GADIS PENOLONG Sang Mafia

GADIS PENOLONG Sang Mafia
32. Dokter Pengganti


__ADS_3

Demi menghargai ibu mertuanya, harus menanggalkan kalung pemberian MARA. Kegundahan hati MARA pada ibunya yang terlalu memaksa istrinya membuat MARA harus kehilangan komunikasi dengan Alia.


Alia juga di larang oleh mertuanya untuk balik lagi ke Jakarta saat liburan mereka sudah mencapai dua pekan. Alasannya mereka sudah menganggap Alia pengganti MARA dan juga ingin lebih dekat dengan cucunya.


Alhasil, Bili harus pulang sendiri ke Jakarta. Sementara Damara uring-uringan karena tidak dapat lagi mendengar ocehan istrinya. Dan lebih membuat ia kesal, MARA tidak tahu dengan siapa Alia sedang bicara. Apakah istrinya akan mengalami kejahatan secara verbal. Itu yang membuat ia tidak tenang.


Alia yang memang ingin menjadi seorang dokter spesialis mata kini sudah menjalankan profesinya di sebuah rumah sakit ternama.


Dalam waktu enam bulan, nama Alia mulai terkenal sebagai salah satu dokter mata yang sudah berhasil membuat penglihatan orang yang buta selama bertahun-tahun bisa kembali melihat.


Sementara itu, di rumah sakit tempat biasanya MARA melakukan pengobatan ingin mencoba lagi untuk melakukan operasi mata pada MARA. Dokter yakin kali ini mereka bisa melakukannya untuk kesembuhan suami dari Alia tersebut.


Jadwal operasi sudah di tentukan dan MARA sudah berada di rumah sakit tersebut. Saat tibanya operasi pada mata MARA, justru dokter pemimpin tim itu mengalami serangan jantung.


"Astaga...! Bagaimana ini dokter? Besok kita harus melakukan operasi mata pada tuan Damara. Karena jadwalnya sudah di tetapkan.


Jika dokter Andrew sedang sakit, tidak ada dokter pengganti di rumah sakit ini selain dokter Andrew sebagai dokter spesialis mata yang terkenal di negara ini." Ucap dokter Albert pada direktur rumah sakit itu.


"Tidak usah kuatirkan mengenai dokternya. Aku sedang meminta dokter MARSYALIA yang saat ini namanya terkenal di negara Belgia.


Tetap siapkan pasien di ruang operasi besok pagi dan dokter MARSYALIA akan menangani pasien tersebut." Ucap dokter Glassman.


"Baik dokter." Dokter Albert menarik nafas lega karena mereka masih bisa menjalankan operasi mata pada MARA walaupun tanpa dokter ahlinya yang saat ini sedang terbaring sakit di ruang ICU.


"Tunggu dokter Albert. Ini kejutan untuk pasien dan tim anda. Jadi rahasiakan nama dokter itu dari pasiennya dan juga tim anda. Katakan saja kepada tim anda, bahwa operasi tetap berjalan sesuai jadwal besok pagi dengan dokter pengganti." Ucap Dokter Glassman.


"Siap dokter!"

__ADS_1


Sementara di Belgia, Alia meminta ijin pada kedua mertuanya untuk terbang ke Amerika karena pihak rumah sakitnya mengirimkan dirinya untuk melakukan operasi pada pasien buta sebagai dokter pengganti.


"Apakah tidak ada lagi dokter handal di negara itu hingga mendatangkan kamu sayang untuk menolong pasien itu?" Tanya nyonya Aisyah sedikit kesal dengan pihak rumah sakit tempat menantunya bekerja.


"Justru dokter handal mereka sangat banyak mami. Tapi, menghadapi untuk kasus pasien buta yang sudah bertahun-tahun ingin sembuh membuat mereka tidak ingin gagal lagi untuk kesekian kalinya.


Sementara dokter andalan mereka mengalami serangan jantung tiba-tiba dan jadwal operasinya saja sudah ditetapkan untuk besok pagi dan aku hanya sebagai dokter pengganti. Aku harap doanya saja dari mami dan papi." Jelas Alia panjang lebar pada kedua mertuanya yang cukup keberatan Alia harus pergi ke Amerika.


"Baiklah. Cepatlah kembali sayang dan biarkan Aulia bersama kami." Tutur nyonya Aisyah.


"Kalian yang terbaik yang akan menemani putraku, Aulia. Alia titip Aulia ya mami."


"Iya sayang! Berangkatlah. Sopir akan mengantarkan kamu ke bandara. Gunakan pesawat jet pribadi ayah." Ucap nyonya Aisyah.


Keduanya saling berpelukan dan Aulia menatap ibunya dengan senyum kerelaan sebagai seorang putra yang akan ditinggalkan oleh ibunya.


"Baby....! Tidak apakan kalau mami tinggalkan kamu dengan opa dan Oma di sini?" Tanya Alia.


"Kesembuhan pasien itu di atas segala-galanya. Bukankah mami pernah mengatakan untuk menolong siapa saja yang butuh pertolongan dari kita tanpa tebang pilih?" Ucap balita yang hampir menginjak usia enam tahun ini.


"Syukurlah. Kalau baby masih ingat nasehat mami. Sekarang mami pamit dulu. Jaga Oma dan opa untuk ayah seperti kamu menjaga mami untuk ayah." Ucap Alia.


"Baik nyonya Damara. Titah anda hamba siap laksanakan!" Ledek Aulia yang begitu ikhlas berpisah dengan ibunya untuk sementara waktu.


Mobil yang ditumpangi Alia bergerak cepat menuju bandara di mana pesawat jet pribadi milik mertuanya sedang menunggunya.


...----------------...

__ADS_1


Setibanya di rumah sakit terkenal di California Amerika serikat, Alia sudah berada bersama tim dokter yang akan melakukan operasi pada MARA.


Agar Alia mengetahui bagaimana kasus kebutaan pada MARA, dokter Albert memberikan laporan hasil medisnya MARA pada Alia yang menerimanya untuk dipelajari sesaat sebelum melakukan operasi tersebut.


Tanpa membaca nama pasiennya, Alia sibuk membaca laporan itu dengan sedikit melipat dahinya.


"Astaga...! Kenapa peluru itu baru diangkat dari kepalanya selama lima tahun. Pasti syarat penglihatannya akan terganggu." Ucap Alia.


Setelah mempelajari kasus pasiennya, Alia memutuskan untuk memperbaiki syaraf matanya MARA. Hanya dengan syaraf pusat yang akan menerima cahaya dari luar yang tidak mampu ditangkap oleh pasien. Karena tahu seluk beluk penyakit pasien, Alia begitu semangat melakukan operasi pada pasien yang tidak lain adalah suaminya sendiri.


"Dokter MARSYALIA...! Persiapkan diri anda untuk memasuki ruang operasi!" Pinta dokter Glassman disambut anggukan Alia yang langsung menuju tempat wastafel cuci tangan khusus untuk para dokter.


"Baik dokter Glassman."


"Selamat menjalankan operasi pertama anda di rumah sakit ini. Semoga kasus berat yang dialami oleh pasien ini akan mendapatkan kesembuhan jika ditangani oleh dokter terkenal seperti anda." Ucap dokter Glassman.


"Insya Allah." Ucap Alia yang tidak dimengerti oleh dokter Glassman.


Pria paruh baya ini meninggalkan Alia dan tim dokter lainnya kembali lagi ke ruang kerjanya.


Suster memakaikan baju APD pada Alia dan juga kaos tangan serta masker dan penutup kepala pada Alia. Sementara itu MARA yang sudah dibius oleh dokter Albert tampak tenang dalam tidurnya.


Ia tidak mengetahui bahwa dokter yang akan menolongnya kali ini adalah gadis penolong yang telah merubah kehidupannya menjadi surga yang indah untuk ia lewati. Walaupun di saat mengalami kebutaan, ia tidak pernah menyerah sedikitpun untuk kesembuhannya.


Alia masuk ke ruang operasi dan berdiri di samping pasien. Mata Alia seketika melebar dengan jantung berdebar kencang hingga posisi tubuhnya agak limbung melihat wajah tampan suaminya yang saat ini sedang menjalani operasi mata yang akan di lakukan olehnya.


"MARA...!" Jerit Alia dalam batinnya tanpa menganggu tim lainnya.

__ADS_1


"Apakah anda baik-baik saja dokter MARSYALIA?" Tanya dokter Albert.


__ADS_2