namun Alia secara diam-diam mengawasinya. Kebetulan mereka duduk di bangku yang sama jadi ketiga sahabat ini bisa berbagi satu sama lain.


Alia yang memasak sendiri masakannya, ia bagikan untuk kedua sahabatnya itu. Kali ini ia sengaja membuat kimbab yang menurutnya makanan paling praktis untuk bisa di bawa ke manapun. Ada juga kimchi dan masih ada masakan Korea lainnya yang cocok dengan lidah mereka.


Pesawat itu sudah mulai terbang membelah angkasa. Ketiganya menikmati makan mereka hingga membuat Nadin dan kedua temannya mengintip apa yang sedang di makan oleh ketiga gadis yang ada di depan mereka. Nadin terlihat sangat ngiler dengan kimbab, tapi ia begitu gengsi untuk memintanya pada Alia.


"Alia...! Apakah restoran orang tuamu juga mengadakan menu ala Korea?" Tanya Lidia.


"Tidak...! Semuanya masih makanan khas Indonesia."


"Kalau begitu, tambahkan menu Korea, dengan begitu restoran orangtuamu bahkan makin ramai. Lagi pula kamu kan owner nya di sini, jadi kamu hanya memantau jalannya restoran."


"Itu milik kedua orangtuaku, aku rasa tidak sopan memberikan ideku pada mereka karena mereka punya menu andalan mereka sendiri yang terkenal di restoran itu."


"Kalau begitu, kenapa kamu tidak buka saja restoran sendiri khusus untuk anak muda seperti membuat makanan Korea ini, aku mau bekerja di restoranmu, Alia." Ucap Vania.


"Nanti saja kalau MARA sudah pulang dari Belgia. Aku akan sampaikan ide kalian padanya. Semoga aku bisa membantu kalian." Ucap Alia.


"Terimakasih Alia. Kami sangat mengandalkanmu. Kamu benar kalau uang yang didapatkan dengan jalan haram akan cepat kelar.


Mungkin kalau sudah bekerja di restoran milikmu, walaupun penghasilannya hanya sedikit tapi berkah." Timpal Lidia yang ingin pensiun jadi sugar baby.


"Yes...! Rupanya saat ini MARA sedang berada di luar negeri. Aku akan membuat Alia terbunuh tanpa terlihat oleh siapapun. Aku harus menyingkirkan gadis ini segera mungkin dan MARA akan menjadi milikku." Batin Nadin dengan rencana jahatnya.


Dalam satu jam lebih lima belas menit, pesawat Garuda Indonesia itu tiba di bandara Ngurah Rai. Penumpang pesawat itu hampir di dominasi oleh para pelajar SMA negeri dari Jakarta yang akan mengadakan pesta perpisahan di pulau Dewata itu.


MARA yang saat itu meminta kepala sekolah untuk menjadikan resort miliknya sebagai tempat menginap para siswa kelas 12 itu. Tentunya bayarannya disesuaikan dengan kemampuan siswa dan MARA tidak mempermasalahkan itu.

__ADS_1


Baginya kenyamanan istrinya yang menjadi prioritasnya. Hal ini tidak diketahui oleh teman-temannya Alia. Yang mengetahui rencana itu hanya MARA, Alia dan kepala sekolah dan juga nya saja.


Mengetahui istri dari pemilik resort itu akan menginap di resort itu, manajer resort itu menyeru pada para staffnya untuk melayani Alia sebaik mungkin.


Para siswa itu merasa heran mengapa mereka bisa menginap di resort mewah itu, padahal selama ini mereka hanya bisa berangan-angan saja.


"Wah..! Bukankah resort ini yang menginap hanya orang-orang kaya seperti halnya artis?" Tanya salah satu diantara mereka.


"Iya, setahuku saat dipinta uang untuk biaya perpisahan tidak sebesar dari kapasitas kita yang hanya memiliki orangtua yang berpenghasilan minim."


"Mungkin banyak donatur di sekolah kita yang sengaja menyumbang untuk mensukseskan acara perpisahan sekolah kita ini. Bukankah banyak anak pejabat yang ada di sekolah kita?"


"Atau jangan-jangan resort ini milik suaminya Alia. Suaminya kan tajir melintir." Tebak mereka.


"Alaaa...! Sudahlah...! Tidak usah dipikirin. Yang penting kita bersenang-senang selama menginap di sini. Lumayan lho lima hari kita menginap di sini." Ucap Avina.


Setiap pelajar menempati satu kamar untuk dua orang. Sementara Alia menempati kamarnya sendiri yaitu kamar khusus milik suaminya yang setiap kali berkunjung ke Bali. Itupun dilayani oleh manajer resort itu sendiri.


"Tapi saya datang ke sini untuk acara perpisahan dengan teman-teman. Saya tidak enak dengan mereka."


"Tapi, ini perintah king, nona. Saya tidak bisa berbuat apa-apa. Tolong mengerti lah posisi saya sebagai staf di resort ini."


"Apakah kamu bisa menghubungi suamiku sekarang?" Tanya Alia yang kehilangan kontak dengan suaminya selama dua pekan lebih.


"Tidak bisa nona, karena king sedang sibuk saat ini dan tidak ingin diganggu."


"Baiklah. Kamu boleh pergi. Tolong berikan pelayanan yang terbaik untuk guru dan teman-teman ku selama mereka menginap di sini terutama makanan. Mereka adalah tamu saya." Ucap Alia.


"Baik nona. Saya permisi."


"Silahkan Nyoman!"

__ADS_1


Tibanya makan malam, suasana di restoran khusus untuk para pelajar itu. Mereka bisa makan sepuasnya dengan berbagai lauk yang tersaji dengan sangat lezat.


Mereka sangat puas dengan makan malam saat ini hingga terus saja membahasnya. Sementara kepala sekolah dan semua guru-guru yang lain makan di meja terpisah sedang membahas Alia dan MARA.


"Kita harus bersyukur memiliki siswa seperti Alia. Karena dialah, maka kita bisa menginap di resort mewah dan makan malam senikmat ini." Ucap ibu Hafsah sebagai guru agama di sekolah Alia.


"Alia pantas mendapatkan suami seperti tuan Damara karena gadis itu memiliki akhlak yang mulia." Ujar pak Yudi yang menjadi wali kelas Alia.


"Mulai sekarang kita tidak boleh lagi membedakan siswa dari kalangan bawah dengan siswa kalangan atas karena nasib mereka tidak menjamin seorang akan mendapatkan sesuai dengan hidupnya saat ini."


Ujar pak Heru sengaja menyindir kepala sekolah yang hanya tertunduk menikmati makan malamnya.


Usai makan malam, para siswa itu berkumpul lagi di room meeting untuk mendengarkan beberapa pengumuman untuk kunjungan mereka besok di pantai Nusa penida.


"Anak-anak, malam ini kita berkumpul di resort mewah ini dan bisa menginap di sini atas kebaikan seseorang yang tidak bisa bapak sebutkan namanya.


Untuk malam ini kita harus istirahat agar besok kita bisa mengunjungi beberapa tempat wisata yang sangat indah di pulau Dewata Bali ini selain pantai Nusa penida.


Satu sama lain harus memeriksa teman-temannya dan jika ada yang melanggar peraturan dari bapak, laporkan pada guru-guru pendamping kalian.


Dengan begitu bapak akan menghukum dengan tidak memberikan ijasahnya. Sampai di sini, ada yang mau bertanya?" Tanya kepala sekolah.


Semua siswa terlihat diam. Akhirnya mereka bubar dan kembali ke kamar mereka masing-masing. Kepala sekolah menghampiri Alia untuk mengucapkan terimakasih dan merekapun penasaran karena mereka tidak melihat Damara sampai saat ini.


"Alia, kami sangat berterimakasih atas kemurahan hati suamimu hingga kami mendapatkan semua keistimewaan sejauh ini. Tapi, kenapa suamimu tidak ikut juga dalam acara ini?" Tanya kepala sekolah.


"Ini adalah acara perpisahan sekolah pak, bukan reuni keluarga dan yang sudah bersuami di sini hanya saya. Tidak pantas saya membawa suami saya di acara penting saya." Ucap Alia yang tidak ingin menceritakan hal yang sebenarnya pada kepala sekolah.


Degggg...


Kepala sekolah terlihat malu sendiri dengan pertanyaannya.

__ADS_1


__ADS_2