
Alia dan MARA saling menatap menuggu ucapan dokter Ni Made Ayu yang terlihat mengulum senyumnya. Dokter itu akhirnya memberi tahu kabar bahagia itu pada pasangan ini.
"Nona Alia sedang hamil saat ini. Usia kandungannya baru sepuluh hari. Beruntunglah keadaan kandungnya sangat kuat sehingga tidak mudah keguguran saat kebakaran itu terjadi.
Apa lagi ia sempat jatuh dari kursi dan perutnya beberapa kali di tendang oleh pelaku. Walaupun begitu, kita tidak bisa berharap banyak karena ini masih prediksi awal." Ucap dokter apa adanya.
"Terimakasih dokter atas kabar baiknya. Kami akan menjaga buah cinta kami dengan baik." Ucap MARA sambil mengusap perut istrinya.
"Selamat menjadi calon ayah dan bunda. Selamat jalan. Semoga sampai tujuan ke Jakarta dengan selamat."
Dokter Ni Made segera pamit dari hadapan pasangan ini untuk visit ke kamar pasien yang lain.
MARA sangat bahagia dan memeluk istrinya dengan erat." Terimakasih baby....! Aku tidak menyangka bisa segera diberikan momongan. Ini hadiah terindah ke dua dalam hidupku setelah mendapatkan kamu." Ucap MARA.
"Aku mau pulang." Pinta Alia yang sudah tidak betah lagi berada di rumah sakit.
"Iya sayang. Kita akan segera pulang. Aku ingin memandikanmu dulu supaya lebih segar ya."
MARA menggendong Alia masuk ke kamar mandi. Ia dengan telaten memandikan Cinderella nya.
Dalam waktu setengah jam, keduanya sudah rapi dan siap meninggalkan rumah sakit. Alia nampak segar dengan tubuh dan rambutnya kelihatan sangat segar saat ini.
Alia kembali di duduki di kursi roda. Bili sudah siap menunggu keduanya di mobil. Mereka segera ke bandara menuju Jakarta. Alia terlihat enggan untuk mengetahui keadaan teman-temannya kecuali mendengar sendiri obrolan suaminya dan asistennya Bili kalau mereka akan kembali besok ke Jakarta.
Pada akhirnya MARA menanyakan kepada Alia, bagaimana peristiwa penculikan bisa terjadi pada dirinya. Alia menceritakan kronologi peristiwa penculikan itu dari awal dia menolong seorang nenek yang keberatan membawa gerobak yang memuat rongsokan.
"Sayang...! Aku sangat tahu jiwa sosialmu yang sangat tinggi pada orang lain. Tapi kamu sekarang adalah Istriku. Kedudukan mu tidak sama lagi seperti dulu. Bisa-bisa mereka akan membunuhmu secara langsung tanpa menyiksamu lagi hanya karena aku. Tolong pikirkan itu. Ke mana pun kamu pergi, bahaya akan mengintai mu." Ucap MARA.
"Apakah kamu ingin bilang aku tidak boleh menolong orang lagi? pura-pura mengabaikan mereka walaupun nurani ku tergelitik untuk segera menolong mereka?"
Bukan begitu, aku hanya ingin kamu tahu bahwa istri seorang Damara tidak bisa disejajarkan dengan statusnya dengan orang biasa karena nyawanya lebih berharga sekarang ini. Jadi singkatnya mereka akan membunuhmu karena dendam mereka padaku, sampai sini apakah kamu paham, sayang?" Tanya Damara.
__ADS_1
Alia menarik nafas panjang. Rupanya menjadi istri orang hebat itu sangat riskan terhadap kematian.
"Baiklah, aku mengerti sayang. Aku akan lebih berhati-hati menjaga diriku mulai saat ini. Apakah pelakunya sudah di tangkap?" Tanya Alia penasaran.
"Belum. Tapi saat sedang di selidiki oleh polisi." Ucap MARA bohong.
Ia tidak ingin Alia tahu kalau pelakunya sudah di bunuh oleh orang-orangnya. MARA tidak ingin Alia tahu bagaimana sepak terjang dirinya dalam dunia mafia. Jika Alia tahu semuanya, maka batin gadis ini akan tersiksa karena Alia tidak bisa bersentuhan dengan kekerasan dan MARA tidak mau itu terjadi.
...----------------...
Kepulangan Alia di sambut keluarganya yang sudah mendengar kalau Alia diculik. Alia sangat bahagia saat turun banyak sekali bunga segar yang di hias di depan rumahnya dan ditulis selamat datang lagi jantung rumahku.
MARA sengaja meminta pelayannya melakukan semuanya untuk Alia. Sementara ibunya dan adiknya Alia membuat masakan kesukaan Alia karena mengetahui gadis sedang hamil.
"Sayang....!"
Sambut pak Hadi lalu memeluk putrinya dan mendoakan untuk kebaikan putrinya.
"Alhamdulillah, terimakasih ya Allah. Akhirnya putriku kembali dengan selamat." Ucap ibu Yuyun penuh haru.
"Kak..! Apa jangan-jangan orang-orang suruhan Nadin? Gadis itukan sangat benci sama kakak." Celetuk Dewi.
"Kakak juga tidak tahu Dewa, Dewi. Semuanya terjadi begitu cepat. Bermula dari mereka memberikan kakak minum dan ternyata ada obat tidurnya.
Jika mereka perampok harusnya tas dan perhiasan kakak di ambil tapi mereka tidak mengambil apapun dan itu yang membuat kakak masih bingung sampai saat ini." Ucap Alia.
"Sudah-sudah...! Kakakmu baru pulang, tidak baik nanya macam-macam sama ibu hamil." Cegah nyonya Yuyun.
"Nak MARA..! Kita makan dulu. Bunda sudah masak untuk kalian." Ucap nyonya Yuyun.
"Kakak...! Aku sudah buat rujak untuk kakak. Nanti habis makan siang kita makan rujak di dekat kolam renang itu ya kak." Ucap Dewi.
__ADS_1
Alia mengangguk sambil tersenyum. MARA menarik kursi untuk istrinya dan melayani istrinya di meja makan.
"Sayang...! Biar aku yang melayani kamu." Ucap Alia tidak enak hati.
"Nanti saja kalau kamu sudah sehat, sayang." Ucap MARA membuat kedua mertuanya tersenyum bahagia melihat MARA begitu sayang pada putri mereka.
Semuanya mulai menikmati makan siang mereka sambil sesekali bercerita dan pak Hadi menanyakan kesehatan ibunya MARA.
"Bagaimana dengan keadaan ibumu, MARA?"
"Alhamdulillah sudah lebih ayah. Makanya MARA baru bisa pulang."
"Syukurlah. Ayah sangat cemas kalau kamu pergi begitu lama sementara Alia ditinggal sendirian." Ucap pak Hadi.
"Maafkan aku ayah." Ucap MARA.
"Kapan kak MARA bawa kak Alia ke Belgia?" Tanya Dewi.
"Kakakmu sedang hamil muda, sepertinya belum boleh melakukan perjalanan jauh." Ucap MARA.
"Berarti, keluargamu akan ke Indonesia, MARA?" Tanya nyonya Yuyun.
"Mami ku sedang menderita sakit jantung. Sepertinya tidak bisa melakukan perjalanan jauh." Lanjut MARA lagi.
"Berarti kakak Alia nggak bisa ketemu mertuanya, dong!" Protes Dewi.
"Nanti saja kalau kak Alia sudah lahiran dan bisa bawa bawa bayinya ke Belgia, jadi ketemu mertua bawa hadiah berupa cucu." Timpal Dewa membuat semuanya terkekeh.
Dewi mengeluarkan rujak dari kulkas. Kakak beradik ini sudah duduk dekat kolam renang sambil menikmati rujak buah. Sementara pak Hadi sedang ngobrol dengan MARA membahas penculikan Alia.
Ibu Yuyun yang super rajin dan senang memasak membuat berbagai cemilan buat putrinya yang sedang hamil muda. Seperti biasa Dewa sibuk dengan gamenya.
__ADS_1
Usai bercengkrama dengan keluarganya, Alia masuk ke kamarnya untuk beristirahat. MARA yang tidak kuat lagi menahan kerinduannya, langsung mengajak istrinya bercinta.
Begitu pula Alia yang sangat merindukan suaminya tidak ingin menunda lagi percintaan panas mereka. Keduanya sudah berada di bawah selimut sambil memberikan pemanasan awal untuk membakar hasrat birahi mereka. MARA sedikitpun tidak membiarkan Cinderella nya bernafas saat bibirnya sibuk memagut bibir ranum istrinya.